Deeptalk.co.id – Bisa dikatakan bahwa generasi yang mendominasi lingkungan sosial pada saat ini adalah mereka para generasi z atau yang biasa dikenal dengan gen z. Gen z merupakan orang-orang yang lahir pada tahun 1997 – 2012. Generasi yang satu ini memang lahir pada era perkembangan teknologi yang sangat pesat. Maka tidak heran jika pola pikir dan perilaku mereka memiliki banyak sekali perbedaan dengan generasi sebelumnya.
Gen z juga dikenal sebagai generasi dengan tingkat kreativitas yang tinggi, pandangan dan pola pikir yang terbuka, serta memiliki kepedulian terhadap permasalahan sosial. Sayangnya dibalik semua itu, gen z juga dikenal sebagai generasi dengan kondisi mental yang paling tidak stabil, dan mudah mengalami gangguan mental.
Salah satu karakteristik yang cukup menonjol pada gen z adalah rasa khawatir berlebih akan kehidupan sehari-hari. Hal tersebut tentu bukan tanpa alasan. Gen z tidak hanya bersaing dengan sesama mereka, namun juga dengan teknologi-teknologi yang telah tercipta, dan tentunya masih banyak hal lainnya yang membuat gen z memiliki kekhawatiran lebih terhadap kehidupan mereka. Perasaan khawatir berlebih ini tentu bukan hal yang bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya, hal tersebut bisa berujung pada masalah kesehatan mental yang kita kenal dengan istilah gangguan kecemasan atau anxiety disorder.
Pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai bagaimana bisa rasa khawatir berlebih pada gen z membuat mereka rentan terhadap gangguan kecemasan. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan bahan edukasi. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Apa Itu Gangguan Kecemasan?

Jika kita merujuk pada DSM-5 yang merupakan buku panduan diagnosa gangguan mental, gangguan kecemasan atau anxiety disorder merupakan kondisi dimana seseorang mengalami rasa takut berlebih sehingga memberikan dampak terganggunya aktivitas atau kegiatan sehari-hari.
Dengan pengertian di atas, rasanya cukup masuk akal bagaimana gen z dengan kekhawatiran berlebihnya mengalami gangguan kecemasan. Walaupun kondisi tersebut tentu tidak bisa disamaratakan terjadi pada seluruh gen z yang ada. Kembali lagi pada banyak faktor lainnya yang bisa mempengaruhi kondisi kesehatan mental seseorang.
Seseorang dengan gangguan kecemasan tidak hanya mengalami rasa takut yang dirasakan oleh orang-orang pada umumnya. Rasa takut dalam hal ini sampai mempengaruhi aktivitas sehari-hari mereka. Misalnya mengalami hambatan dalam bersosial, melakukan kegiatan rutin harian, dan masih banyak lagi.
Baca juga: Pengobatan Pada Penderita Neurodevelopmental Disorder
Sumber Kekhawatiran Gen Z

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Deloitte pada tahun 2023, kekhawatiran utama yang dialami oleh gen z bersumber pada biaya hidup, lalu disusul oleh rasa khawatir menjadi pengangguran, perubahan iklim, kesehatan mental, dan keamanan pribadi.
Khawatir akan biaya hidup
Melihat tingginya biaya hidup yang harus dipenuhi, ditambah lagi dengan gaya hidup yang jauh berbeda dengan generasi sebelumnya, tentu cukup wajar jika gen z menyimpan kekhawatiran besar akan hal tersebut. Selain itu, hal tersebut juga dipengaruhi oleh peningkatan inflasi, meningkatnya jumlah pengangguran, dan ketidakpastian ekonomi.
Khawatir menjadi pengangguran
Kekhawatiran kedua ini tentu memiliki hubungan dengan kekhawatiran sebelumnya. Selain itu, gen z juga melalui fase pandemi COVID-19 yang membuat kondisi keuangan seluruh negara menjadi tidak stabil, persaingan yang ketat di dunia kerja, hingga kemajuan teknologi yang membuat posisi-posisi tertentu tidak perlu dikerjakan oleh manusia lagi.
Khawatir akan perubahan iklim
Gen z memang hidup pada perkembangan teknologi yang pesat. Namun disisi lain, kondisi alam tidak sebaik yang dialami oleh generasi sebelumnya. Hal inilah yang membuat perubahan iklim menjadi lebih tidak stabil. Banyaknya bencana alam yang terjadi akibat perubahan iklim tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi gen z.
Khawatir akan kesehatan mental
Jika generasi sebelumnya hanya fokus akan kesehatan fisik saja, gen z justru menyimpan kepedulian besar terhadap kesehatan mental. Hal ini bisa saja dipicu oleh meningkatnya ilmu pengetahuan, dan kemudahan dalam mengakses informasi.
Khawatir akan keamanan pribadi
Rasa khawatir dengan jumlah responden paling sedikit adalah kekhawatiran akan keamanan pribadi. Hal tersebut pada dasarnya mencakup banyak hal, bisa jadi keamanan dalam bersosial, resiko kejahatan online yang mungkin tidak dialami generasi sebelumnya, pelecehan seksual, hingga ancaman terhadap privasi individu.
Itu dia beberapa sumber kekhawatiran yang dialami oleh gen z. Selain rasa khawatir yang dipaparkan di atas, tentu ada hal-hal lainnya yang memungkinkan gen z merasa khawatir. Jika rasa khawatir ini dibiarkan begitu saja, dan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, tidak menuntut kemungkinan kondisi tersebut mengalami pada masalah kesehatan mental yaitu gangguan kecemasan atau anxiety disorder.
Jika kamu merupakan seorang gen z dan memiliki kekhawatiran berlebih sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Neurodevelopmental Disorder: Gangguan Perkembangan Otak dan Fungsi Saraf
Sumber:
Sany, U. P. (2022). Gangguan kecemasan dan depresi menurut perspektif Al Qur’an. Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(1), 1262-1278.
Zaman, S. N. (2024). Survey Deloitte: Kekhawatiran Gen Z dalam Hidup. AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis, 4(1), 54-62.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



