Semua artikel
Gangguan Perkembangan Saraf

Mengapa Penderita ADHD Bisa Sangat Impulsif?

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Beberapa diantara kita tentu tidak asing lagi dengan istilah ADHD. ADHD memang menjadi pembahasan pada banyak sekali media, baik itu online maupun offline. Kemudahan kita mengakses informasi juga mengenalkan kita pada kondisi ADHD. Selain itu, kasus ADHD yang kian meningkat juga menjadi salah satu alasan mengapa kondisi ini kian marak diperbincangkan.

Tahukah kamu bahwa kasus ADHD banyak dialami oleh para gen z. Hal tersebut bisa dilihat dari data yang dipaparkan oleh Centers for Disease Control and Prevention, dimana terdapat peningkatan kasus ADHD pada anak-anak dan remaja di Amerika Serikat, yaitu dari 6,1% pada tahun 2007-2009, menjadi 9,4% pada tahun 2016-2019. Selain itu, di Indonesia sendiri terdapat 11,8% kasus ADHD pada anak-anak usia 6-11 tahun pada 2020 kemarin.

ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder, yaitu salah satu gangguan mental yang ditandai dengan kesulitan memfokuskan pikiran, hiperaktif, dan perilaku yang cenderung impulsif. Dari pengertian tersebut timbul suatu pertanyaan, mengapa penderita ADHD cenderung berperilaku impulsif? Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai topik tersebut.

Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami beberapa gejala terkait kesehatan mental. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan para profesional. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Faktor Pemicu Perilaku Impulsif Pada Penderita ADHD

Confident young superhero boy in red cape holding idea bubble looking and pointing at camera isolated on white background with copy space

Perilaku impulsif pada penderita ADHD tentu tidak terjadi begitu saja. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

Faktor neurobiologis

Faktor pertama yang memicu perilaku impulsif pada penderita ADHD bisa dipengaruhi oleh kondisi neurobiologisnya. Kondisi neurobiologis ini bisa berupa kurangnya kontrol inhibitor, yang membuat otak penderita ADHD kesulitan mengatur impuls. Disfungsi pada sistem otak juga bisa mempengaruhi kesulitan dalam mengatur perhatian, memori, dan kontrol impuls. Terjadinya ketidakseimbangan dopamin juga mempengaruhi kontrol impuls. Pasalnya, dopamin memang berperan dalam mengatur motivasi, perhatian, dan kontrol impuls.

Faktor psikologis

Faktor kedua yang memicu perilaku impulsif pada penderita ADHD bisa dipengaruhi oleh kondisi psikologis mereka. Kondisi psikologis dalam hal ini bisa berupa kondisi emosional yang tidak terkontrol, alasan coping mechanism yang tidak bijak, kesulitan menunggu, dan sikap tidak sabaran. Dimana kondisi psikologis semacam itu memang kerap kali dijumpai pada penderita ADHD.

Baca juga: Waspada! ADHD Bisa Memicu Ketergantungan Terhadap Teknologi

Gejala Impulsif Pada Penderita ADHD

Impressed young superhero boy in red cape holding idea bubble looking and pointing up isolated on white background with copy space

Dari paparan pada poin sebelumnya kita jadi paham mengapa penderita ADHD cenderung berperilaku impulsif. Namun, untuk beberapa orang mungkin kurang bisa memahami apakah itu termasuk perilaku impulsif atau tidak. Maka dari itu, berikut beberapa gejala impulsif pada penderita ADHD:

·         Cenderung bertindak tanpa mempertimbangkan konsekuensi dari tindakannya tersebut. Hal tersebut tentu tidak patut untuk dilakukan. Pasalnya, pertimbangan terhadap konsekuensi dari tindakan kita bisa menjauhkan kita dari hal-hal yang tidak diinginkan.

·         Menginterupsi orang lain. Tindakan yang satu ini cenderung baik untuk kondisi-kondisi tertentu. Namun, perilaku impulsif pada penderita ADHD, interupsi yang diberikan umumnya akan berlebihan, dan membuat orang merasa tidak nyaman.

·         Tidak sabar untuk menunggu. Setiap orang memang memiliki batas kesabaran yang berbeda-beda. Namun perilaku impulsif pada penderita ADHD, akan membuat kesabaran mereka sangat tipis. Sehingga hal ini membuatnya sangat mustahil untuk disuruh tenang menunggu sesuatu.

·         Tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Dalam beberapa kondisi kita memang patut mengambil keputusan dengan cepat demi mengefisiensikan waktu. Namun bukan berarti keputusan itu diambil tanpa banyak pertimbangan. Salahnya, perilaku impulsif pada penderita ADHD ini cenderung membuat mereka mengambil keputusan cepat yang gegabah.

·         Berbicara tanpa memikirkan. Selayaknya pengertian dari impulsif itu sendiri, hal itu juga mempengaruhi mereka dalam berbicara. Maka hal ini membuat mereka terkesan ceplas-ceplos dalam berbicara.

Cara Mengatasi Impulsif

Confused young superhero boy in red cape holding and looking at idea bubble touching chin isolated on white background with copy space

Perilaku impulsif ini tentu perlu untuk dibenahi. Jangan sampai penderita membuat dirinya dan orang-orang disekitarnya merasa tidak nyaman. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi perilaku impulsif:

Konsultasi dengan profesional

Penderita ADHD memang seharusnya mendapatkan bantuan dari profesional. Untuk membantu mereka menjalani kehidupan selayaknya orang-orang pada umumnya. Dari konsultasi ini, penderita umumnya akan mendapatkan penanganan berupa terapi perilaku kognitif (CBT), latihan kontrol impuls, atau mengkonsumsi obat-obatan jika memang dibutuhkan.

Melakukan teknik relaksasi

Selain mendapatkan bantuan dari profesional, kita juga bisa melatih diri sendiri dengan melakukan teknik relaksasi. Teknik relaksasi sendiri cukup beragam. Bisa berupa meditasi, pengaturan nafas, yoga, dan masih banyak lagi.

Membiasakan pola hidup sehat

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan membiasakan pola hidup sehat. Seperti yang kita ketahui bahwa kesehatan fisik dan mental memang saling berkaitan satu sama lain. Pola hidup sehat dalam hal ini bisa berupa istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga teratur, dan lain sebagainya.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai perilaku impulsif pada penderita ADHD. Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Baca juga: Kenali Dampak dan Cara Menangani ADHD Pada Gen Z

 

Sumber:

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2020). Attention-Deficit / Hyperactivity Disorder.

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Diagnosis dan Pengobatan ADHD.

American Psychiatric Association (APA). (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).

National Institute of Mental Health (NIMH). (2020). Attention Deficit/Hyperactivity Disorder.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengapa Penderita ADHD Bisa Sangat Impulsif? — DeepTalk