Deeptalk.co.id – Retail therapy merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi stress, sedih, atau emosi-emosi negatif lainnya, dengan cara berbelanja. Tidak bisa dipungkiri bahwa berbelanja merupakan kegiatan yang menyenangkan, khususnya bagi para wanita. Namun tidak sedikit pria juga yang merasakan kesenangan dari kegiatan yang satu itu.
Perasaan bahagia yang dirasakan saat berbelanja inilah yang akhirnya membuat orang-orang menganggap bahwa berbelanja baik untuk kesehatan mental. Maka dari itu retail therapy cukup populer di kalangan masyarakat. Meski demikian, retail therapy tidak selalu dianggap baik. Bahkan tanggapan mengenai retail therapy ini justru meningkatkan perilaku konsumtif juga cukup familiar. Tidak sedikit orang yang juga beranggapan bahwa retail therapy justru bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan mental atau kondisi seseorang dari segi ekonomi.
Lantas apakah retail therapy memang benar bisa membuat kita terbebas dari stress? Atau justru retail therapy bisa mendatangkan masalah lebih bagi kehidupan kita? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai dampak positif dan negatif dari retail therapy.
Sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan satu-satunya dalam pelaksanaan retail therapy. Jika kamu membutuhkan informasi lebih, maka berkonsultasi dengan psikolog atau orang-orang yang ahli dibidangnya akan lebih bijak. Hal ini penting untuk meminimalisir dampak negatif, dan memberikan penanganan serta pemahaman yang tepat. Khususnya mengenai retail therapy.
Berikut penjelasan mengenai dampak positif dan negatif dari retail therapy.
Dampak Positif Retail Therapy

Eksistensi retail therapy hingga saat ini tentu tidak terlepas dari seberapa bergunanya metode yang satu ini. Khususnya dalam mengatasi masalah kesehatan mental seseorang. Untuk itu, berikut beberapa dampak positif yang dihasilkan dari retail therapy:
Meningkatkan rasa percaya diri
Secara tidak langsung, kegiatan berbelanja mampu membantu seseorang dalam meningkatkan rasa percaya diri. Saat berbelanja, kita memegang kendali akan kegiatan tersebut. Kita secara aktif memilih apa yang perlu dan tidak perlu untuk dibeli. Dengan demikian, kegiatan ini juga membantu kita dalam membuat keputusan dalam hidup. Hal ini berhubungan dengan peningkatan rasa percaya diri.
Saat kita tahu apa yang kita butuhkan, dan kita menentukan hal tersebut dalam hidup kita, maka kita percaya akan kemampuan yang kita miliki. Disisi lain, kita juga percaya akan pilihan-pilihan kita. Dengan seperti itulah rasa percaya diri itu mulai terbentuk.
Baca juga : Retail Therapy : Berbelanja Dengan Tujuan Membuat Diri Merasa Lebih Baik
Meningkatkan kebahagiaan
Seperti yang sudah dibahas di awal bahwa, berbelanja akan meningkatkan kebahagiaan. Hal ini tentunya terjadi tidak begitu saja, melainkan melalui proses dalam otak yang tidak kita sadari. Saat berbelanja, otak akan langsung memproduksi hormon dopamin dan endorfin. Kedua hormon tersebut dikenal sebagai hormon kebahagiaan. Dengan demikian, berbelanja akan meningkatkan hormon dopamin dan endorfin, dan juga secara tidak langsung meningkatkan kebahagiaan bagi orang yang berbelanja tersebut.
Membangun interaksi sosial
Beberapa orang yang merasa diri terisolasi, akan menganggap bahwa kegiatan berbelanja ini sebagai media bagi mereka untuk berinteraksi. Walaupun saat ini media sudah semakin canggih dengan berbelanja tanpa interaksi, namun pada umumnya saat berbelanja secara langsung akan terbangun interaksi antara penjual dan pembeli. Meskipun itu hanya sekedar menanyakan harga atau ketersediaan barang sekalipun.
Dampak Negatif Retail Therapy

Terlepas dari berbagai manfaat yang didapatkan dengan retail therapy, tentu terapi yang satu ini memiliki dampak negatif. Dampak negatif dari retail therapy inilah yang akhirnya menimbulkan cukup banyak kontra dengan metode yang satu ini. Untuk itu diperlukan pengetahuan dan pengenalan diri yang lebih dalam sebelum memutuskan melakukan retail therapy. Sebagai bahan pertimbangan, berikut beberapa dampak negatif dari retail therapy:
Resiko kecanduan berbelanja
Seperti yang diketahui bahwa retail therapy berhubungan dengan aktivitas berbelanja. Disisi lain, aktivitas berbelanja juga bisa memicu kecanduan atau adiksi yang kita kenal dengan istilah shopaholic atau impulsive buying disorder. Maka dari itu retail therapy harus dilakukan atas dasar pengetahuan.
Segala sesuatu yang berlebihan tentu akan berdampak buruk bagi kehidupan. Termasuk retail therapy itu sendiri. Sebelum pelaksanaannya kita tentu perlu tahu sampai dimana kapasitas kita untuk tidak terjebak dalam kegiatan impulsif. Jika retail therapy yang kita lakukan sudah mengarah pada perilaku impulsif, maka bijaknya untuk melakukan konsultasi lebih dalam dengan psikolog atau orang yang ahli di bidangnya.
Masalah keuangan
Selain berdampak pada masalah kesehatan mental, retail therapy juga bisa berdampak pada kondisi perekonomian seseorang. Seperti yang diketahui bahwa berbelanja artinya kita membutuhkan dana lebih untuk dikeluarkan. Sehingga, retail therapy yang tidak terkontrol dan tidak disesuaikan dengan kemampuan justru bisa berdampak buruk pada masalah keuangan. Maka dari itu, kita perlu tahu memilah mana hal-hal yang perlu dibeli dan yang tidak. Selain itu, berbelanja juga harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang dimiliki.
Itu dia beberapa dampak positif dan negatif dari retail therapy yang bisa menjadi pertimbangan bagi kita semua. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Kenali Dampak dan Penanganan Pada Penderita Shopaholic
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



