Deeptalk.co.id – Menjadi korban pelecehan seksual tentu merupakan pengalaman yang mampu menimbulkan luka mendalam. Terlebih lagi jika kondisi ini dialami oleh anak-anak yang masih di bawah umur. Bahkan cukup sering kasus pelecehan seksual berdampak pada berbagai masalah kesehatan mental. Bagaimana tidak, kondisi yang satu ini termasuk dalam salah satu kejadian traumatis.
Banyak sekali korban pelecehan seksual yang mengalami trauma. Dimana trauma tersebut pada akhirnya berdampak pada kehidupan sehari-hari mereka. Walaupun kejadian sudah berlalu dan pelaku sudah mendatangkan pengadilan, namun trauma yang dialami cukup sering berlangsung hingga seumur hidup.
Trauma yang dialami oleh setiap korban pelecehan seksual juga pada dasarnya cukup beragam. Untuk itu, artikel kali ini akan membahas mengenai beberapa jenis trauma yang dialami oleh korban pelecehan seksual.
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Korban pelecehan seksual memang identik dengan orang berjenis kelamin wanita. Namun yang jarang mendapatkan sorotan, pria juga bisa beresiko mengalami kondisi yang sama. Bahkan tidak jarang, pria yang menjadi korban pelecehan seksual justru mengalami trauma yang lebih dalam. Pasalnya, pria cenderung lebih memendam perasaan dibandingkan dengan wanita.
Trauma yang dialami oleh korban pelecehan seksual bisa berlangsung bahkan sampai seumur hidup. Maka dari itu, penting sekali bagi korban pelecehan seksual untuk mendapatkan pertolongan secara profesional dari orang-orang yang ahli pada bidang tersebut. Dalam hal ini adalah psikolog dan juga psikiater.
Berikut macam-macam trauma yang bisa dialami oleh korban pelecehan seksual:
Gangguan Stress Pasca Trauma (PTSD)

Gangguan stress pasca trauma atau post traumatic stress disorder (PTSD), adalah salah satu gangguan mental yang terjadi setelah seseorang melalui kejadian traumatis. Mengingat pelecehan seksual merupakan salah satu kejadian traumatis, maka gangguan yang satu ini merupakan salah satu gangguan yang cukup sering dialami oleh korban pelecehan seksual.
Penderita PTSD akibat pelecehan seksual umumnya akan memiliki ingatan yang mengganggu terkait kejadian traumatis yang mereka alami. Ingatan tersebut bahkan bisa menimbulkan kecemasan, gangguan tidur, bahkan terhambatnya aktivitas sehari-hari. Penderita juga cenderung melakukan upaya menghindar dari segala hal yang dapat memicu trauma mereka. Misalnya menjauhkan diri dari pelaku pelecehan seksual, tidak mengunjungi lokasi kejadian, bahkan menghindari pembahasan terkait kejadian traumatis yang dialami.
Baca juga : Depresi Psikotik : Depresi Dengan Gejala Delusi dan Halusinasi
Depresi

Selain PTSD, depresi juga menjadi salah satu gangguan mental yang cukup sering dialami oleh korban pelecehan seksual. Kejadian traumatis yang dialami secara tidak langsung meningkatkan emosi negatif, seperti sedih, marah, kecewa, putus asa, dan masih banyak lagi. Perasaan semacam inilah yang jika tidak segera ditangani, maka akan berujung pada depresi.
Korban pelecehan seksual yang mengalami depresi cenderung akan menarik diri dari lingkungan sosial mereka. Beberapa dari mereka akan tidur sepanjang hari, dan terjaga di malam hari. Sedangkan beberapa lainnya bahkan mampu tidur hingga berhari-hari. Depresi juga membuat penderita merasa putus asa dan tidak mencintai diri sendiri.
Hypoactive Sexual Desire Disorder (HSDD)

Trauma lainnya yang bisa dialami oleh korban pelecehan seksual adalah hypoactive sexual desire disorder atau trauma akibat kekerasan seksual. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah apatisme seksual atau keengganan seksual.
Seperti namanya, penderita hypoactive sexual desire disorder ditandai dengan rendahnya hasrat seksual yang dimiliki. Hal ini tentu disebabkan oleh pengalaman seksual yang menyakitkan akibat pelecehan seksual yang pernah dialami oleh penderita.
Sindrom Trauma Perkosaan

Jenis trauma berikutnya yang bisa dialami oleh korban pelecehan seksual adalah sindrom trauma perkosaan. Kondisi yang satu ini dialami oleh sebagian besar korban pelecehan seksual. Sindrom trauma perkosaan ini juga merupakan respon alami tubuh secara fisik dan mental terhadap kejadian traumatis yang tidak diharapkan itu.
Dalam kondisi sindrom trauma perkosaan ini penderita akan mengalami berbagai gejala yang beragam dengan tingkat keparahan yang beragam pula. Meski demikian, sebagian besar dari itu mengalami perasaan takut, cemas, peningkatan kewaspadaan, dan masih banyak lagi.
Itu dia beberapa macam trauma yang bisa dialami oleh korban pelecehan seksual. Selain trauma psikologis, korban juga bisa mengalami berbagai trauma fisik. Tentu saja setiap individu memiliki respon yang berbeda-beda terhadap kejadian traumatis yang menimpanya. Meski demikian sebagai antisipasi, tidak ada salahnya bagi korban pelecehan seksual untuk melakukan pemeriksaan secara fisik dan psikis. Hal ini akan membantu dalam mengidentifikasi gangguan sejak dini, sehingga penanganan yang didapatkan akan lebih optimal.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Seberapa Penting Konseling Psikologi Untuk Para Pelaku Percobaan Bunuh Diri?
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



