Semua artikel
Gangguan Kecemasan

Kenali Dampak Gangguan Obsesif Kompulsif Pada Usia Dewasa

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Pernakah kamu keluar rumah dengan keadaan khawatir karena memikirkan pintu rumah sudah terkunci dengan baik atau tidak. Perasaan tersebut lalu membuat kamu kembali ke rumah hanya untuk mengecek pintu rumahmu. Kondisi semacam itu pada dasarnya cukup normal dan bisa dialami oleh siapa saja. Namun, jika terjadi berulang kali dan menghambat aktivitas sehari-hari, maka bisa jadi kamu sedang mengalami gangguan obsesif kompulsif.

Gangguan obsesif kompulsif pada dasarnya bisa dialami oleh siapa saja, baik itu anak-anak, hingga orang dewasa sekalipun. Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa orang dewasa memiliki banyak sekali aktivitas yang memerlukan produktivitas tinggi. Sayangnya, gangguan obsesif kompulsif sungguh mengganggu produktivitas seseorang.

Pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai gangguan obsesif kompulsif khususnya untuk usia dewasa. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pengertian Gangguan Obsesif Kompulsif

Gangguan obsesif kompulsif adalah salah satu gangguan mental yang juga termasuk dalam kategori gangguan kecemasan. Gangguan obsesif kompulsif atau obsessive compulsive disorder ditandai dengan dorongan dalam diri yang tidak tertahankan (obsesi) dan menimbulkan perilaku paksaan (kompulsif). Singkatnya, kondisi gangguan obsesif kompulsif ini membuat individu memiliki dorongan untuk melakukan sesuatu secara berulang-ulang.

Sekilas kondisi gangguan obsesif kompulsif ini memang tidak begitu berbahaya. Jika dilihat dari sisi lain, penderita gangguan obsesif kompulsif melakukan tindakan berulang kali untuk memastikan apakah mereka sudah bertindak dengan benar atau tidak. Misalnya pada kasus mengecek kunci pintu seperti yang dipaparkan di awal. Sayangnya, jika diperhatikan lebih dalam lagi, perilaku tersebut justru lebih membuang-buang waktu, kehilangan produktivitas, dan yang pasti ketidaktenangan dalam diri individu itu sendiri.

Penderita gangguan obsesif kompulsif tidak bisa mengendalikan pikiran akan obsesi mereka. Hal inilah yang membuat mereka berulang kali terjebak dalam situasi yang sama. Dengan demikian, kondisi obsesif kompulsif ini sangat mengganggu individu, baik dalam berkegiatan sehari-hari, maupun dalam ketenangan jiwa individu tersebut.

Baca juga: Waspada Dampak Pernikahan Dini Terhadap Kesehatan Mental

Penyebab Gangguan Obsesif Kompulsif Pada Orang Dewasa

Gangguan obsesif kompulsif memang bisa dialami oleh seluruh jenjang usia. Meski demikian, kondisi ini paling sering dialami oleh orang-orang di usia remaja atau dewasa awal. Gangguan obsesif kompulsif juga lebih sering dialami oleh laki-laki dibandingkan dengan perempuan.

Hampir sama dengan masalah kesehatan mental lainnya, gangguan obsesif kompulsif pada usia dewasa juga tidak memiliki penyebab tunggal. Kondisi yang satu ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, diantaranya:

Faktor genetik

Kondisi gangguan obsesif kompulsif bisa dipicu oleh faktor genetik, artinya orang-orang yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi gangguan obsesif kompulsif atau jenis gangguan kecemasan lainnya lebih berpotensi mengalami gangguan obsesif kompulsif. Selain karena keturunan, kondisi ini juga bisa dipicu oleh rendahnya kadar serotonin di dalam otak. Sehingga otak bekerja lebih keras dari biasanya.

Faktor lingkungan

Selain faktor genetik, faktor lingkungan juga cukup mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. Dalam hal ini, individu yang dikelilingi oleh penderita gangguan obsesif kompulsif akan berpotensi mengalami kondisi yang sama. Terlebih lagi jika orang tua atau pengasuh mengalami kondisi serupa. Pasalnya, bisa jadi perilaku obsesif kompulsif itu justru dipelajari sejak kecil dari pengasuh.

Faktor psikologis

Kondisi gangguan obsesif kompulsif juga bisa dipicu oleh beberapa faktor psikologis. Misalnya pada orang-orang dengan tingkat stress yang tinggi, depresi, atau dampak dari pengalaman traumatis tertentu. Kondisi-kondisi semacam itu cukup rentan terhadap gangguan obsesif kompulsif.

Dampak Gangguan Obsesif Kompulsif Pada Usia Dewasa

Seperti yang sudah dipaparkan secara singkat di awal, gangguan obsesif kompulsif cukup mempengaruhi kehidupan orang dewasa. Orang dewasa umumnya lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan sosial, baik itu di tempat kerja, lingkungan tempat tinggal, atau grup-grup sosial lainnya. Sayangnya, kondisi gangguan obsesif kompulsif justru bisa menghambat segala bentuk interaksi sosial semacam itu.

Dalam banyak kasus, penderita gangguan obsesif kompulsif juga mengalami penurunan produktivitas akibat perilaku berulangnya tersebut. Walaupun mereka memiliki kualitas kerja yang baik, namun sayangnya seringkali pekerjaan mereka tidak memenuhi target waktu yang telah ditetapkan.

Selain itu, kondisi gangguan obsesif kompulsif pada orang dewasa juga bisa memicu berbagai masalah kesehatan mental. Misalnya penderita berpotensi mengalami jenis gangguan kecemasan lainnya, depresi, gangguan bipolar, gangguan penyalahgunaan zat, bahkan skizofrenia. kondisi ini juga bisa menimbulkan keinginan untuk bunuh diri.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai dampak gangguan obsesif kompulsif pada usia dewasa. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Manfaat dan Cara Stimulasi Perkembangan Motorik Pada Anak

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Kenali Dampak Gangguan Obsesif Kompulsif Pada Usia Dewasa — DeepTalk