Deeptalk.co.id – Dunia kerja merupakan salah satu tempat dengan tingkat tekanan yang cukup berat. Setiap karyawan tentu akan menghadapi tekanan yang berbeda-beda dalam menyelesaikan pekerjaannya. Tekanan yang terlalu berat dengan tingkat manajemen stress yang kurang, sering kali membuat karyawan mengalami berbagai macam gangguan mental.
Karyawan yang mengalami penurunan kesehatan mental, akan berakibat pada kesehatan fisiknya juga. Hal ini akan memberikan dampak negatif terhadap kinerja kerja dan produktivitas kerja karyawan tersebut.
Untuk memahami betapa pentingnya kesehatan mental bagi karyawan, artikel ini akan membahas lebih mendalam mengenai ciri-ciri, penyebab, hingga gangguan mental yang sering dialami oleh karyawan.
Ciri-Ciri Karyawan Dengan Masalah Kesehatan Mental

Setiap karyawan perlu memperhatikan kondisi mentalnya sendiri, dengan begitu mereka dapat merasa lebih bahagia dalam menjalani keseharian. Meski begitu, perusahaan juga seharusnya peduli akan kesehatan mental karyawannya, pasalnya hal ini akan berdampak pada produktivitas karyawan dan secara tidak langsung mempengaruhi peningkatan omset perusahaan.
Untuk itu, berikut beberapa ciri karyawan yang sedang mengalami masalah pada kesehatan mental:
Emosi tidak stabil
Walaupun memiliki banyak tekanan dalam pekerjaan, mampu mengendalikan emosi tetap merupakan keahlian orang dewasa. Sayangnya, kondisi ini tidak selalu berjalan dengan baik. Karyawan yang memiliki masalah dengan kesehatan mentalnya akan menunjukkan emosi yang tidak stabil.
Mereka akan mudah marah dengan hal-hal sepele, mudah tersinggung akan nasehat yang diberikan, bahkan mudah merasa sedih saat mendapatkan teguran.
Mudah lelah dan terserang penyakit
Kesehatan mental yang terganggu akan berpengaruh kepada kesehatan fisik seseorang. Karyawan dengan kondisi mental yang tidak stabil akan mudah merasa lelah akibat pikiran yang tidak kunjung berkurang.
Selain itu, karyawan yang mengalami kelelahan akan membuat sistem imun melemah dan mudah terserang berbagai jenis penyakit. Misalnya, musing, mual, gangguan pada organ pencernaan, dan lain sebagainya.
Produktivitas menurun
Kondisi mental yang tidak stabil akan membuat karyawan kesulitan untuk berkonsentrasi. Hal ini akan memberikan dampak negatif terhadap produktivitas kerjanya. Selain itu, hasil kerja juga tidak akan sebaik saat karyawan sedang dalam kondisi mental yang baik.
Absensi yang buruk
Kondisi mental yang tidak stabil membuat karyawan kehilangan semangat untuk bekerja. Hal ini membuat mereka mencari cara untuk tidak hadir bekerja. Tentu saja akan berdampak terhadap pekerjaan yang menumpuk dan menyebabkan stress pada karyawan tersebut.
Penyebab Gangguan Mental Pada Karyawan

Agar karyawan tidak mengalami gangguan mental, baik perusahaan dan karyawan itu sendiri perlu memperhatikan dan menghindari penyebab dari gangguan mental pada karyawan. Berikut beberapa hal yang menyebabkan karyawan mengalami gangguan menta:
Hubungan dengan rekan kerja, atasan, dan bawahan
Rekan kerja yang tidak bisa diajak bekerja sama, atasan yang terlalu banyak menuntut, hingga bawahan yang tidak bisa diatur akan membuat seseorang mengalami stress kerja yang berujung pada burnout.
Beban kerja
Beban kerja yang berlebihan akan bisa menjadi tekanan bagi setiap karyawan. Karyawan yang tidak dapat mengatasi tekanan tersebut bisa menjadi stress bahkan depresi dalam mengerjakan beban kerja tersebut.
Baca juga: Tips Memilih Mainan untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Gangguan Mental yang Sering Dialami Karyawan

Setelah mengetahui ciri-ciri dan penyebab karyawan mengalami gangguan mental, kamu juga perlu mengetahui gangguan mental apa saja yang sering dialami oleh karyawan. Berikut beberapa gangguan yang dimaksud:
Depresi
Gangguan ini merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kesedihan yang mendalam, hingga kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya disenangi. Depresi pada karyawan sering kali membuat karyawan kehilangan minat terhadap pekerjaan mereka. Hal ini berdampak kepada produktivitas karyawan.
Gangguan kecemasan
Gangguan yang satu ini cukup sering mengganggu performa karyawan. Gangguan kecemasan pada karyawan biasanya diakibatkan oleh rasa takut berlebih terhadap seseorang atau suatu kejadian yang berlangsung di tempat kerja.
Kecemasan pada karyawan akan mengakibatkan kegelisahan, kesulitan berkonsentrasi, dan kelelahan yang terus-menerus. Hal tersebut akan membaik seiring dengan menghilangnya perasaan cemas.
Gangguan bipolar
Gangguan yang satu ini tidak kalah serius dengan gangguan lainnya. Gangguan bipolar ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem dari kondisi depresi menjadi kondisi manik, atau sebaliknya.
Karyawan yang mengalami gangguan bipolar akan over produktif saat sedang dalam kondisi manik. Mereka bekerja terlalu keras, merasa bahagia yang berlebihan, bahkan berbicara dengan sangat cepat.
Saat sedang dalam kondisi depresi, karyawan akan sangat terpuruk. Mereka akan terlihat sangat putus asa, kehilangan semangat untuk bekerja, mudah lelah, dan tentu saja memperburuk hasil kerja mereka.
PTSD
Post-traumatic stress disorder (PTSD) atau yang dikenal juga dengan gangguan pasca trauma ternyata juga sering dialami oleh karyawan. Pasalnya, beberapa perusahaan atau kondisi di lapangan kerap kali membuat karyawan mengalami trauma. Misalnya, menyaksikan atau bahkan mengalami kecelakaan kerja, bullying di kantor, atau kondisi-kondisi tidak menyenangkan lainnya.
Itu dia gangguan mental yang sering dialami oleh karyawan. Sebagai karyawan, penting untuk tetap sehat secara mental dalam bekerja. Semoga artikel ini bermanfaat.
Baca juga: Mengenal Keistimewaan Anak Autis



