Semua artikel
Gangguan Perkembangan Saraf

Ini Dia Alasan Kasus ADHD Meningkat Pada Gen Z

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Tahukah kamu bahwa menurut American Psychological Association (APA), hanya 45% gen z yang memiliki kesehatan mental yang baik. Artinya, lebih dari setelah populasi gen z mengalami masalah kesehatan mental, baik itu yang ringan, hingga yang berat. Beberapa studi juga menunjukan bahwa gen z memiliki tingkat stress yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Kondisi semacam itu bisa memicu berbagai masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, bipolar, dan juga ADHD.

ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan masalah kesehatan mental yang juga masuk dalam kategori gangguan neurodevelopmental atau gangguan perkembangan saraf. Kondisi ADHD umumnya ditandai dengan kesulitan untuk fokus atau memusatkan perhatian, impulsif, dan hiperaktif. ADHD sering kali dijumpai pada anak-anak. Namun, kondisi serupa juga bisa dialami oleh orang dewasa. Sayangnya, ADHD pada dewasa umumnya tidak disadari sehingga tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai ADHD pada gen z, dan faktor apa saja yang memicu gen z mudah mengalami ADHD. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami beberapa gejala gangguan mental. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Ciri-Ciri ADHD Pada Gen Z

Young pretty caucasian woman sitting on armchair in designed living room touching head with book

Untuk mengatasi suatu kondisi tertentu, kita perlu memastikan keberadaan kondisi tersebut. Hal yang sama juga berlaku untuk kasus ADHD. Mengenali ciri-ciri ADHD sejak awal akan memudahkan seseorang untuk mengidentifikasi, mendapatkan diagnosa, dan juga penanganan sedini mungkin. Dengan demikian, proses penanganan tidak sesulit jika dibandingkan dengan kondisi yang sudah lama dibiarkan.

Berikut beberapa ciri-ciri ADHD pada gen z:

Sulit fokus

Ciri pertama adalah kesulitan dalam memusatkan perhatian atau fokus akan suatu hal. Kondisi semacam ini bisa membuat penderita mudah untuk terdistraksi atau teralihkan fokusnya akan hal-hal lain. Tentu kesulitan untuk fokus ini juga bisa mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Misalnya dalam bekerja, belajar, atau sekedar melakukan interaksi sosial.

Impulsif dan agresif

Ciri kedua pada gen z dengan kondisi ADHD adalah perilaku mereka yang cenderung impulsif dan juga agresif. Impulsif adalah perilaku yang dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak kedepannya secara matang. Sedangkan agresif adalah perilaku melukai orang lain baik itu secara fisik maupun mental.

Hyperaktif

Ciri ketiga pada gen z dengan kondisi ADHD adalah perilaku yang cenderung hyperaktif dan tidak tenang. Hyperaktif sendiri adalah kondisi dimana seseorang berperilaku sangat aktif tanpa mempertimbangkan waktu, kondisi, dan juga situasi sekitar.

Sulit mengatur waktu prioritas

Ciri keempat pada gen z dengan kondisi ADHD adalah kesulitan mereka dalam mengatur waktu dan menentukan prioritas. Hal ini membuat mereka mengalami masalah dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam bekerja, atau bersekolah.

Sulit mengikuti instruksi

Ciri kelima pada gen z dengan kondisi ADHD adalah kesulitan mereka dalam mengikuti instruksi. Seperti yang dibahas pada poin sebelumnya, gen z cenderung impulsif, sulit fokus, dan agresif. Kondisi tersebutlah yang pada akhirnya membuat mereka bertindak sesuai dengan apa yang mereka inginkan saja.

Gangguan belajar dan bersosial

Ciri keenam pada gen z dengan kondisi ADHD adalah mereka cenderung mengalami kesulitan dalam belajar dan juga bersosialisasi. Sama halnya dengan poin sebelumnya, kondisi ini juga dipengaruhi oleh ciri-ciri yang lain.

Baca juga: Tips Terhindar Dari Bipolar Ala Gen Z

Faktor yang Mempengaruhi ADHD Pada Gen Z

Medium shot girl on couch screaming

Selain mengetahui apa saja ciri-ciri ADHD pada gen z. Kita juga perlu paham apa saja faktor yang bisa mempengaruhi ADHD pada gen z. Dengan begitu kita bisa menghindari faktor-faktor tersebut. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi ADHD pada gen z:

Genetik

Tidak bisa dipungkiri bahwa genetik masih berperan penting dalam pembentukan ADHD dalam diri seseorang. Genetik maksudnya adalah, seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi ADHD akan lebih besar kemungkinan mengalami kondisi serupa. Bahkan ditemukan sekitar 40-70% penderita ADHD yang memiliki keluarga dengan memiliki kondisi serupa.

Lingkungan

Selain genetik, kondisi lingkungan juga sedikit banyak memperbesar kemungkinan para gen z mengalami ADHD. Seperti yang kita ketahui, saat ini kondisi lingkungan sangat tidak stabil. ditambah lagi dengan polusi udara, perubahan iklim, dan juga paparan zat kimia. Dimana semua itu bisa memicu ADHD. Terutama pada anak dalam kandungan dengan ibu yang terpapar hal-hal tersebut.

Teknologi

Faktor yang mempengaruhi ADHD pada gen z berikutnya adalah teknologi. Faktor yang satu ini mungkin tidak dijumpai pada generasi sebelumnya. Mengingat gen z adalah generasi yang lahir pada era perkembangan teknologi yang sangat pesat. Sayangnya, penggunaan gadget dan media sosial yang berlebihan juga bisa memicu kondisi ADHD.

Gaya hidup

Setiap generasi tentu memiliki gaya hidup mereka masing-masing. Namun jika kita perhatikan, makin kesini, gaya hidup orang-orang semakin tidak sehat. Terutama para gen z yang cenderung malas gerak, pola tidur tidak teratur, mengkonsumsi makanan tanpa gizi seimbang, dan gaya hidup tidak sehat lainnya.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai ADHD pada gen z, dan beberapa faktor pemicu peningkatan kasus ADHD pada gen z. semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Kenali Pemicu Bipolar Pada Gen Z!

 

Baca juga:

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).

World Health Organization (WHO). (2018). Attention Deficit Hyperactivity Disorder.

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Diagnosis dan Pengobatan ADHD.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Ini Dia Alasan Kasus ADHD Meningkat Pada Gen Z — DeepTalk