Semua artikel
Gangguan Psikologi

Mengapa Gangguan Mental Meningkat di Kalangan Gen Z?

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Gen z memiliki kepedulian yang besar terhadap kesehatan mental. Bagi kebanyakan diantara mereka, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Hal inilah yang membuat para gen z tidak ragu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mental. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang merasa sangat tabu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Pemeriksaan kesehatan mental di awal sangat penting. Artinya, penderita bisa mengetahui adanya gangguan sebelum gangguan tersebut berkembang. Penanganan yang didapatkan juga bisa lebih sederhana, dan tingkat kemungkinan penyembuhan juga lebih besar.

Sayangnya, kasus gangguan mental justru meningkat. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Harmony Healthcare pada tahun 2022, 42% gen z sudah menerima diagnosis terkait kesehatan mentalnya. Artikel yang diterbitkan oleh detik.com bahkan menuliskan peningkatan kasus gangguan mental pada gen z meningkat 200%. Lantas, apa yang membuat angka-angka tersebut begitu besar? Artikel kali ini akan secara khusus membahas alasan mengapa gangguan mental meningkat di kalangan gen z.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa kondisi seperti yang tercantum dalam artikel ini. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Bagaimana Kondisi Kesehatan Gen Z?

Young woman suffering stress fail to make mistakes sit down on the dirty floor

Gen z adalah generasi yang lahir pada tahun 1997-2012. Mereka tumbuh di era perkembangan teknologi yang sangat pesat. Tidak heran jika gen z dikatakan sebagai makhluk modern. Mereka memiliki kelekatan yang kuat dengan teknologi, internet, dan tentunya sosial media.

Kemudahan dari keberadaan teknologi tidak lantas membuat gen z memiliki kehidupan yang tentram. Walaupun gen z sudah cukup memahami pentingnya kesehatan mental. Namun hal tersebut tidak serta membuat mereka bebas dari berbagai masalah kesehatan mental.

Berikut adalah gambaran umum mengenai kondisi kesehatan mental gen z:

Memiliki tingkat stress yang tinggi

Berdasarkan sebuah survei yang dilakukan oleh American Psychological Association (APA), 45% gen z yang memiliki kesehatan mental baik dan sangat baik, sering menghadapi tekanan yang berkontribusi meningkatkan stress dan kecemasan. Tekanan tersebut bisa berupa tekanan akademik, sosial, financial, dan lain sebagainya.

Paparan media sosial dan teknologi

Gen z adalah generasi yang lahir di era perkembangan teknologi. Mereka tentu sudah tidak asing lagi dengan media sosial dan teknologi semacamnya. Walaupun media sosial dan teknologi cukup membantu gen z untuk mendapatkan informasi. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa banyak sekali dampak negatif dari penggunaan yang berlebihan.

Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental

Gen z bisa dikatakan sebagai generasi yang sangat memperhatikan kesehatan mental. Banyak diantara mereka yang bahkan secara aktif membicarakan isu-isu kesehatan mental, melakukan pemeriksaan kesehatan mental, dan mencari cara untuk menjaga mental tetap stabil. Hal tersebut tentu sedikit berbeda dengan generasi sebelumnya yang cenderung tidak begitu peduli akan kesehatan mental.

Baca juga: Pola Asuh Orang Tua Membentuk Kepribadian People Pleaser Pada Anak

Mengapa Kasus Gangguan Mental Meningkat di Kalangan Gen Z?

Young asian businesswoman feeling stressed

Walaupun gen z sangat menjaga kesehatan mental mereka. Tidak bisa dipungkiri bahwa kasus gangguan mental justru meningkat. Hal tersebut tentu menjadi tanda tanya besar. Berikut beberapa alasan mengapa kasus gangguan mental meningkat di kalangan gen z:

Paparan media sosial

Alasan pertama karena gen z terpapar media sosial. Walaupun media sosial menyajikan banyak sekali informasi dan hiburan untuk gen z. Namun, paparan media sosial yang berlebihan bisa memperbesar resiko cyberbullying, penurunan rasa percaya diri, hingga perbandingan sosial yang tidak sehat.

Pandangan pesimis terhadap masa depan

Alasan kedua karena banyak gen z yang memiliki pandangan pesimis terhadap masa depan. Gen z melalui beberapa isu global dalam proses berkembangnya. Misalnya ketidakstabilan ekonomi dan politik, pandemi COVID-19, dan masih banyak lagi hal lain yang memicu rasa khawatir.

Isolasi sosial

Alasan ketiga karena beberapa gen z mengalami isolasi sosial. Poin ketiga ini juga dipengaruhi oleh teknologi dan media sosial. Dimana para gen z lebih banyak beraktivitas secara online dibandingkan secara langsung. Kurangnya interaksi tatap muka tidak jarang memicu rasa kesepian dan berkontribusi dalam peningkatan resiko gangguan mental.

Akses informasi yang berlebihan

Alasan keempat karena gen z memiliki akses informasi yang sangat luas, dan terkadang digunakan secara berlebihan. Kemudahan mengakses informasi ini tidak jarang membuat gen z justru melakukan self diagnosis terhadap kondisi mental mereka. Self diagnosis dan penanganan gangguan mental yang tidak tepat bisa beresiko memperburuk kondisi mental, atau menimbulkan gangguan mental yang sebelumnya tidak ada.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai kondisi mental gen z secara general, dan alasan mengapa kasus gangguan mental meningkat di kalangan gen z. Jika kamu merasa mengalami beberapa gejala gangguan mental, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog. Kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id untuk berkonsultasi dengan psikolog dan para profesional di bidang kesehatan mental.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Mengatasi People Pleasing pada Gen Z: Strategi untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri

 

Sumber:

“Gangguan Kesehatan Mental Gen Z Meningkat 200%, Pakar Ungkap 2 Penyebabnya”. (2023). Detikedu. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7096836/gangguan-kesehatan-mental-gen-z-meningkat-200-pakar-ungkap-2-penyebabnya?. Diakses pada 16 Februari 2025.

“Masalah Kesehatan Mental Lebih Banyak Dialami Gen Z. Benarkah?”. (2024). SMBC. https://www.smbci.com/id/berita-media/blog/Kesehatan/masalah-kesehatan-mental-lebih-banyak-dialami-gen-z-benarkah?.com. Diakses pada 16 Februari 2025.

“Krisis Kesehatan Mental Generasi Z: Tantangan Baru Era Modern!”. (2023). CHUBB. https://www.chubb.com/id-id/articles/personal/krisis_kesehatan_mental_generasi_z.html?.com. Diakses pada 16 Februari 2025.

“Ini 5 Alasan Gen Z Lebih Rentan Terhadap Gangguan Mental”. (2024). Halodoc. https://www.halodoc.com/artikel/ini-5-alasan-gen-z-lebih-rentan-terhadap-gangguan-mental?.com=. Diakses pada 16 Februari 2025.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengapa Gangguan Mental Meningkat di Kalangan Gen Z? — DeepTalk