Semua artikel
Gangguan Kecemasan

Kenali Gejala dan Komplikasi Body Dysmorphic Disorder

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Body dysmorphic disorder merupakan salah satu gangguan mental yang ditandai dengan perilaku seseorang untuk selalu memikirkan kekurangan atau kecacatan pada fisik mereka. Walaupun istilah body dysmorphic disorder cukup asing, namun kenyataannya kondisi ini banyak diderita baik disadari maupun tidak disadari.

Pada dasarnya, memang lebih banyak wanita yang mengalami body dysmorphic disorder dibandingkan pria. Namun, gangguan ini juga cukup sering dialami oleh pria. Selain itu, body dysmorphic disorder juga lebih sering dialami di usia 15-30 tahun. Tidak mengherankan jika mengingat usia tersebut merupakan usia produktif dimana seseorang akan sangat memperhatikan penampilan fisiknya.

Penderita body dysmorphic disorder akan sangat memperhatikan penampilan fisiknya. Mereka akan melakukan segala hal untuk mendapatkan penampilan yang sempurna. Tidak masalah bagi mereka jika harus menghabiskan waktu lama untuk berdandan, atau bahkan menghabiskan banyak uang untuk melakukan serangkaian operasi plastik. Hal tersebut akan mendatangkan kepuasan pribadi terhadap penderita body dysmorphic disorder, namun sayangnya hal ini hanya berlangsung sementara.

Artikel ini akan menjelaskan lebih detail mengenai gejala dan komplikasi terhadap body dysmorphic disorder. Namun, perlu diketahui bahwa artikel ini hanya sebagai bahan edukasi dan tidak bisa dijadikan rujukan untuk melakukan self diagnosis.

Jika pembaca menemukan kondisi serupa antara isi artikel dari diri sendiri atau orang disekitar, sebaiknya segera melakukan konsultasi dengan para ahli untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Gejala Body Dysmorphic Disorder

Penderita body dysmorphic disorder biasanya mengkhawatirkan bagian tubuh yang berbeda-beda pula. Adapun hal-hal yang umumnya dikhawatirkan oleh penderita body dysmorphic disorder yaitu:

·         Wajah, bagian tubuh yang satu ini merupakan hal pertama yang nampak oleh orang lain. Tidak heran jika penderita body dysmorphic disorder mengkhawatirkan penampilan wajah mereka. Misalnya, bentuk hidung yang pesek, mata yang terlalu sipit, dan lain sebagainya.

·         Kulit, bisa berupa kulit yang mengendor, kerutan di wajah, bekas luka, dan kondisi kulit lainnya yang dianggap mengalami kecacatan atau ketidaksempurnaan.

·         Rambut, merupakan mahkota bagi perempuan khususnya. Hal ini tentu menjadi fokus tersendiri bagi penampilan. Hal-hal yang dikhawatirkan bisa berupa rambut rontok, lepek, adanya ketombe, dan berbagai masalah rambut lainnya.

Selain beberapa hal di atas, tentunya masih banyak kondisi tubuh lainnya yang sering menjadi sumber kekhawatiran penderita body dysmorphic disorder.

Jika berbicara mengenai gejala, secara umum gejala yang ditunjukkan oleh penderita body dysmorphic disorder adalah rasa cemas atau khawatir berlebih terhadap penampilan mereka yang dirasa memiliki kecacatan atau kekurangan.

Baca juga : Apa Itu Body Dysmorphic Disorder?

Secara spesifik setiap orang bisa jadi mengalami gejala yang berbeda-beda. Untuk itu diperlukan konsultasi dengan Psikolog agar dapat memastikan diagnosis yang tepat. Walau demikian, pembaca bisa melihat beberapa gejala berikut untuk dapat memulai konsultasi dengan Psikolog:

·         Menghabiskan waktu lama untuk memperhatikan setiap detail dan serinci mungkin mengenai penampilan diri sendiri.

·         Meyakini bahwa dirinya memiliki kecacatan atau ketidaksempurnaan terhadap penampilannya. Walaupun sebenarnya hal tersebut tidak terlihat oleh kebanyakan orang.

·         Meyakini bahwa orang lain akan selalu fokus terhadap ketidak sempurnaan fisik yang dimilikinya. Walaupun sebenarnya orang lain tidak peduli akan hal tersebut.

·         Berulang kali memeriksa kondisi fisiknya di depan cermin untuk memastikan apakah dirinya masih dalam kondisi fisik yang sempurna atau tidak.

·         Melakukan upaya semaksimal mungkin untuk menutupi kekurangan pada fisiknya. Misalnya make up berjam-jam atau bahkan melakukan operasi plastik.

·         Cenderung perfeksionis, terutama terhadap penampilannya.

·         Menghindari situasi sosial.

·         Memiliki obsesi untuk selalu berpenampilan sempurna, sehingga sering kali menghabiskan waktu lama untuk bercermin atau mengecek kondisi tubuhnya.

Beberapa gejala di atas tentu tidak bisa memastikan apakah seseorang mengalami body dysmorphic disorder. Diagnosis dari para ahli seperti Psikolog tetap diperlukan agar penanganan yang diberikan juga tepat sesuai dengan gejala yang ditimbulkan oleh penderita.

Komplikasi Body Dysmorphic Disorder

Jika dilihat sekilas, body dysmorphic disorder memang hanya seputar kecemasan terhadap penampilannya. Namun, gangguan yang satu ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya, gangguan ini juga dapat berkomplikasi dengan beragam kondisi kesehatan mental lainnya, yaitu:

Depresi

Penderita body dysmorphic disorder bisa mengalami depresi jika tidak mendapatkan penanganan dengan tepat. Depresi merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kesedihan yang mendalam dan sering kali membuat penderitanya kehilangan minat untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Obsessive compulsive disorder

Tidak hanya depresi, penderita body dysmorphic disorder juga bisa mengalami OCD. Pasalnya, kekhawatiran akan kecacatan fisik seseorang bisa meningkat menjadi gangguan lain yaitu gangguan obsesif kompulsif.

Penyalahgunaan NAPZA

Rasa takut akan penilaian negatif dari lingkungannya membuat penderita body dysmorphic disorder memiliki kemungkinan untuk mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan alkohol berlebihan sebagai pelarian mereka.

Jika beberapa tanda mengenai body dysmorphic disorder terdapat pada diri sendiri atau orang disekitar, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Psikolog untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat sesegera mungkin.

Semoga artikel ini dapat membantu.

Baca juga : Anak Kesulitan Berhitung dan Memahami Konsep Matematika? Waspada Gangguan Diskalkulia

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Kenali Gejala dan Komplikasi Body Dysmorphic Disorder — DeepTalk