Deeptalk.co.id – Apakah kamu pernah melihat orang yang tiba-tiba pingsan saat melihat darah, walaupun itu adalah darah orang lain? Atau mungkin kamu pribadi memiliki ketakutan yang cukup besar terhadap darah? Kondisi semacam itu merupakan gejala salah satu fobia yang dikenal dengan hemophobia.
Fobia sendiri adalah salah satu gangguan mental yang ditandai dengan adanya rasa takut yang sangat besar terhadap objek atau situasi tertentu. Fobia juga merupakan salah satu jenis gangguan mental yang paling umum kita jumpai di masyarakat. Jenis dari fobia itu sendiri cukup beragam, dengan tingkat keparahan yang cukup beragam juga.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai salah satu jenis fobia, yaitu hemophobia. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera konsultasi dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai hemophobia.
Pengertian Hemophobia

Hemophobia adalah salah satu jenis fobia yang ditandai dengan adanya rasa takut berlebih terhadap darah. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah fobia darah. Umumnya, penderita hemophobia juga memiliki komplikasi fobia lain, yaitu trypanophobia atau fobia terhadap jarum suntik.
Penderita hemophobia akan merasa takut saat melihat darah secara langsung, atau bahkan hanya melalui gambar. Bahkan dalam beberapa kasus yang cukup berat, penderita hemophobia bisa mengalami ketakutan dengan hanya sekedar membayangkan darah, atau mendengar seseorang yang sedang membahas mengenai darah.
Penderita hemophobia juga terkadang memiliki rasa takut untuk mengikuti berbagai penanganan kesehatan yang memungkinkan mereka berdarah. Misalnya melakukan operasi, suntikan, donor darah, tes darah, dan lain sebagainya.
Penderita hemophobia tidak hanya merasa takut terhadap darah manusia. Bahkan darah hewan juga bisa membuat mereka takut. Dalam kasus hemophobia yang sudah cukup parah, penderita hemophobia bisa menjadi histeris, atau bahkan kehilangan kesadaran saat menyaksikan darah.
Baca juga : Mengenal Cara Mengatasi Trauma Pada Anak
Penyebab Hemophobia

Sayangnya hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab utama seseorang mengalami hemophobia. Meski demikian, dominasi penderita hemophobia disebabkan oleh kejadian traumatis di masa lampau. Misalnya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan pendarahan hebat, atau menyaksikan orang lain dengan kondisi serupa.
Meski demikian, tidak semua orang dengan kondisi tersebut pasti mengalami hemophobia. Kembali lagi kepada kondisi mental masing-masing individu. Disisi lain, dalam beberapa kasus mendengar cerita mengerikan seputar darah juga bisa memicu kondisi hemophobia.
Selain kejadian traumatis, kondisi hemophobia juga bisa dipicu oleh beberapa faktor, misalnya:
Memiliki gangguan mental
Beberapa jenis gangguan mental juga bisa memicu kondisi hemophobia sebagai salah satu komplikasinya. Misalnya pada penderita gangguan panik dan penderita agorafobia yang beresiko lebih besar mengalami kondisi hemophobia.
Jenis kelamin
Kondisi hemophobia memang bisa dialami oleh laki-laki maupun perempuan. Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa, di lapangan kasus yang satu ini lebih sering dijumpai pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki.
Genetik
Faktor genetik menjadi salah satu pemberi pengaruh terhadap kondisi kesehatan fisik dan mental seseorang. Hal tersebut juga berlaku pada kondisi hemophobia. Dalam hal ini, seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan hemophobia akan beresiko mengalami kondisi serupa.
Pola asuh orang tua
Selain faktor genetik, pola asuh orang tua juga bisa mempengaruhi kondisi mental seseorang. Dalam kasus hemophobia, orang tua yang mengasuh anaknya dengan pola asuh yang terlalu protektif, bisa memicu kondisi hemophobia pada anak.
Gejala Hemophobia

Rasa takut terhadap darah bisa dikategorikan sebagai hemophobia jika gejala yang dialami dirasakan setidaknya selama 6 bulan atau lebih. Gejala utama dari hemophobia tentu adanya rasa takut terhadap darah. Secara lebih spesifik, penderita akan mengalami beberapa gejala berikut:
Gejala fisik
Gejala pertama adalah gejala fisik. Dalam hal ini, saat berjumpa dengan objek fobianya, yaitu darah, penderita akan menunjukkan beberapa gejala seperti kesulitan bernafas, keringat berlebih, detak jantung tidak beraturan, sakit pada dada, pusing, mual, bahkan untuk kasus hemophobia yang sudah cukup parah penderita bisa kehilangan kesadaran.
Gejala psikologis
Selain gejala fisik, penderita juga akan menunjukan beberapa gejala psikologis. Sama halnya dengan gejala fisik, gejala psikologis juga akan muncul saat penderita bertemu dengan objek fobianya. Adapun gejala psikologis yang dirasakan bisa berupa rasa takut, cemas, panik, kebingungan, keinginan untuk melarikan diri, histeris, dan lain sebagainya.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai kondisi hemophobia. Jika kamu mengalami beberapa gejala di atas, maka jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater untuk memastikan kondisi mentalmu. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Cara Mengatasi Childhood Trauma yang Terbawa Hingga Dewasa
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



