Semua artikel
Gangguan Kecemasan

Jenis-Jenis dan Gejala Gangguan Obsesif Kompulsif

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Gangguan obsesif kompulsif atau obsessive compulsive disorder (OCD) tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Gangguan yang satu ini memang sudah cukup sering menjadi pembahasan, bahkan diangkat dalam beberapa film.

Gangguan obsesif kompulsif ditandai dengan adanya pemikiran atau dorongan yang tidak terkendali dan bersifat berulang (obsesif), sehingga pada akhirnya memicu perilaku yang bersifat paksaan (kompulsif). Kondisi yang satu ini sering kali digambarkan sebagai pikiran akan dorongan untuk melakukan tindakan berulang kali. Misalnya mencuci tangan berulang kali.

Walaupun terdengar sederhana, penderita gangguan obsesif kompulsif tidak merasakan ketenangan di dalam jiwanya. Mereka selalu merasa cemas atau khawatir akan beberapa hal. Perasaan tersebutlah yang mendorong mereka untuk melakukan perilaku berulang, yang pada dasarnya tidak diperlukan.

Lantas seperti apa sebenarnya gangguan obsesif kompulsif itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai jenis-jenis dan gejala gangguan obsesif kompulsif.

Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Jenis-Jenis Gangguan Obsesif Kompulsif

Seperti yang kita ketahui, kondisi gangguan obsesif kompulsif ini cukup mengganggu aktivitas dan pikiran penderitanya. Maka dari itu, penting bagi kita mengenali kondisi tersebut sedini mungkin. Dengan demikian kita bisa segera mendapatkan penanganan sebelum gejala yang ditimbulkan menjadi lebih parah.

Gangguan obsesif kompulsif sendiri terbagi atas beberapa jenis, yaitu:

Checking

Jenis gangguan obsesif kompulsif yang pertama adalah memeriksa atau checking. Seperti namanya, penderita gangguan obsesif kompulsif dengan jenis memeriksa ini cenderung melakukan pemeriksaan berulang kali terhadap kegiatan yang telah mereka lakukan. Misalnya berulang kali memeriksa kompor sudah dimatikan atau tidak, kunci pintu, saklar lampu, dan lain sebagainya. Termasuk memeriksa berulang kali pekerjaan kantor atau sekolah.

Contamination

Jenis gangguan obsesif kompulsif yang kedua adalah contamination. Penderita gangguan obsesif kompulsif dengan jenis contamination selalu merasa khawatir akan terkontaminasi, misalnya dari kontaminasi dari kuman, kotoran, virus, dan lain sebagainya. Perilaku mereka biasanya ditandai dengan tindakan menjaga kebersihan yang berlebihan, seperti mencuci tangan berulang kali.

Mental contamination

Jika jenis sebelumnya berbicara tentang kontaminasi akan hal-hal yang bersifat fisik, jenis yang satu ini justru berhubungan dengan mental. Dimana orang-orang dengan gangguan obsesif kompulsif jenis mental contamination memiliki kekhawatiran akan terkontaminasi perilaku negatif, ejekan, atau komentar-komentar jahat lainnya.

Baca juga: Kenali Dampak Gangguan Obsesif Kompulsif Pada Usia Dewasa

Hoarding

Jenis gangguan obsesif kompulsif selanjutnya adalah hoarding. Kondisi ini hampir sama dengan hoarding disorder, dimana penderita memiliki kebiasaan menimbun barang-barang bekas yang pada dasarnya sudah tidak digunakan lagi. Mereka memiliki kekhawatiran jika membuat benda tersebut, karena merasa masih membutuhkan atau memiliki ikatan emosional tersendiri.

Ruminations

Jenis gangguan obsesif kompulsif yang satu ini berhubungan dengan pikiran-pikiran yang tidak memiliki jawaban pasti. Dimana penderita gangguan obsesif kompulsif jenis ruminations atau perenungan ini sering dibuat tidak tenang akan pikiran mereka sendiri.

Intrusive thoughts

Jenis gangguan obsesif kompulsif selanjutnya masih berhubungan dengan pikiran. Namun pada jenis intrusive thoughts ini, pikiran yang timbul cenderung tidak diinginkan dan bersifat mengganggu. Biasanya pikiran seputar seksualitas, asmara, agama, dan hal-hal lain yang tidak bisa dipikirkan dengan logika.

Gejala Gangguan Obsesif Kompulsif

Penderita gangguan obsesif kompulsif akan menunjukan gejala obsesif, kompulsif, atau keduanya sekaligus. Adapun gejala yang ditunjukan adalah sebagai berikut:

Gejala obsesif

Beberapa gejala obsesif bisa berupa:

·         Timbulnya rasa takut akan terkontaminasi virus, kuman, dan lain sebagainya.

·         Timbulnya keraguan akan tindakan yang telah dilakukan, misalnya ragu sudah mematikan api kompor atau tidak.

·         Mengalami stress jika melihat benda atau barang-barang di sekitarnya tidak tersusun rapi.

·         Timbulnya pikiran untuk berteriak, mengumpat, atau berperilaku tidak pantas di depan umum.

·         Menghindari situasi yang bisa memicu obsesi.

Gejala kompulsif

Adapun gejala kompulsif sendiri bisa berupa:

·         Perilaku mencuci tangan berulang kali sehingga menimbulkan lecet atau luka pada telapak tangan.

·         Berulang kali mengecek pintu, kompor, saklar lampu, dan lain sebagainya.

·         Menyusun barang secara beraturan dengan pola yang sama.

·         Memiliki kebiasaan mengulang doa, kata, atau frasa.

·         Menghitung dalam pola tertentu.

Itu dia penjelasan singkat mengenai jenis dan gejala dari gangguan obsesif kompulsif. Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut jika kamu mengalami beberapa gejala di atas. Dengan begitu kamu akan terhindar dari self diagnosis, dan komplikasi dari kondisi yang kamu alami.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat,

Baca juga: Waspada Dampak Pernikahan Dini Terhadap Kesehatan Mental

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Jenis-Jenis dan Gejala Gangguan Obsesif Kompulsif — DeepTalk