Deeptalk.co.id – Cukup banyak orang yang tidak sadar betapa bahayanya memendam emosi. Hal ini tidak mengherankan mengingat cukup jarang orang tua yang mengajarkan anak untuk mengekspresikan emosi, terutama pada emosi-emosi negatif.
Memendam emosi artinya kondisi dimana seseorang mencoba untuk menghindar, tidak mengakui, atau tidak mengekspresikan emosi yang dirasakan. Misalnya saja, seseorang yang merasa sedih malah mengalihkan perasaan tersebut dengan melakukan hal-hal lain tanpa peduli dengan kesedihan yang dirasakan.
Pada dasarnya, mengekspresikan emosi sangat penting untuk kesehatan fisik maupun mental. Kebiasaan seseorang dalam memendam emosi hanya akan membuat emosi itu menumpuk dan tinggal menunggu waktu untuk meluap. Hal ini bagai menyimpan bom waktu dalam diri sendiri.
Bahaya Memendam Emosi

Untuk mengenal betapa bahayanya memendam emosi, artikel ini akan memberikan penjelasan mengenai hal tersebut. Harapannya, kamu yang sedang membaca dapat belajar atau memulai mengekspresikan emosi yang kamu rasakan dengan benar.
Berikut beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan dari memendam emosi:
Meningkatkan risiko depresi
Bahaya utama dari kebiasaan memendam emosi adalah meningkatkan risiko mengalami depresi. Pasalnya, seseorang yang memendam emosi akan merasa sendiri dan tidak ada tempat untuk mencurahkan emosi yang dirasakan. Kondisi ini akan menurunkan rasa percaya diri, dan jika terjadi dalam waktu lama bisa menjadi depresi.
Meningkatkan risiko penyakit fisik
Tanpa disadari, memendam emosi juga dapat mengundang berbagai penyakit fisik. Hal ini dikarenakan seseorang yang mengalami gangguan pada mentalnya akan mempengaruhi kesehatan fisiknya juga. Untuk itu, memperhatikan kesehatan keduanya sangatlah penting.
Memendam emosi akan membuat sistem imun menurun. Hal ini dapat mengundang berbagai penyakit fisik mulai dari penyakit ringan seperti pilek, hingga penyakit kronis seperti kanker. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Dialogues in Clinical Neuroscience pada tahun 2017 menyatakan bahwa terdapat kaitan antara peradangan dan stress yang timbul akibat memendam emosi.
Menghambat hubungan sosial
Sebagai makhluk sosial, sudah sepantasnya manusia memiliki hubungan yang baik antar sesama mereka. Sayangnya, memendam emosi dapat mengganggu hubungan tersebut. memendam emosi akan membuat orang lain tidak mengenal dirimu sebaik mungkin. Hal ini bisa jadi penghambat kamu untuk menjalin hubungan dengan lingkungan sosial.
Memicu kecemasan berlebih
Selain memicu gejala depresi, kebiasaan memendam emosi juga dapat memicu kecemasan berlebih. Kecemasan yang dirasakan dalam jangka waktu lama akan memproduksi hormon yang meningkatkan stress. Hal ini akan mengundang berbagai gejala fisik seperti jantung berdebar, mual, muntah, dan lain sebagainya.
Mengundang keinginan untuk bunuh diri
Jika kamu memendam emosi dalam jangka waktu yang cukup lama dan tidak mendapatkan penanganan apapun, kamu akan merasa stress berat hingga ke tahap berpikiran untuk bunuh diri. Seperti yang sudah dibahas di atas, emosi yang dipendam bagai menyimpan bom waktu. Jika kamu tidak dapat mengatasi emosi yang terpendam itu, maka perasaan untuk lari dari kehidupan merupakan jalan yang tidak jarang menjadi pilihan oleh beberapa orang.
Baca juga: Personality Disorder: Mengenal Lebih Jauh Gangguan Kepribadian Borderline
Tips Mengekspresikan Emosi

Setelah mengetahui bahaya dari memendam emosi, kamu harusnya sadar dan mulai belajar untuk mengekspresikan emosi yang kamu miliki. Hal ini tentu untuk kebaikan diri kamu sendiri. Berikut beberapa tips untuk mengekspresikan emosi:
Tidak ada salahnya untuk menangis
Salah satu cara yang dapat mengekspresikan emosi sedih adalah dengan menangis. Menangis bukan tanda bahwa kamu memiliki mental yang lemah. Tidak ada salahnya untuk menangis sejenak demi meluapkan perasaan sedih yang kamu alami.
Kamu bisa mencari tempat yang membuat kamu nyaman untuk mengekspresikan kesedihan mu. Setelah menangis, kamu akan merasa sedikit legah. Jika sudah cukup, keluarlah dan kembali menjalani kehidupan yang kamu miliki.
Journaling
Kamu pernah menulis diary saat kecil? Jika pernah, tidak ada salahnya untuk melakukannya lagi saat ini. Menulis diary atau yang dikenal juga dengan istilah journaling bisa membantu kamu mengekspresikan emosi yang kamu rasakan melalui tulisan.
Dengan journaling, kamu tidak perlu takut ada orang lain yang memperhatikan atau menganggap kamu aneh. Semua perasaan mu akan aman dalam journal yang telah kamu tulis.
Curhat
Kamu bisa mencari teman curhat seperti orang tua, saudara, atau sahabat. Walau mereka tidak memberikan solusi terhadap permasalahan yang sedang kamu alami, setidaknya dengan curhat perasaan mu akan sedikit lebih tenang.
Dengan curhat akan membuat kamu mengeluarkan segala uneg-uneg yang kamu rasakan. Namun jika kamu tidak memiliki tempat curhat, kamu bisa mengunjungi psikolog. Mereka tidak akan meremehkan masalah yang kamu hadapi, lagi pula curhat dengan psikolog akan membuat rahasiamu aman.
Selain beberapa cara di atas, kamu juga bisa melakukan cara lain sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki. Misalnya, jika kamu senang melukis, maka kamu bisa mengekspresikan emosi yang kamu rasakan dalam sebuah lukisan. Selain dapat mengekspresikan emosi, kamu juga menciptakan suatu karya yang indah.
Belajarlah untuk mengekspresikan emosi yang kamu rasakan saat ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Kebiasaan Ini Dapat Mengganggu Kesehatan Mental



