Deeptalk.co.id – Umumnya pasangan yang melakukan hubungan intim akan merasa senang setelahnya. Beberapa dari mereka memiliki hubungan yang lebih erat lagi dengan pasangan. Selain dapat mengharmoniskan hubungan yang ada, berhubungan intim dengan pasangan juga akan meningkatkan suasana hati menjadi lebih baik. Beberapa orang bahkan mengaku menjadi lebih bersemangat dan produktif bekerja setelah melakukan hubungan intim.
Namun tahukah kamu bahwa beberapa orang bahkan akan menangis setelah melakukan hubungan intim. Kondisi semacam ini bisa menjadi tanda bahwa orang tersebut mengalami poscoital dysphoira.
Untuk penjelasan lebih detail mengenai kondisi poscoital dysphoira, artikel ini akan secara khusus membahas mengenai kondisi tersebut. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu menemukan keganjilan terutama mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kondisi kesehatan mental, maka berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater merupakan tindakan yang lebih bijak untuk dicoba.
Pengertian Poscoital Dysphoira

Poscoital dysphoira atau yang biasa disikat dengan PDC merupakan kondisi dimana seseorang merasakan luapan emosi yang luar biasa setelah berhubungan intim. Seseorang dengan kondisi poscoital dysphoira bisa saja langsung menangis setelah mencapai orgasme. Hal ini merupakan salah satu bentuk pelampiasan emosi yang sudah tidak terbendung lagi.
Meskipun kondisi poscoital dysphoira ini terbilang cukup jarang didengar, namun menurut sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Sexual Medicine pada tahun 2015, terdapat setidaknya 46% wanita yang berhubungan intim mengalamai poscoital dysphoira. Penelitian lain yang ditulis dalam Journal of Sex Medicine pada tahun 2016, menyatakan bahwa terdapat 20% dari 1.208 pria yang berpartisipasai dalam penelitian tersebut mengaku pernah mengalami poscoital dysphoira. Dengan demikian, kondisi poscoital dysphoira sebenarnya merupakan hal yang wajar. Hanya saja pembahasan mengenai hubungan intim atau sex memang masih dianggap tabu di kalangan masyarakat. Hal inilah yang akhirnya membuat kondisi poscoital dysphoira seakan merupakan kondisi yang jarang dijumpai.
Emosi yang diluapkan setelah mencapai orgasme dalam kasus poscoital dysphoira ini terbagi ke dalam dua bagian, yaitu:
· Emosi positif akibat luapan hormon serotonin yang terbentuk setelah melakukan hubungan intim. Kondisi ini membuat seseorang mengalami kebahagiaan berlebih sehingga membuat mereka menangis.
· Emosi negatif akibat ingatan-ingatan akan pengalaman traumatis, perasaan bersalah, dan lain sebagainya. Kondisi ini membuat seseorang mengalami kesedihan mendalam dan beberapa gejala depresi lainnya, setelah melakukan hubungan intim.
Baik emosi negatif maupun emosi positif yang diluapkan setelah berhubungan intim, keduanya memungkinkan seseorang untuk menangis sebagai bentuk pelampiasan emosi-emosi yang mereka rasakan.
Penyebab Poscoital Dysphoira

Beberapa orang tidak menyadari apa yang membuat mereka menangis setelah melakukan hubungan intim. Bahkan mereka bisa saja menyalahkan diri sendiri akibat respon tubuh yang dianggap tidak pantas untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan orang tersebut terus mempertanyakan apa yang salah pada dirinya sehingga mereka memberikan respon tubuh berupa tangisan. Untuk itulah pemahaman mengenai kondisi poscoital dysphoira perlu diketahui oleh banyak orang.
Berikut beberapa penyebab seseorang mengalami luapan emosi setelah melakukan hubungan intim, atau yang dikenal dengan poscoital dysphoira:
Baca juga : Tips Mencegah dan Mengatasi Body Shaming
Trauma
Setiap orang tentu pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan. Sayangnya beberapa orang kejadian tersebut terlalu menyakitkan sehingga membekas dan akhirnya menjadi luka batin atau yang dikenal dengan trauma.
Seseorang yang pernah mengalami kejadian traumatis seperti menjadi korban kekerasan seksual, mengalami keguguran bagi wanita, atau kehilangan bayi di usia yang masih kecil, bisa jadi membuat orang tersebut memiliki bayangan akan kejadian traumatisnya setelah melakukan hubungan intim. Hal inilah yang membuat mereka merasakan kesedihan yang mendalam dan akhirnya menangis sebagai bentuk pelampiasan emosinya.
Perasaan bersalah
Tidak sedikit perempuan yang mendapatkan tuntutan untuk dapat memuaskan pasangannya dalam melakukan hubungan intim. Tuntutan inilah yang membuat wanita merasa tertekan dan merasa bersalah jika sewaktu-waktu tidak dapat memuaskan pasangannya. Beberapa dari mereka akhirnya meluapkan emosinya setelah selesai berhubungan intim.
Selain perasaan bersalah akibat adanya tuntutan, konflik dalam rumah tangga yang belum terselesaikan dengan baik juga dianggap dapat mengakibatkan poscoital dysphoira. Melakukan hubungan intim di tengah hubungan yang tidak baik-baik saja akan menimbulkan tekanan tersendiri dan rasa bersalah bagi seseorang.
Perubahan hormon
Tahukah kamu bahwa saat mulai melakukan hubungan intim, tubuh akan secara otomatis memproduksi hormon serotonin. Hormon serotonin ini berfungsi untuk meningkatkan suasana hati. Seiring dengan berjalannya waktu, hormon serotonin akan terus meningkat hingga akhirnya seseorang mengalami orgasme. Sayangnya setelah itu hormon serotonin akan turun secara drastis dan akhirnya membuat seseorang mengalami perubahan suasana hari yang juga drastis. Hal inilah yang dianggap meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami poscoital dysphoira.
Tidak nyaman dengan diri sendiri
Tidak semua orang memiliki citra diri yang baik. Beberapa orang justru merasa dirinya tidak cukup baik untuk bisa melakukan hubungan intim dengan pasangannya. Kekhawatiran akan bentuk tubuh menimbulkan rasa khawatir dan pikiran-pikiran negatif yang berlebihan. Dengan demikian, hal ini bisa saja menimbulkan poscoital dysphoira.
Seperti itulah penjelasan mengenai kondisi poscoital dysphoira. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Kenali Ciri-Ciri Korban dan Pelaku Body Shaming
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



