Semua artikel
Keluarga

Parenting dan Attachment Style: Mewariskan Pola atau Membangun Kelekatan yang Aman?

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Memutuskan pola parenting yang toxic memang bukan hal yang mudah. Pasalnya, masih banyak kasus dimana individu mewariskan pola asuh yang dulu didapatkan di masa kanak-kanak ke anaknya saat sudah menjadi orang tua. Jika pola asuh sebelumnya mampu mendidik individu tersebut dengan baik, tentu bukan masalah. Namun bagaimana jika individu tersebut mendapatkan pola asuh yang toxic?

Terlepas dari semua itu, tidak bisa kita pungkiri bahwa pola asuh yang didapatkan memang sedikit banyak mempengaruhi gaya keterikatan atau attachment style seseorang dalam menjalin sebuah hubungan. Baik itu hubungan dengan pasangan, rekan kerja, maupun hubungan dengan anak.

Artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang bagaimana attachment style orang tua mempengaruhi pola pengasuhan dan keterikatan anak. Namun sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami gejala gangguan mental. Cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pengertian Attachment Style

Attachment style atau gaya keterikatan adalah pola hubungan emosional yang terbentuk antara individu dengan individu lain, terutama yang didapatkan sejak masa kanak-kanak dari orang tua maupun pengasuh, dimana hal tersebut mempengaruhi cara individu dalam menjalin hubungan dengan orang lain di usia dewasa. Bisa dikatakan bahwa attachment style ini salah satunya dibentuk oleh pola asuh dari orang tua.

Attachment style sendiri terbagi dalam empat tipe, yaitu secure attachment, anxious attachment, avoidant attachment, dan disorganized attachment. Keempat tipe attachment style ini dibentuk dari pola asuh yang berbeda-beda, dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda pula.

Attachment style juga membentuk internal working model. Artinya, dengan attachment style individu mampu melihat bagaimana diri sendiri, orang lain, dan hubungan interpersonal yang dimiliki. Misalnya, pandangan tentang seberapa layak kamu untuk dicintai, atau apakah orang tersebut bisa kamu percaya atau tidak.

Baca juga: Attachment Style di Tempat Kerja: Bagaimana Gaya Kelekatan Mempengaruhi Dinamika Profesional

Pengertian Pola Asuh

Pola asuh atau parenting style adalah cara orang tua dalam berinteraksi, membimbing, mendisiplinkan, dan memenuhi kebutuhan fisik maupun mental anak selama proses tumbuh kembang. Pola asuh setiap orang tua tentu memiliki ciri khasnya masing-masing. Terlepas dari itu, setiap orang tua tentu berharap mampu memberikan yang terbaik bagi anak mereka.

Dari pola asuh yang didapatkan di masa kanak-kanak, nantinya akan tumbuh kepribadian, emosi, dan perilaku yang beragam. Menurut Diana Baumrind pada tahun 1966, pola asuh terbagi dalam empat tipe utama, yaitu demokratis (authoritative), otoriter (authoritarian), memanjakan (permissive), dan tidak peduli (neglectful).

Baca juga: Attachment Style dan Kesehatan Mental: Kaitan antara Gaya Kelekatan dan Gangguan Psikologis

Pengaruh Attachment Style Orang Tua Terhadap Pola Pengasuhan

Seperti yang sudah dipaparkan di awal, attachment style terbagi ke dalam empat tipe utama. Dimana setiap tipe ini memberikan pengaruh yang berbeda-beda terhadap pola pengasuhan. Berikut penjelasan lengkapnya:

Secure attachment

Tipe attachment style pertama adalah secure attachment. Diantar tipe attachment style lainnya, secure attachment merupakan tipe yang paling sehat. Individu dengan secure attachment saat menjadi orang tua cenderung lebih hangat, responsif, dan konsisten dalam pola pengasuhan. Mereka mampu memenuhi kebutuhan anak baik secara fisik maupun mental. Anak dari orang tua dengan secure attachment juga umumnya akan tumbuh dengan baik secara mental maupun fisik.

Anxious attachment

Tipe attachment style kedua adalah anxious attachment atau gaya keterikatan cemas. Saat menjadi orang tua, individu dengan anxious attachment bisa menjadi sangat responsif, namun kadang juga tidak bisa tersedia secara emosional. Pola asuh yang didapatkan dari orang tua dengan anxious attachment ini terkadang membuat anak bingung dan tidak yakin apakah kebutuhannya bisa terpenuhi atau tidak. Selain itu, anak juga bisa beresiko mengalami attachment anxiety.

Avoidant attachment

Tipe attachment style ketiga adalah avoidant attachment atau gaya keterikatan menjauh. Saat menjadi orang tua, individu dengan avoidant attachment cenderung menjauh secara emosional, tidak terlalu memberikan perhatian kepada anak, atau bahkan mengabaikan kebutuhan emosional anak. Seiring dengan berjalannya waktu, anak dari orang tua dengan avoidant attachment ini akan lebih mandiri secara emosional, namun disisi lain akan mengalami kesulitan untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

Disorganized attachment

Tipe attachment style keempat adalah disorganized attachment atau gaya keterikatan tidak terorganisir. Orang tua yang memiliki disorganized attachment umumnya pernah mengalami kejadian traumatis yang belum terselesaikan. Dampaknya, orang tua akan memberikan pola pengasuhan yang membingungkan, menakutkan, dan cenderung tidak konsisten.

Itu dia penjelasan singkat bagaimana attachment style mempengaruhi pola asuh individu terhadap anak mereka. Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa attachment style memang sedikit banyak mempengaruhi cara kita mendidik anak. Maka dari itu, jika kamu memiliki attachment style yang tidak sehat, kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Healing Attachment Wounds: Peran Terapi dalam Mengubah Pola Kelekatan

 

Sumber:

Bowlby, J. (1988). A Secure Base: Parent-Child Attachment and Healthy Human Development. Basic Books.
Ainsworth, M. D. S., Blehar, M. C., Waters, E., & Wall, S. (1978). Patterns of Attachment: A Psychological Study of the Strange Situation. Lawrence Erlbaum Associates.
Main, M., & Hesse, E. (1990). Parents' unresolved traumatic experiences are related to infant disorganized attachment status. In M. T. Greenberg, D. Cicchetti, & E. M. Cummings (Eds.), Attachment in the preschool years (pp. 161–182). University of Chicago Press.
Siegel, D. J., & Hartzell, M. (2013). Parenting from the Inside Out: How a Deeper Self-Understanding Can Help You Raise Children Who Thrive. TarcherPerigee.
Karen, R. (1998). Becoming Attached: First Relationships and How They Shape Our Capacity to Love. Oxford University Press.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Parenting dan Attachment Style: Mewariskan Pola atau Membangun Kelekatan yang Aman? — DeepTalk