Semua artikel
Gangguan Kecemasan

Ligyrophobia: Ketakutan Akan Bunyi yang Kuat

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Fobia atau phobia merupakan kondisi psikologis yang sangat familiar. Fobia sendiri merupakan gangguan mental yang ditandai dengan timbulnya rasa takut berlebihan terhadap objek atau kondisi tertentu. Penderita fobia memang cukup banyak, saking banyaknya kita mungkin pernah menemui beberapa orang dengan kondisi tersebut dalam kehidupan kita.

Kondisi fobia ini terbagi lagi ke dalam banyak sekali jenis fobia berdasarkan objek atau situasi yang membuat mereka merasa takut. Salah satu yang mungkin kurang familiar adalah Ligyrophobia. Lantas, seperti apa sebenarnya Ligyrophobia itu? Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi Ligyrophobia, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai kondisi Ligyrophobia.

Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pengertian Ligyrophobia

Portrait of man standing against white background

Ligyrophobia merupakan salah satu jenis fobia yang ditandai dengan adanya rasa takut berlebih akan bunyi atau suara yang cukup kuat. Banyak orang yang mungkin merasa risih akan bunyi atau suara yang kuat. Meski demikian, hal tersebut umumnya tidak membuat seseorang merasa takut. Berbeda dengan penderita Ligyrophobia, mereka bisa merasa cemas, panik, atau takut berlebihan. Kondisi serupa juga memiliki istilah lain seperti phonophobia, Xenophobia atau Ligyrophobia.

Sama halnya dengan jenis fobia lain, kondisi Ligyrophobia juga masuk dalam kategori gangguan kecemasan. Selain itu, jenis fobia yang satu ini merupakan fobia khusus, yaitu rasa takut berlebih akan suara yang kuat.

Kondisi Ligyrophobia merupakan kondisi yang cukup mengganggu. Bagaimana tidak, saat berada di lingkungan sosial kita tidak bisa mengatur semua suara yang ada. Akan ada waktu dimana suara tak terdengar sama sekali, atau bahkan menjadi sangat kuat. Dengan demikian, kondisi Ligyrophobia cukup mempengaruhi kehidupan sehari-hari penderitanya.

Kondisi Ligyrophobia ini memiliki kesamaan dengan beberapa kondisi medis lainnya, seperti hiperakusia dan misophonia. Hiperakusia merupakan kecacatan pendengaran yang membuat penderitanya terlalu sensitif akan suara. Hal ini membuat mereka seakan menunjukan rasa takut berlebih akan suara. Meski demikian, hiperakusia bukanlah bagian dari fobia atau Ligyrophobia. Sedangkan misophonia adalah kondisi dimana seseorang merasa tidak nyaman atau terganggu dengan jenis suara tertentu. Kembali lagi, kondisi yang satu ini juga tidak masuk dalam kategori fobia atau Ligyrophobia.

Baca juga: Perbedaan Stress dan Depresi

Penyebab Ligyrophobia

Young Asian boy over white background, be upset; have a bad temper emotional.

Sama dengan kebanyakan jenis fobia, penyebab utama dari Ligyrophobia ini juga belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, para ahli beranggapan bahwa kondisi ini bisa dipicu oleh beberapa faktor, yaitu:

·         Faktor genetik, yaitu seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi Ligyrophobia atau jenis gangguan fobia dan gangguan kecemasan lainnya.

·         Trauma masa lalu, yaitu kejadian tidak menyenangkan yang dialami di masa lalu dan tidak terselesaikan atau tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

·         Komplikasi dari beberapa kondisi mental, seperti pada penderita autisme yang cenderung sensitif terhadap suara-suara kuat.

Gejala Ligyrophobia

Annoyed young man shut his ears, block annoying sound, unwilling to listen, standing on white background.

Gejala utama dari penderita Ligyrophobia tentunya berupa rasa takut berlebih terhadap suara-suara keras, misalnya pada suara guntur, kembang api, klakson kendaraan, teriakan, sirine, dan masih banyak lagi. Saat mendengar suara-suara semacam itu, penderita Ligyrophobia akan mengalami beberapa gejala umum, yaitu:

Gejala fisik

Gejala pertama berupa gejala fisik, yaitu respon fisik terhadap rasa takut penderita akan suara kuat tersebut. Gejala fisik dalam hal ini cukup beragam, bisa berupa tubuh gemetar, keringat berlebih, sesak nafas, detak jantung tidak beraturan, pusing, mual, nyeri di dada, hingga kehilangan kesadaran.

Gejala psikis

Gejala kedua berupa gejala psikis, yaitu respon mental atau emosional terhadap rasa takut penderita akan suara kuat tersebut. Sama halnya dengan gejala fisik, pada gejala psikis ini juga cukup beragam, bisa berupa kecemasan berlebih, rasa takut yang tak tertahankan, bimbang, melakukan tindakan tanpa pikir panjang, dan masih banyak lagi.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kondisi Ligyrophobia ini merupakan salah satu jenis fobia yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, penting untuk penderita Ligyrophobia mendapatkan penanganan yang tepat. Kabar baiknya, kondisi Ligyrophobia bisa disembuhkan.

Metode penyembuhan Ligyrophobia sendiri juga cukup beragam. Maka dari itu, segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater jika kamu mengalami beberapa kondisi di atas. Perlu diingat bahwa kondisi Ligyrophobia memiliki kesamaan gejala dengan beberapa masalah kesehatan lainnya. Dengan demikian, melakukan pemeriksaan terlebih dahulu akan membantu menemukan metode penanganan yang paling tepat, dan tentunya meminimalisir kesalahan diagnosa.

Itu dia penjelasan singkat mengenai kondisi Ligyrophobia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat, dan mendatangkan nilai positif bagi para pembaca.

Baca juga: Gejala Shopping Addiction

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Ligyrophobia: Ketakutan Akan Bunyi yang Kuat — DeepTalk