Deeptalk.co.id – Istilah separation anxiety disorder tentu masih asing untuk beberapa orang. Meski demikian, tanpa kita sadari kasus separation anxiety disorder cukup sering kita jumpai, khususnya pada anak-anak.
Separation anxiety disorder atau yang biasa disingkat SAD adalah salah satu gangguan mental yang ditandai dengan rasa cemas berlebih ketidak ditinggal orang tua atau orang yang dicintai walau hanya sebentar. Kondisi semacam ini membuat anak tidak bisa mandiri dan terus tergantung pada keberadaan orang tuanya.
Anak memang belum memiliki kemampuan adaptasi sebaik orang dewasa. Namun hal tersebut tetap harus dilatih seiring dengan berjalannya waktu. Jika anak masih berusia dibawah 5 tahun, maka merasa cemas saat ditinggal orang tua merupakan hal yang normal. Namun jika diatas usia 5 tahun, maka bisa jadi anak mengalami gejala SAD.
Sebagai orang tua sudah sepantasnya untuk mengenal gejala dari SAD itu sendiri. Hal ini bisa menjadi bekal untuk orang tua meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental anak. Maka dari itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai gejala dan cara mengatasi separation anxiety disorder.
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika anak mengalami beberapa gejala seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu anak bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Berikut penjelasan mengenai gejala dan cara mengatasi separation anxiety disorder.
Gejala Separation Anxiety Disorder

Untuk dapat memastikan apakah anak benar-benar dalam kondisi separation anxiety disorder atau tidak adalah dengan melakukan konsultasi langsung dengan ahlinya. Namun sebagai gambaran awal untuk mengenal kondisi SAD, berikut beberapa gejala yang umumnya dialami oleh penderita separation anxiety disorder:
· Selalu merasa cemas dan khawatir jika tidak dapat merasakan keberadaan orang tua atau orang yang disayangi.
· Memiliki pikiran bahwa sewaktu-waktu mereka akan ditinggalkan oleh orang tua atau orang yang disayangi.
· Tidak ingin pergi ke sekolah karena tahu akan berpisah dari orang tua atau orang yang disayangi.
· Walaupun berhasil pergi ke sekolah dengan diantar orang tua atau orang yang disayangi, anak akan melakukan berbagai cara agar tidak terpisah dari mereka.
· Mengalami tantrum atau emosi yang meledak-ledak saat tidak merasakan keberadaan orang tua atau orang yang disayangi.
· Sulit untuk tertidur jika tidak berada dalam pantauan orang tua atau orang yang disayangi.
· Mengalami beberapa gejala fisik seperti sakit perut, pusing, mual, gemetar, keringat berlebih, jantung berdebar tidak beraturan, dan lain sebagainya.
· Selalu mengikuti kemanapun perginya orang tua atau orang yang disayangi.
· Tidak ingin bermain dengan teman sebayanya.
· Sering mengalami mimpi buruk seperti ditinggal orang tua atau orang yang disayangi.
· Selalu menghubungi orang tua atau orang yang disayangi jika berada di luar rumah, atau saat jauh dari mereka.
Seperti yang dibayangkan, gejala-gejala di atas tidak hanya membawa dampak negatif bagi anak, namun juga bisa menimbulkan kelelahan bagi orang tua. Selain itu, orang tua juga mengalami berbagai hambatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Baca juga : Separation Anxiety Disorder : Kecemasan Berlebih Pada Anak Saat Ditinggal Orang Tuanya
Cara Mengatasi Separation Anxiety Disorder

Setelah mendeteksi adanya gejala SAD pada anak, langkah pertama yang orang tua lakukan adalah dengan melakukan konsultasi bersama psikolog atau psikiater. Jika anak benar mendapatkan diagnosis separation anxiety disorder, maka anak akan diarahkan untuk mengikuti serangkaian penanganan.
Perlu diketahui bahwa setiap anak penderita SAD bisa saja mendapatkan penanganan yang berbeda-beda. Hal tersebut disesuaikan dengan gejala dan tingkat keparahan gejala yang dialami anak. Maka dari itu diagnosa dari ahli sangat penting untuk menghindari kesalahan penangan.
Meski demikian, secara umum penderita SAD bisa jadi mendapatkan penanganan berikut:
Psikoterapi
Jenis penanganan pertama adalah psikoterapi, dimana bentuk dari psikoterapi yang didapatkan juga akan disesuaikan dengan kebutuhan penderita. Umumnya penderita akan mengikut terapi perilaku kognitif. Terapi ini bertujuan untuk merekonstruksi pola pikir dan perilaku anak ke arah yang lebih positif. Selain itu, terapi keluarga juga cukup penting untuk memberikan pemahaman kepada anggota keluarga mengenai kondisi dan cara menghadapi penderita.
Obat-obatan
Jika memang dibutuhkan, penderita juga bisa mendapatkan penanganan dengan mengkonsumsi beberapa obat-obatan. Walaupun belum ada obat khusus untuk kasus separation anxiety disorder, namun pemberian obat akan disesuaikan dengan gejala yang dimunculkan. Namun perlu diketahui bahwa mengkonsumsi obat harus sesuai dengan resep yang diberikan oleh dokter atau psikiater.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai gejala dan cara mengatasi kondisi separation anxiety disorder. Jika kamu membutuhkan informasi lebih mengenai kondisi separation anxiety disorder, silahkan diskusi lebih lanjut dengan parah ahli.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Tips Membesarkan Anak Dengan Gangguan Kecemasan
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



