Semua artikel
Gangguan Psikologi

Ini Dia Tanda Jika Anda Terjebak Pada Emotional Eating

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Makan secara emosional atau emotional eating sangat umum terjadi dan sebagian besar orang mungkin pernah melakukannya. Tujuan utama makanan adalah sebagai bahan sumber energi bagi tubuh, namun bagi sebagian besar lainnya, emosi memainkan penting dalam apa yang dimakannya. Inilah yang kemudian mendorong seseorang melakukan emotional eating dengan beragam tanda atau gejala yang berbeda dengan rasa lapar secara fisik.

Makan secara emosional adalah mekanisme penanggulangan yang sangat normal sebagai respons terhadap perasaan takut. Secara teknis, emotional eating adalah makan untuk melepaskan diri, mematikan rasa, mengubah atau memperkuat perasaan individu. Ini terjadi sangat normal dikarenakan sebagian besar pola makan pada seseorang juga didorong oleh emosi.

Menggunakan makanan sebagai self-reward atau penghargaan sesekali sepertinya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, seringnya emotional eating dapat menyebabkan makan berlebihan, pola makan yang tidak sehat dan penambahan berat badan. Emotional eating cenderung terjadi pada saat seseorang tidak lapar dan biasanya memilih makanan berat yang tinggi gula atau karbohidrat (junk food, makanan manis, dan sebagainya) untuk dimakan.

Ada hubungan biologis antara makan secara emosional dan stres. Yakni tubuh mulai memproduksi hormon yang disebut kortisol ketika individu mulai merasa khawatir atau kesal. Kortisol inilah yang membuat seorang individu mendambakan makanan manis, berlemak atau asin. Makanan juga merupakan sesuatu yang tersedia 24/7. Manusia dapat meraihnya kapan saja sepanjang hari, sehingga ketika mereka stres, sangat mudah untuk langsung menuju makanan.

Berikut ini adalah beberapa tanda atau gejala jika Anda sudah terjebak dalam emotional eating yang perlu Anda waspadai, yakni:

Makan Ketika Anda Memiliki Perasaan Tertentu

Merasa lapar biasanya tidak dipengaruhi oleh sesuatu seperti hari yang buruk di tempat kerja atau perselisihan dengan teman. Jika Anda merasa ingin makan pada saat-saat seperti ini, mungkin ini Anda mengalami salah satu tanda dari emotional eating. Perasaan yang bisa membuat Anda makan secara emosional antara lain stres, sedih, marah, kesepian, dan bosan. Bahkan perasaan positif seperti kebahagiaan bisa memicu Anda untuk makan secara emosional, misalnya sebagai hadiah atau saat perayaan.

Baca juga: Cara Mengatasi Time Dilation Disorder: Ketika Waktu Terasa Melambat

Keinginan Untuk Makan Sepertinya Muncul Begitu Saja

Rasa lapar yang sebenarnya akan meningkat secara bertahap seiring berjalannya waktu. Setelah Anda makan, Anda mungkin merasa kenyang untuk sementara waktu dan kemudian rasa lapar akan bertambah. Anda menginginkan variasi makanan yang berbeda, Anda merasakan sensasi kenyang dan Anda dapat melacak perasaan lebih puas atau kenyang saat Anda makan.

Namun sebaliknya, jika Anda tiba-tiba merasakan keinginan untuk makan yang sepertinya datang entah dari mana, kemungkinan besar ini adalah tanda dari emotional eating. Secara tiba-tiba dan mendesak, Anda bisa saja mengatakan bahwa “saya perlu makan sesuatu,” atau “saya butuh makanan manis”.

Hanya Menginginkan Satu Jenis Makanan

Saat Anda lapar, meskipun Anda menyukai suatu makanan, Anda menyadari bahwa makanan lainnya juga bisa Anda tetap konsumsi. Namun, emotional eating memiliki tanda yang berbeda dari lapar, di mana Anda cenderung berfokus pada atu jenis makanan. Keinginan tersebut bisa tetap ada sampai Anda memakannya. Jika Anda berkata pada diri sendiri, ‘Saya tidak ingin makan sesuatu hanya karena saya lapar. Saya ingin coklat, dan hanya itu yang bisa memuaskan saya,’ itu adalah tanda bahaya dari emotional eating.

Makanan Membuat Anda Merasa Aman

Jika Anda merasa bahwa makanan adalah teman atau tempat aman Anda, mungkin Anda sedang mengalami emotional eating. Ketika makanan menjadi cara Anda menghadapi kehidupan, kemungkinan besar Anda makan pada saat Anda tidak benar-benar lapar.

Kelaparan Emosional Bukanlah Perasaan Fisik

Anda mungkin tahu bahwa Anda lapar secara fisik karena perut keroncongan. Sedangkan berbeda dengan emotional eating yang lebih merupakan keinginan dalam pikiran Anda. Jika Anda menyadari diri Anda ingin makan tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda lapar secara fisik, kemungkinan besar ini adalah tanda bahwa Anda telah terjebak pada emotional eating.

Tidak Berhenti Meskipun Sudah Kenyang

Makan berlebihan adalah ciri lain dari makan emosional. Saat mengalami emotional eating, Anda cenderung menginginkan lebih dan lebih dan sulit untuk merasa puas. Sensasi yang dirasakan adalah Anda menginginkan makanan tersebut dan ini membuat Anda merasa lebih baik atau puas. Tidak peduli berapa banyak yang Anda makan, hal itu tidak akan pernah membuat Anda merasa puas sampai merasa mual atau terlalu kenyang dan kemudian berhenti makan. Ini tentu berbeda jika makan yang Anda lakukan disebabkan oleh rasa lapar fisik, maka Anda biasanya akan dengan senang hati berhenti makan setelah merasa kenyang.

Malu atau Merasa Bersalah Setelah Makan Berlebihan

Ketika mengalami emotional eating, tanda lainnya yang mungkin Anda rasakan ialah perasaan malu atau bersalah setelah menyadari bahwa Anda telah terlalu banyak makan. Anda mungkin menyadari bahwa emotional eating dengan perilaku makan berlebihan adalah hal yang buruk bagi tubuh Anda, yang bahkan bisa menyebabkan obesitas. Oleh karenanya, Anda masih tetap merasa malu dan bersalah, meskipun Anda kesulitan untuk mengendalikan emosi yang Anda alami hingga berujung pada emotional eating.

Baca juga: Persepsi Waktu: Kenapa Perjalanan Pulang Terasa Lebih Cepat Dibandingkan Waktu Pergi?

 

Sumber:

https://www.online-therapy.com/blog/how-to-overcome-emotional-eating/

https://health.clevelandclinic.org/emotional-eating/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Ini Dia Tanda Jika Anda Terjebak Pada Emotional Eating — DeepTalk