Semua artikel
Keluarga

Mindful Parenting dan Pembentukan Self-Esteem Anak

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Setiap orang tua tentu akan memberikan yang terbaik bagi anak mereka. Termasuk dalam memilih metode parenting bagi anak. Orang tua, terutama orang tua baru tidak jarang mencari banyak sekali referensi untuk pada akhirnya memiliki metode parenting yang tepat. Bagi beberapa orang tua bahkan tidak ragu untuk berkonsultasi dengan para ahli, seperti psikolog anak.

Salah satu metode parenting yang cukup familiar akhir-akhir ini adalah mindful parenting. Metode parenting tersebut juga memiliki citra positif yang banyak kalangan. Bahkan, metode mindful parenting dianggap baik dalam membentuk self esteem anak. Apakah benar demikian?

Artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang mindful parenting, dan bagaimana mindful parenting bisa membantu pembentukan self esteem pada anak. Namun sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu membutuhkan bantuan dalam penerapan mindful parenting. Cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog.

Pengertian Mindful Parenting

Happy smiling mother and sons playing with football ball outdoors

Mindful parenting adalah metode pola asuh (parenting)yang berfokus pada kesadaran penuh (mindfulness). Artinya, orang tua yang menerapkan mindful parenting akan hadir secara penuh tanpa menghakimi, dan memberikan respon maupun empati yang terkendali saat sedang mendidik anak.

Penerapan mindful parenting ini bukan hal yang mudah. Dalam beberapa kasus, penerapan mindful parenting yang salah justru menimbulkan stress atau masalah baru dalam kehidupan orang tua maupun anak. Maka dari itu, penerapan mindful parenting ada baiknya mendapatkan bimbingan dari para profesional. Misalnya dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan psikolog anak.

Jika mindful parenting diterapkan dengan benar, justru metode yang satu ini akan sangat membantu. Orang tua menjadi lebih mengenali dirinya, dan lebih dekat dengan anak. Dalam banyak kondisi, mindful parenting juga membantu untuk pembentukan self esteem pada anak yang akan kita bahas lebih lanjut dalam artikel ini.

Baca juga: Bagaimana Mindfulness Membentuk Gaya Pengasuhan?

Pengertian Self Esteem

Cute little boy play a football outdoors

Self esteem atau dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan harga diri, adalah penilaian secara subjektif terhadap diri sendiri. Penilaian dalam hal ini bisa cukup luas, misalnya terhadap nilai diri, kemampuan yang dimiliki, hingga tentang harga diri.

Walaupun self esteem akan lebih terlihat di usia remaja dan dewasa, namun pembentukan self esteem sudah mulai sejak masa kanak-kanak. Pada usia anak, self esteem biasanya berhubungan dengan perasaan dihargai, dicintai, mampu melakukan sesuatu, dan perasaan layak untuk dihormati. Self esteem yang baik pada anak juga bisa menjadi fondasi mental yang kokoh, dan membantu perkembangan sosial anak.

Peran Mindful Parenting dalam Pembentukan Self Esteem Anak

Little boy playing football ball outdoors

Pada dasarnya banyak hal yang bisa membentuk self esteem pada anak. Namun, salah satu yang bisa orang tua lakukan adalah dengan menerapkan mindful parenting. Perlu diketahui bahwa self esteem sudah mulai terbentuk pada masa kanak-kanak. Salah satu faktor penunjangnya adalah interaksi, khususnya interaksi dengan orang tua.

Berikut penjelasan bagaimana peran mindful parenting dalam pembentukan self esteem pada anak:

Unconditional acceptance (penerimaan tanpa syarat)

Mindful parenting mengajarkan orang tua untuk menerima baik maupun buruknya anak tanpa judgemental. Artinya, orang tua akan memberikan apresiasi terhadap setiap pencapaian anak, namun juga memberikan dukungan pada setiap kegagalan anak. Hal inilah yang membantu anak berpikir bahwa dirinya berharga. Khususnya di mata orang tuanya.

Validasi emosi dan penguatan diri anak

Berbeda dengan jenis parenting pada zaman dahulu, dimana kita tidak diberikan hak untuk merasakan emosi negatif. Pada teknik mindful parenting, orang tua diajarkan untuk memvalidasi emosi anak, tanpa adanya penghakiman maupun pengabaian. Perasaan marah, sedih, kecewa, semua itu akan disampaikan dan diterima oleh orang tua. Pada akhirnya, anak merasa didengarkan, dan ini baik untuk harga diri anak.

Pengembangan otonomi

Penerapan mindful parenting bukan berarti membiarkan anak pada kondisi buruk. Melainkan, membantu anak belajar dari setiap kesalahan dan konsekuensi yang mereka dapatkan. Jika orang tua mengarahkan dengan tepat, mindful parenting bahkan bisa membantu anak merasa kompeten dan percaya diri.

Respon yang empati

Pada dasarnya anak banyak belajar dari melihat bagaimana orang-orang disekitarnya. Mindful parenting ini mengajarkan orang tua untuk memberikan respon empati terhadap anak. Dengan demikian, anak akan mengadopsi respon empati tersebut. Hal semacam ini akan menghadirkan rasa aman dan rasa diri yang positif.

Itu dia sedikit penjelasan terkait mindful parenting, self esteem, dan bagaimana mindful parenting membantu pembentukan self esteem pada anak. Jika kamu membutuhkan bantuan profesional untuk penerapan mindful parenting, kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Dampak Penerapan Mindful Parenting

 

Sumber:

Rosenberg, M. (1965). Society and the Adolescent Self-Image. Princeton University Press.

Branden, N. (1994). The Six Pillars of Self-Esteem. Bantam.

Harter, S. (1999). The Construction of the Self: A Developmental Perspective. Guilford Press.

Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human Development (11th ed.). McGraw-Hill.

Bögels, S. M., & Restifo, K. (2014). Mindful Parenting: A Guide for Mental Health Practitioners. Springer. ISBN: 9781461474069

Duncan, L. G., Coatsworth, J. D., & Greenberg, M. T. (2009). A Model Of Mindful Parenting: Implications For Parent–Child Relationships And Prevention Research.
Clinical Child and Family Psychology Review, 12(3), 255–270. https://doi.org/10.1007/s10567-009-0046-3

Neff, K. D. & McGehee, P. (2010). Self-compassion and psychological resilience among adolescents and young adults. Self and Identity, 9(3), 225–240.
https://doi.org/10.1080/15298860902979307

Siegel, D. J. & Bryson, T. P. (2011). The Whole-Brain Child: 12 Revolutionary Strategies to Nurture Your Child’s Developing Mind. Delacorte Press.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Developament by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait