Semua artikel
Keluarga

First Born Syndrome Saat Dewasa dan Berikut Penanganannya

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Ada banyak faktor pembentuk kepribadian anak, termasuk anak sulung yang membedakannya dengan anak tengah atau anak bungsu. Sifat dan kepribadian anak bisa karena urutan kelahiran mereka yang juga ada andil dari perlakuan orang tua pada masing-masing anaknya. Sehingga sifat anak sulung bisa terbawa pada first born syndrome yang berpengaruh hingga dewasa. Perlu penanganan yang khusus pada first born syndrome ini oleh orang tua.

First Born Syndrome Saat Dewasa

Anak sulung sebagai anak pertama biasanya dianggap sebagai anak percobaan. Sehingga orang tua baru akan memanjakannya dan memberikan perhatian lebih yang membuat menjadi dominan dan sedikit berlebihan. Namun, perhatian dan waktu yang memadai dari orang tua selama masa awal kanak-kanak ini membantu mereka dalam mengembangkan kemampuan kognitif dan belajar mereka.

Hingga pengaruh tersebut membawa mereka di dunia orang dewasa. Saat anak sulung sudah dewasa, mereka akan menjadi pengamat yang tajam. Mereka suka membuat keputusan sendiri dan menghindari bergantung pada orang lain.

Kemampuan kognitif dan belajar mereka yang baik sejak masa kanak-kanak dapat membantunya untuk memudahkan dalam membedakan antara benar dan salah. Serta bawaan sejak masa kecil untuk membantu adik dan saudara kandungnya membuat mereka lebih paham akan tanggung jawab dan berpotensi menjadi pemimpin yang handal.

Walaupun demikian, anak sulung juga bisa memiliki sifat yang buruk akibat dari pengasuhan orang tua yang terlalu memanjakan mereka saat kecil. Sifat dominan dan berlebihannya membuat anak sulung biasanya suka mencari perhatian. Mereka juga tidak suka dengan orang yang menguasai mereka.

Baca juga: Dampak Eccedentesiast pada Kesehatan Mental

Bagaimana Sebaiknya Membimbing Anak Sulung?

Walaupun demikian, tentu tidak semua anak sulung memiliki kepribadian yang sama, sehingga Anda tidak dapat mengharapkan semua anak sulung termasuk sebagai anak tertua dan jadi panutan terbaik. Anak tertua pun tidak boleh diberi label sedemikian rupa yang dapat membuatnya menghabiskan hidup untuk mencoba mengukur dirinya hanya karena mereka yang tertua.

Oleh karenanya, sebagai orang tua, ada beberapa hal yang bisa dilakukan saat menghadapi anak sulung Anda dalam menghadapi first born syndrome mereka. Diantaranya sebagai berikut.

1. Berikan Mereka Kesempatan

Ini menjadi hal yang paling penting, memberikan anak sulung kesempatan dengan membiarkan mereka bermain dan bersantai. Mereka membutuhkan izin vokal Anda untuk menjadi anak-anak. Orang tua bisa meminta anak tertuanya untuk membantu dalam tugas atau tanggung jawab lain. Akan tetapi, jangan terlalu membebani anak sulung dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan usia atau kemampuannya. 

2. Dorong Keterampilan Kepemimpinannya

Sifat kepemimpinan pada anak sulung adalah potensi bagus yang bisa orang tua kembangkan demi kebaikannya di masa dewasa. Dorong keterampilan ini dengan memintanya menunjukkan kepada adik-adiknya dalam melakukan suatu tugas. Ini menjadi momen dimana anak tertua suka dan menikmati posisinya.

Tunjukkan juga kepada mereka seperti apa seorang pemimpin sejati harus bertindak. Seperti sabar, menjadi pendengar dan komunikator yang baik dan dengan keinginan untuk melihat saudara kandungnya berhasil dalam proses yang diajarkan.

3. Jangan Izinkan Sifat Suka Memerintah

Salah satu sifat buruk yang terbawa first born syndrome saat mereka dewasa ialah suka memerintah. Tentu jika ini tidak ditangani sejak dini di masa para anak sulung masih kanak-kanak.

Ini mungkin saja bisa muncul saat orang tua sangat membutuhkan bantuan anak sulung. Lalu secara tidak sadar, anak tertua secara alami justru menyelinap menjadi ibu atau ayahnya dan sering kali mengeluarkan perintah yang sama seperti yang orang tua dengar dari mulutnya sendiri. Oleh karenanya, orang tua harus mengekang anak akan kebiasaan ini sehingga tidak merembet hingga mereka dewasa.

4. Taruh Ekspektasi Sedang

Anak-anak yang selalu berusaha menyenangkan orang lain akan melakukan apa saja untuk memenuhi ekspektasi orang. Mereka pun bisa merasa sengsara saat gagal melakukannya. Ini menjadi salah satu ciri first born syndrome yakni kemunculan perfeksionisme dan kecenderungan obsesif yang berbahaya jika terbawa hingga dewasa.

Untuk mengatasinya, pastikan untuk menyemangati dan memuji si anak pertama kapan pun Anda bisa. Juga jangan memegang posisi anak sulung di atas kepalanya atau menaruh ekspektasi tinggi pada mereka. Serta berhati-hatilah untuk menerima kinerja anak sulung saat tahu kalau itu yang terbaik dari mereka.

5. Habiskan Waktu Individu

Setiap orang tua harus mencari perhatian penuh dari anak tertua dengan cara yang santai dan ramah. Karena anak tertua juga membutuhkan kesempatan untuk berbicara dengan orang tua tanpa merasa bosan dengan pekerjaan rumah atau tanggung jawab lain, rencana masa depan atau pekerjaan rumah tangga mereka.

Anda bisa mengajak anak sulung untuk membicarakan tentang teman, kenangan bersama, dan apa pun yang paling menarik bagi anak Anda.

6. Berikan Keistimewaan Khusus

Alfred Adler, penemu teori urutan kelahiran, menyatakan bahwa anak sulung adalah yang paling tangguh dari semua saudara kandung. Sehingga orang tua dapat melunakkan posisi sulit anak sulung Anda dengan membuatnya merasa istimewa.

Putuskan pada usia berapa anak Anda akan menikmati kebebasan seperti waktu tidur yang lebih lambat (15 menit per tahun setelah mereka menjadi remaja, misalnya), atau usia yang Anda izinkan untuk tindik telinga. Kemudian pertahankan pencapaian tersebut dengan semua anak Anda.

Baca juga: Apa Itu Stockholm Syndrome?

 

Sumber:

Hunter, C. (2023). Birth Order as an Adult. Theravive. https://www.theravive.com/blog/post/2014/07/02/birth-order-as-an-adult.aspx

Helping Your First Overcome The Oldest-Child Syndrome. (2017, November 15). EverydayHealth.com. https://www.everydayhealth.com/kids-health/helping-your-first-overcome-oldest-child-syndrome/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

First Born Syndrome Saat Dewasa dan Berikut Penanganannya — DeepTalk