Semua artikel
Gangguan Psikotik

Tiga Ciri Utama Gangguan Delusional

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Delusional, atau delusi, atau waham, merupakan masalah kesehatan mental yang cukup serius. Kondisi tersebut masuk dalam kategori gangguan psikotik. Dengan demikian, seseorang yang mengalami delusi akan mengalami kesulitan untuk membedakan kejadian nyata dan tidak nyata.

Delusional cenderung mengganggu pola pikir seseorang. Hal tersebutlah yang membuat mereka sulit untuk dipahami orang lain. Maka tidak heran jika mereka sering dianggap aneh, bahkan mendapatkan julukkan “orang gila”. Meski demikian, tidak semua orang dengan kondisi sama parahnya dengan yang kita kenal sebagai orang gila di luar sana.

Lantas, seperti apa sebenarnya kondisi delusional itu? Untuk mengenal lebih jauh mengenai delusional, tentu kita perlu paham apa saja ciri utama dari kondisi tersebut. Maka dari itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai tiga ciri utama dari gangguan delusional.

Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, segera lakukan konsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pengertian Delusional

Delusional adalah masalah kesehatan mental yang ditandai dengan keyakinan akan hal-hal yang tidak nyata. Hal tersebutlah yang membuat mereka kesulitan untuk membedakan kenyataan dan imajinasinya. Keyakinan akan hal-hal yang tidak nyata dalam hal ini cukup beragam. Misalnya merasa yakin jika ada sosok yang menguntitnya. Walaupun setelah dilakukan pengecekkan hal tersebut tidak terbukti, namun mereka tetap lebih mempercayai keyakinannya.

Delusi sering kali disamakan dengan halusinasi. Walaupun keduanya sering kali dialami bersamaan, dan sama-sama berhubungan dengan kenyataan dan imajinasi, namun keduanya memiliki perbedaan mendasar. Delusi mempengaruhi pola pikir penderitanya, sedangkan halusinasi melibatkan panca indera yang mereka miliki.

Delusional merupakan masalah kesehatan mental yang cukup serius, dimana kondisi tersebut seringkali dialami oleh orang-orang dengan gangguan mental berat, seperti pada penderita skizofrenia. Dengan demikian orang yang mengalami delusional tidak bisa dibiarkan begitu saja. Penting bagi mereka untuk segera mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Baca juga: Skizofreniform Apakah Sama Dengan Skizofrenia?

Ciri-Ciri Delusional

Setiap orang yang mengalami delusional bisa saja menunjukan ciri-ciri yang berbeda-beda. Hal tersebut berhubungan dengan jenis delusi yang dialami. Meski demikian, terdapat tiga ciri umum dari orang-orang yang mengalami delusional itu sendiri, yaitu:

Ciri-ciri perilaku

Seseorang dengan kondisi delusional umumnya memiliki perilaku yang khas, misalnya mereka selalu protes akan banyak hal. Selain itu, penderita delusional juga cenderung berperilaku agresif, terutama jika orang menantang pikiran-pikiran delusional yang mereka miliki. Sebagai dampak dari perilakunya tersebut, tidak jarang para penderita delusional mengalami berbagai macam gangguan dalam kehidupan sosialnya, misalnya gangguan dalam bekerja, atau sekedar interaksi dengan orang-orang terdekatnya.

Ciri-ciri kognitif

Selain ciri-ciri perilaku yang khas, penderita delusional juga umumnya mengalami ciri-ciri kognitif khusus. Hal ini berhubungan dengan jenis delusi yang dimiliki, misalnya:

·         Pada penderita delusi tipe persecutory, yang memiliki kepercayaan bahwa orang lain memiliki niat buruk untuk menyakiti dirinya.

·         Pada penderita delusi tipe erotomania, yang merasa sangat yakin bahwa orang lain sedang jatuh cinta dengan dirinya.

·         Pada penderita delusi tipe muluk, yang merasa yakin bahwa seseorang memiliki kemampuan atau bakat yang sangat hebat.

·         Pada penderita delusi tipe cemburu, yang merasa yakin bahwa orang yang disayangi atau yang mereka percaya ternyata tidak setia atau mengkhianati dirinya.

·         Pada penderita delusi tipe somatik, yang merasa yakin bahwa dirinya memiliki tubuh yang cacat, atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Semua keyakinan-keyakinan tersebut sangat dipercayai oleh penderita delusi. Seperti yang sudah dipaparkan di awal, delusi memang mempengaruhi pikiran atau kognitif penderitanya. Walaupun kepercayaan tersebut sudah terbukti salah, penderita delusi tetap yakin terhadap apa yang mereka percaya.

Ciri-ciri psikososial

Kondisi delusional juga bisa dilihat dari ciri-ciri psikososial mereka. Dalam hal ini, penderita delusional umumnya mengalami masalah dalam membangun hubungan sosial. Hal tersebut dipengaruhi oleh pola pikir mereka. Bisa jadi pola pikir mereka yang mengarahkan rusaknya hubungan sosial tersebut, bisa juga karena orang-orang disekitar yang tidak memahami kondisi yang mereka miliki.

Dalam beberapa kasus, penderita delusional juga mengalami kesulitan dalam membangun hubungan asmara. Misalnya pada penderita delusi tipe cemburu yang selalu mencurigai pasangannya, dan pada akhirnya berujung pada lahirnya hubungan yang tidak sehat. Selain itu, penderita delusional juga cenderung memiliki sifat mudah marah. Hal inilah yang sering kali membuat orang disekitarnya menjadi tidak nyaman.

Itu dia sekilas penjelasan mengenai ciri-ciri pada penderita delusional. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater jika kamu mengalami beberapa ciri-ciri di atas. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Penyebab dan Dampak Dari Schizoaffective Disorder Dalam Kehidupan Sehari-Hari

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait