Deeptalk.co.id – ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder adalah salah satu gangguan perkembangan saraf. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kesulitan untuk memfokuskan perhatian, berperilaku impulsif, dan cenderung hiperaktif. ADHD memang cukup sering dijumpai pada anak-anak, namun beberapa orang dewasa juga mengalaminya walaupun hal itu sulit untuk dideteksi.
Kondisi ADHD akan menjadi suatu tantangan tersendiri, terutama saat anak sudah mulai memasuki kehidupan sosial. Maka dari itu, ADHD perlu dideteksi sejak dini, dan mendapatkan perawatan dan penanganan yang tepat.
Salah satu dampak yang bisa dialami oleh penderita ADHD adalah memicu ketergantungan terhadap teknologi. Teknologi memang diciptakan untuk memudahkan pekerjaan manusia. Namun tentu tidak untuk digunakan secara berlebihan. Ketergantungan terhadap teknologi tentu bisa menjadi masalah baru lagi bagi penderita ADHD. Untuk memahami hal tersebut, artikel kali ini akan membahas mengenai alasan mengapa ADHD bisa memicu ketergantungan teknologi, gejala, dan cara mengatasinya.
Penyebab Ketergantungan Teknologi Pada Penderita ADHD

Hidup di era modern ini memang cukup sulit untuk lepas dari kontribusi teknologi yang ada. Hal yang sama dialami oleh penderita ADHD. Terlebih lagi, terdapat beberapa faktor yang bisa membuat penderita ADHD mengalami ketergantungan teknologi, yaitu:
Faktor neurologis
Faktor pemicu ketergantungan teknologi pada penderita ADHD bisa karena dipengaruhi oleh kondisi neurologis mereka. Penderita ADHD umumnya mengalami kesulitan dalam kontrol impuls mereka. Hal semacam ini terkadang membuat mereka menjadi sangat impulsif, termasuk dalam menggunakan teknologi. Selain itu, dalam beberapa kondisi mereka juga mengalami ketidakseimbangan dopamin, yang memperkuat perilaku kecanduan. Disfungsi pada sistem saraf di otak juga membuat penderita ADHD mudah terdistraksi oleh teknologi.
Faktor psikologis
Faktor kedua bisa dipengaruhi oleh kondisi psikologis penderita ADHD. Kondisi psikologis dalam hal ini bisa berupa penggunaan teknologi sebagai coping mechanism dari rasa kesepian, stress, kecemasan, atau kondisi tidak nyaman lainnya. Bisa juga kesulitan penderita dalam mengatur waktu, yang pada akhirnya membuat penderita ADHD menghabiskan terlalu banyak waktu dengan gadget atau sejenisnya.
Faktor lingkungan
Faktor ketiga bisa jadi pengaruhi oleh kondisi lingkungan pada penderita ADHD. Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini kita hidup di tengah-tengah teknologi. Artinya, sangat mudah untuk kita mengakses dan ketergantungan akan hal tersebut. Selain itu, beberapa orang mengalami tekanan sosial dan merasa lebih nyaman berinteraksi secara online. Kurangnya aktivitas fisik juga membuat kita lebih banyak menggunakan teknologi.
Baca juga: Kenali Dampak dan Cara Menangani ADHD Pada Gen Z
Gejala Kecanduan Teknologi Pada Penderita ADHD

Eratnya keterikatan kita pada teknologi di era modern ini terkadang membuat kita sulit mengetahui batas kapan itu normal, dan kapan itu sudah masuk dalam kategori kecanduan. Maka dari itu, kita perlu tahu batas-batas tersebut. Berikut beberapa gejala penderita ADHD sudah masuk dalam kategori kecanduan teknologi:
· Menggunakan teknologi secara berlebihan, yaitu lebih dari 4 jam sehari. Tentunya penggunaan tersebut dikarenakan dorongan dari dalam diri, bukan karena tuntutan pekerjaan, dan sejenisnya.
· Kesulitan mengontrol penggunaan teknologi, yaitu penderita tidak bisa mengatur waktu berhenti atau meminimalisir penggunaan teknologi mereka.
· Mengorbankan aktivitas lain untuk teknologi. Dalam hal ini, penderita bahkan rela untuk meninggalkan kegiatan-kegiatan penting, seperti bekerja, sekolah, kumpul keluarga, demi keterikatan mereka dengan teknologi.
· Merasa cemas, tidak tenang, atau gelisah saat tidak bisa menggunakan teknologi.
· Menjadikan teknologi sebagai media pelarian saat merasakan tekanan emosional.
Cara Mengatasi Kecanduan Teknologi Pada Penderita ADHD

Kecanduan teknologi akan menimbulkan masalah baru bagi penderita ADHD. Maka dari itu, kondisi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kecanduan teknologi pada penderita ADHD:
· Batasi penggunaan teknologi. Walaupun akan sulit di awal, namun ini adalah langkah yang perlu untuk dilakukan.
· Pahami prioritas kalian. Kita harus tahu apa yang menjadi prioritas kita. Dengan begitu, rayuan teknologi tidak akan membuat kita berpaling dari prioritas tersebut.
· Lakukan aktivitas fisik. Berdiam diri akan membuat kita semakin terpancing untuk menggunakan teknologi. Cobalah keluar rumah atau melakukan aktivitas fisik. Selain itu, langkah ini juga bisa membawa kita memiliki tubuh yang sehat.
· Dapatkan bantuan dari para profesional. Jika kamu sudah melakukan berbagai cara mandiri, dan tidak juga membantu. Tidak ada salahnya untuk mendapatkan bantuan dari para profesional. Kamu bisa berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater terkait kondisi yang kamu alami. Kamu juga bisa mengunjungi web deeptalk.co.id untuk mendapatkan konsultasi psikologis, psikotes, psikoterapi, dan juga psikoedukasi.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai faktor pemicu, gejala, dan cara mengatasi ketergantungan teknologi pada penderita ADHD. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang dibutuhkan.
Baca juga: Ini Dia Alasan Kasus ADHD Meningkat Pada Gen Z
Baca juga:
American Psychiatric Association (APA). (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).
National Institute of Mental Health (NIMH). (2020). Attention Deficit/Hyperactivity Disorder.
Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Diagnosis dan Pengobatan ADHD.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



