Deeptalk.co.id – Menjadi orang tua tentu merupakan tantangan tersendiri. Terutama bagi orang tua dari anak remaja. Remaja merupakan fase peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Selayaknya masa peralihan pada umumnya, di masa remaja ini seseorang akan mengalami banyak sekali perubahan dalam hidupnya. Mulai dari perubahan hormon, bentuk tubuh, pergaulan, dan masih banyak lagi.
Mungkin sudah tidak asing bagi sebagian orang akan kasus remaja yang melanggar norma sosial, atau timbulnya perilaku menyimpang yang tidak diduga-duga sebelumnya. Inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua. Pasalnya, tidak hanya itu perilaku remaja yang sulit untuk diprediksi. Remaja di era digital ini juga beresiko mengalami berbagai masalah kesehatan mental yang bisa mengancam masa depannya.
Maka dari itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas jenis-jenis gangguan mental yang mengancam remaja di era modern. Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi dalam artikel ini. Jangan ragu untuk mendapatkan konsultasi dengan psikolog untuk mengetahui diagnosa dan penanganan yang tepat.
Pada dasarnya ada banyak sekali jenis-jenis gangguan mental. Namun, tetap saja yang menegakkan diagnosa hanyalah psikolog maupun psikiater. Sebagai orang tua dan orang terdekat anak, tugas kita adalah memberikan arahan agar mereka tahu bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi kondisinya. Berikut beberapa jenis gangguan mental yang perlu diwaspadai terjadi pada anak remaja:
Gangguan Kecemasan dan Depresi

Gangguan kecemasan adalah salah satu gangguan mental yang ditandai dengan perasaan cemas, takut, atau khawatir berlebihan terhadap situasi atau objek tertentu. Sedangkan depresi, adalah jenis gangguan mental yang ditandai dengan timbulnya perasaan sedih mendalam, sehingga membuat penderita kehilangan minat akan kehidupan dan hal-hal yang sebelumnya dianggap menyenangkan.
Remaja di era modern ini sangat familiar dengan pengaplikasian media sosial. Bahkan, menggunakan media sosial sudah menjadi aktivitas rutin harian mereka. Sayangnya, penggunaan sosial media yang berlebihan inilah yang bisa memicu timbulnya gangguan kecemasan dan depresi.
Banyak remaja yang mempertahankan citra diri positif di media sosial sampai mengabaikan kondisi mereka yang sebenarnya. Tidak jarang hal tersebut membuat mereka tertekan, dan timbul ketidakpuasan akan diri sendiri, yang bisa berujung pada depresi maupun gangguan kecemasan.
Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Mekanisme Pertahanan Diri
Fear of Missing Out (FOMO)

Istilah FOMO sudah menjadi topik pembicaraan sehari-hari di era modern ini. Selain karena kemudahan penyebaran informasi, nyatanya banyak remaja yang juga mengalami FOMO atau fear of missing out. FOMO sendiri merupakan kondisi dimana timbul perasaan untuk harus selalu update, atau tidak ingin tertinggal dengan segala bentuk trend atau informasi terbaru di media sosial.
FOMO memang bisa dialami oleh siapa saja. Namun remaja yang merupakan pengguna aktif sosial media akan sangat beresiko mengalami kondisi yang satu ini. FOMO bisa memicu berbagai masalah baru bagi para remaja, misalnya kecemasan, tekanan sosial yang berlebih, dan masih banyak lagi.
Cyberbullying

Jika di zaman dulu perundungan yang akan terjadi secara langsung, di era modern ini perundungan juga bisa terjadi di media online atau media sosial, atau yang saat ini kita kenal dengan istilah cyberbullying. Cyberbullying atau perundungan online merupakan kasus serius yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Tidak hanya membuat remaja mendapatkan komentar negatif, hinaan, dan lain sebagainya. Namun cyberbullying juga bisa dalam bentuk penyebaran konten sensitif korban, informasi pribadi, dan masih banyak lagi.
Kecanduan Media Sosial

Masih berhubungan dengan media sosial, remaja di era modern ini juga sangat beresiko mengalami kecanduan media sosial. Seperti yang kita ketahui, penggunaan media sosial oleh remaja hampir tidak bisa kita batasi lagi. Remaja bisa menghabiskan banyak waktu hanya untuk scrolling sosial media. Terutama untuk mereka yang tidak mendapatkan perhatian dari orang tua atau orang dewasa disekitarnya. Kecanduan media sosial tidak hanya membuang banyak waktu mereka. Namun juga bisa menimbulkan resiko lain, seperti gangguan tidur, masalah belajar di sekolah, dan juga gangguan terhadap aktivitas sehari-hari.
Gangguan Citra Tubuh (Body Dysmorphic Disorder)

Masa remaja adalah masa dimana manusia mengalami banyak perubahan dalam hidupnya. Salah satu perubahan yang cukup nyata terlihat adalah perubahan bentuk tubuh. Pertumbuhan remaja menuju masa dewasa membuat mereka lebih memperhatikan tampilan dirinya. Sayangnya, tidak sedikit remaja yang justru mengalami gangguan citra tubuh atau body dysmorphic disorder, yaitu kondisi dimana seseorang tidak puas akan bentuk tubuhnya dan membandingkan tubuhnya dengan orang lain. Kondisi ini bisa memicu penurunan harga diri bagi remaja.
Itu dia beberapa jenis gangguan mental yang banyak mengancam remaja di era modern ini. Jika kamu mengalami salah satu kondisi di atas, kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Antara Kasih dan Kekuasaan: Stockholm Syndrome di Era Relasi Digital
Sumber:
Waspadai 21 Jenis Gangguan Mental Pada Remaja Karena Pengaruh Internet Dan Sosial Media. (2024). Nugasin.com. https://nugasin.com/blog/detail/waspadai-21-jenis-gangguan-mental-pada-remaja-karena-pengaruh-internet-dan-sosial-media?.com.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Remaja. (2024). BPMBKM Universitas Medan Area. https://bpmbkm.uma.ac.id/2024/06/14/pengaruh-media-sosial-terhadap-kesehatan-mental-remaja/?.com.
Bahriar, MF. (2024). Kesehatan Mental Remaja di Era Digital: Dampak dan Solusi. Fakultas Syariah UIN Surakarta. https://syariah.uinsaid.ac.id/kesehatan-mental-remaja-di-era-digital-dampak-dan-solusi/?.com.
Imam. (2024). Mengelola Kesehatan Mental di Era Digital: Tantangan dan Strategi. Fakultas Psikologi Universitas Medan Area. https://psikologi.uma.ac.id/mengelola-kesehatan-mental-di-era-digital-tantangan-dan-strategi/?.com.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



