Deeptalk.co.id – Gen z atau generasi z adalah generasi yang lahir pada tahun 1997-2012. Generasi ini juga dikenal sebagai generasi modern. Pasalnya, mereka cenderung lebih familiar dengan teknologi. Jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Bagaimana tidak, gen z memang lahir pada masa perkembangan teknologi yang sangat pesat. Hal ini jugalah yang membuat mereka cenderung memiliki pemikiran yang lebih jauh, pertemanan yang lebih luar, dan kreativitas yang lebih tinggi.
Sayangnya, banyak stigma di masyarakat bahwa gen z merupakan generasi yang lemah. Mereka dipandang tidak memiliki mental kuat jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Kemudahan hidup yang dibantu oleh teknologi seakan membuat para gen z hidup dengan terlalu banyak kenyamanan.
Namun tahukah kamu bahwa banyaknya fasilitas yang dimiliki gen z menjadi setimpal dengan munculnya hambatan-hambatan baru yang tidak dialami oleh generasi sebelumnya. Sebagai contoh, generasi sebelumnya mungkin tidak pernah terbayang bagaimana perundungan terjadi secara tidak langsung. Sedangkan para gen z sangat familiar dengan yang namanya cyber bullying atau perundungan melalui media online. Tentu saja itu hanya satu dari banyaknya hambatan yang dialami oleh para gen z di tengah perkembangan teknologi ini.
Gen z juga dikenal sangat rentan mengalami gangguan mental, seperti depresi, bipolar, bahkan ADHD yang merupakan bagian dari gangguan neurologis. ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan kondisi dimana seseorang mengalami gangguan pada kemampuan kontrol impuls, perhatian, dan juga aktivitas. Kondisi ini sebenarnya sudah ada sejak lama, namun cukup banyak kasus ditemukan pada gen z. Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai dampak ADHD dan cara menangani ADHD pada gen z.
Dampak ADHD Pada Gen Z

Seperti yang kita ketahui, saat ini para gen z sudah mulai memasuki dunia kerja dan kehidupan sosial yang lebih dalam. Maka, kondisi ADHD tentunya harus menjadi perhatian khusus. Jangan sampai, para gen z dengan ADHD justru tidak menyadari kondisinya. Pada akhirnya, mereka tidak bisa menempatkan diri dengan baik di lingkungan sosial.
Berikut beberapa dampak ADHD pada gen z:
Minimnya prestasi akademik
Penderita ADHD memang mengalami kesulitan untuk fokus atau memusatkan perhatian mereka. Selain itu, perilaku mereka yang cenderung hiperaktif atau tidak bisa diam juga sering dianggap sebagai tindakan pemberontak. Hal-hal semacam inilah yang membuat gen z dengan ADHD mengalami masalah dalam menempuh pendidikan, termasuk dalam meraih prestasi akademik. Meski demikian, bukan berarti penderita ADHD tidak bisa berprestasi. Dengan mengenali kondisi dan mendapatkan penanganan seawal mungkin, penderita ADHD tetap bisa menyalurkan bakat mereka.
Menimbulkan masalah sosial dan emosional
Tidak hanya masalah dalam prestasi akademik saja, gen z dengan ADHD juga bisa menimbulkan masalah sosial dan emosional. Kondisi ADHD ini memang umumnya ditandai dengan sifat dan sikap yang agresif, serta kesulitan dalam mengikuti instruksi. Maka dari itu, gen z dengan ADHD perlu mendapatkan treatment khusus untuk mengatasi masalah sosial dan emosional mereka.
Ketergantungan terhadap teknologi
Penderita ADHD umumnya memiliki kontrol impuls yang kurang. Maka dari itu kondisi ini bisa saja memicu ketergantungan terhadap teknologi. Pasalnya, mereka bisa menjadi sangat impulsif termasuk dalam menggunakan teknologi.
Baca juga: Ini Dia Alasan Kasus ADHD Meningkat Pada Gen Z
Cara Menangani ADHD Pada Gen Z

Setelah mengetahui dampak ADHD pada gen z, tentunya kita berhadap untuk tidak sampai pada dampak tersebut. Maka dari itu, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala ADHD:
Mendapatkan bantuan profesional
Tentu langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendapatkan bantuan dari profesional. Langkah yang satu ini sangat penting untuk mendapatkan diagnosa yang tepat. Dengan adanya diagnosa yang tepat, maka penanganan yang didapatkan juga bisa lebih tepat sasaran. Untuk langkah ini kamu bisa berkonsultasi langsung dengan psikolog atau psikiater terdekat. Kamu bisa bisa mengunjungi web deeptalk.co.id untuk mendapatkan konseling umum, psikoterapi, atau kebutuhan terkait kesehatan mentalmu.
Membiasakan pola hidup sehat
Kesehatan mental dan fisik merupakan satu kesatuan yang tidak bisa terlepaskan. Keduanya memang saling mempengaruhi satu sama lain. Maka dari itu, menjaga kesehatan fisik sama dengan menjaga kesehatan mental. Begitu juga sebaliknya. Membiasakan pola hidup sehat bisa dimulai dari banyak hal. Misalnya dengan memperhatikan asupan gizi, olahraga teratur, atau istirahat yang cukup.
Mengurangi penggunaan teknologi
Jangan sampai kondisi ADHD yang dialami justru menimbulkan masalah kesehatan lainnya. Termasuk kecanduan akan teknologi. Selain itu, teknologi juga bisa memicu ketidakstabilan emosi jika digunakan tidak tepat. Maka dari itu, mengurangi penggunaan teknologi merupakan langkah yang tepat.
Dukungan sosial dan keluarga
Gen z yang mengalami ADHD juga sangat membutuhkan dukungan sosial dan keluarga. Dukungan inilah yang nantinya akan menjadi penyemangat mereka untuk bisa beraktivitas selayaknya orang-orang pada umumnya. Maka dari itu, jika kamu memiliki teman atau keluarga dengan kondisi ADHD, kamu bisa menjadi teman yang baik untuk mereka.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai dampak dan cara penanganan ADHD pada gen z. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Tips Terhindar Dari Bipolar Ala Gen Z
Baca juga:
American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).
National Institute of Mental Health (NIMH). (2020). Attention Deficit/Hyperactivity Disorder.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Diagnosis dan Pengobatan ADHD.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



