Deeptalk.co.id – Post trauma stress disorder (PTSD) atau yang juga dikenal dengan istilah gangguan stress pasca trauma, adalah gangguan mental yang dialami setelah seseorang mengalami kejadian traumatis. Cukup banyak kejadian traumatis yang bisa memicu gangguan stress pasca trauma, misalnya mengalami bencana alam, korban kekerasan dalam rumah tangga, korban perundungan, korban pemerkosaan, dan lain sebagainya.
Gangguan stress pasca trauma sendiri memiliki beberapa sub bagian lagi, tergantung dengan kejadian traumatis yang dialami. Pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai gangguan stress pasca trauma pada korban pemerkosaan yang dikenal dengan istilah rape trauma syndrome (RTS).
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi pemeriksaan lebih lanjut kepada psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Rape trauma syndrome adalah bagian dari gangguan stress pasca trauma yang secara spesifik dialami oleh korban pemerkosaan atau kekerasan seksual. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah sindrom trauma perkosaan.
Korban kekerasan seksual akan mengalami perubahan baik dalam segi pikiran, perasaan, maupun perilaku. Dimana perubahan-perubahan tersebut bisa berlangsung berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan bisa terbawa hingga seumur hidup jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Mengalami kejadian traumatis, khususnya kekerasan seksual, akan sangat mempengaruhi kehidupan korban, terlepas dari pelaku mendapatkan ganjaran akan perbuatannya atau tidak. Bahkan, rape trauma syndrome juga bisa dialami oleh korban percobaan kekerasan seksual.
Korban kekerasan seksual memang umumnya adalah perempuan. Meski demikian, laki-laki juga bisa beresiko mengalami kejadian traumatis tersebut. Rape trauma syndrome sendiri bisa dialami oleh korban kekerasan seksual baik perempuan maupun laki-laki.
Penyebab Rape Trauma Syndrome

Jika kita melihat dari pengertian rape trauma syndrome itu sendiri maka sudah cukup jelas bahwa penyebab utama dari rape trauma syndrome adalah pemerkosaan atau kekerasan seksual. Namun secara lebih spesifik, berikut beberapa penyebab dari kondisi rape trauma syndrome:
Percobaan pemerkosaan
Salah satu penyebab seseorang mengalami rape trauma syndrome adalah pernah menjadi korban percobaan pemerkosaan. Walaupun tindakan pemerkosaan tidak berhasil dialami, namun korban tetap bisa merasa trauma akan hal tersebut. Bahkan, korban memiliki ketakutan akan bayangan mengenai kemungkinan terjadinya kejadian traumatis tersebut.
Baca juga : Rape Trauma Syndrome : PTSD Pada Korban Pemerkosaan
Kontak seksual yang dipaksakan oleh pelaku
Penyebab lainnya dari kondisi rape trauma syndrome adalah kontak seksual yang dipaksakan oleh pelaku. Walaupun korban tidak dipaksa untuk melakukan hubungan seksual, namun kontak seksual seperti menyentuh tubuh korban juga bisa memicu trauma tersendiri. Tindakan menyentuh area-area sensitif pada tubuh juga sudah masuk dalam kategori pelecehan seksual yang bisa memicu kondisi rape trauma syndrome.
Tindakan seksual yang dipaksakan oleh pelaku
Penyebab utama dari kondisi rape trauma syndrome adalah tindakan seksual yang dipaksakan oleh pelaku. Dalam hal ini, pelaku melakukan aktivitas seksual dengan korban tanpa persetujuan dari korban itu sendiri. Tindakan semacam ini tentu akan menimbulkan rasa trauma yang bisa menghantui seseorang bahkan sampai seumur hidup.
Gejala Rape Trauma Syndrome

Pada dasarnya, sebagian besar korban kekerasan seksual akan mengalami kondisi rape trauma syndrome. Bahkan jika kekerasan seksual sudah lama berlalu. Dalam beberapa kasus, korban kekerasan seksual memang seakan baik-baik saja setelah kejadian traumatis tersebut. Namun kebanyakan dari mereka justru menyangkal keberadaan rape trauma syndrome tersebut.
Maka dari itu, setiap korban kekerasan seksual sudah sepantasnya untuk setidaknya melakukan konsultasi psikologi kepada psikolog atau psikiater. Hal ini penting untuk menghindari timbulnya komplikasi dari ada yang mereka alami. Selain itu, korban juga akan dibantu untuk bisa melalui trauma yang dialami sebaik mungkin.
Penderita rape trauma syndrome akan mengalami berbagai gejala yang beragam, dengan tingkat keparahan yang beragam juga. Meski demikian, secara umum mereka akan mengalami beberapa gejala berikut:
· Kecemasan berlebih.
· Mengalami perubahan suasana hati yang signifikan.
· Timbulnya perasaan putus asa dan tidak berdaya akan kondisi dialami.
· Cenderung menarik diri dari lingkungan sekitarnya.
· Mengalami disfungsi seksual, yaitu penurunan hingga kehilangan minat terhadap aktivitas seksual.
· Sering dihantui rasa takut akan kekerasan seksual yang dialami sebelumnya.
· Kesulitan berkonsentrasi.
· Cenderung menyalahkan diri sendiri akibat kejadian traumatis yang dialami.
· Merasa rendah diri, hingga kehilangan arti kehidupan.
· Depresi.
· Timbulnya keinginan untuk melukai diri, bahkan melakukan percobaan bunuh diri.
Itu dia sekilas penjelasan mengenai kondisi rape trauma syndrome. Dapat disimpulkan bahwa rape trauma syndrome merupakan kondisi mental yang sangat perlu untuk mendapatkan pertolongan psikologis. Dengan begitu, korban kekerasan seksual tetap bisa menjalani kehidupannya dengan baik.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Hypoactive Sexual Desire Disorder : Tidak Tertarik Untuk Melakukan Hubungan Seksual
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



