Semua artikel
Keluarga

First Born Syndrome dan Sifat Perfeksionisme Pada Anak Sulung, Berbahaya Kah?

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Perlu diketahui, meskipun beberapa anak lahir dari orang tua yang sama, ini tidak menutup kemungkinan bahwa mereka memiliki kepribadian yang berbeda pula. Termasuk pengaruh dari urutan kelahiran anak, ada beberapa karakteristik yang membedakan anak pertama dengan saudara-saudara lainnya. Salah satunya adalah sifat atau kecenderungan perilaku perfeksionisme yang identik dimiliki anak sulung atau pertama.

Ini bisa dikarenakan anak sulung mengikuti petunjuk orang tua mereka, sehingga mereka senang memegang kendali dan memiliki kepercayaan diri. Selain itu, anak pertama tidak memiliki kakak yang bisa mengajari mereka untuk melakukan ini itu, atau sekedar menggoda mereka ketika belajar.

Orang dewasa bisa menganggapnya serius dan ini bisa meningkatkan kepercayaan diri mereka. Sehingga ketika orang tua membicarakan “pengalaman pertama” kakak tertua, itu bisa memotivasi mereka untuk berprestasi. Akan sangat mudah bagi anak sulung yang ambisius menjadi perfeksionis.

Anak sulung menginginkan segalanya begitu saja dan mereka ingin melakukan sesuatu dengan benar untuk pertama kali. Untuk tujuan tersebut, mereka mungkin menolak untuk melakukan sesuatu sendiri karena tidak ingin membuat kesalahan. Oleh karenanya, sifat anak paling tua ini juga bisa memungkinkan mereka untuk kesulitan mengakui kesalahannya.

Mengapa Anak Pertama Cenderung Perfeksionis?

Perfeksionisme bagi sebagian atau bahkan kebanyakan orang menjadi hal yang sangat sulit untuk diatasi. Mungkin jika Anda seorang perfeksionis, Anda akan kesulitan menahan diri. Atau seolah-olah ada suara kecil yang selalu memberi tahu Anda bahwa bagaimana Anda harus bertindak. Mereka terus memantau Anda sehingga Anda tidak membuat kesalahan atau mengecewakan seseorang.

Ternyata, selain karena alasan itu, urutan kelahiran Anda dalam keluarga juga bisa menjadi faktor penyebab utama perfeksionisme. Bahkan beberapa penulis buku tentang anak-anak sulung mengatakan bahwa anak tertua adalah perfeksionis, dan perfeksionisme terjalin ke dalam sifat mereka. Layaknya standar yang mereka miliki saat tumbuuh dewasa.

Saat seorang anak sulung lahir dari orang tua baru, akan ada banyak hal-hal yang “pertama” kali terjadi. Gigi pertama, langkah kaki pertama, kata pertama, dan lain sebagainya sehingga apappun yang mereka lakukan adalah suatu hal yang istimewa dan ada banyak kemeriahan. Anak pertama pun menjadi standar yang digunakan orang tua untuk mengukur anak berikutnya yang lahir. Dan ketika anak-anak tumbuh, dan terkadang lebih banyak anak yang lahir, anak sulung diharapkan menjadi panutan saudara-saudaranya. 

Oleh karenanya, sejak awal sudah nampak ada banyak hal dan banyak tekanan yang harus dijalani. Jadi para anak sulung ini menginternalisasikan tekanan tersebut untuk selalu hidup sesuai dengan pengalaman awal kesuksesan itu. Bahkan ketika hidup menjadi jauh lebih rumit. Adanya tekanan itu mendorong kecenderungan perfeksionisme yang memberi tahu mereka bahwa mereka tidak akan pernah cukup.

Sebenarnya anak sulung sudah lama berpikir demikian, namun mereka tidak pernah menyadarinya. Bahkan tidak terlintas dalam pikiran mereka bahwa ada cara lain untuk mendekati kehidupan lebih baik. Termasuk pada hal-hal yang ingin mereka capai.

Baca juga: Dampak Monday Blues Dalam Bidang Pekerjaan dan Pendidikan

Perfeksionisme Menjadi Masalah Bagi Anak Sulung?

Para psikolog menyimpulkan bahwa perfeksionisme menjadi masalah utama bagi hampir semua anak sulung dan anak tunggal. Mereka para anak pertama selalu berjuang demi kesempurnaan. Ini bisa menjadi hal yang paling buruk, atau bahkan menjadi beban yang berat bagi anak sulung.

Namun perlu diingat lagi bahwa perfeksionisme tidak berarti mereka melakukan sesuatu dengan sempurna. Seperti kamar yang selalu rapi, tidak pernah absen dalam menyelesaikan proyek, tidak pernah terlambat atau selalu tepat waktu. Bukan, karena perilaku tersebut hanya menutupi perfeksionis mereka. Dan perfeksionisme yang sebenarnya ada dalam apa yang mereka katakan pada diri mereka sendiri. Bahwa “Saya menghitung hanya ketika saya sempurna.”

Perfeksionisme juga bisa terjadi pada anak tunggal. Bagi sebagian orang tua, mereka mungkin enggan atau tidak dapat memiliki anak tambahan. Sehingga mereka menaruh semua perhatian dan energi mereka pada orang spesial dan kemudian membawa semua harapan dan impian pada anak satu-satunya. Dalam hal ini, mereka mungkin juga memperlakukan anak mereka sebagai orang dewasa kecil, menekannya untuk menjadi dewasa dan bertanggung jawab.

Dan hanya anak-anak seperti ini yang bergumul dengan situasi yang sama seperti anak sulung. Anak pertama atau tunggal tidak memiliki orang lain seusianya, atau pada tingkat keahliannya. Mereka hanya melihat orang dewasa besar yang sempurna di sekitarnya yang melakukan segalanya dengan sempurna.

Tidak hanya orang dewasa di sekitar Anda yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap Anda, tetapi Anda juga ikut menjadi memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap diri Anda sendiri. Sehingga perfeksionisme adalah konsekuensi yang wajar bagi anak sulung dan anak tunggal. Itu tidak berarti bahwa faktor lain tidak menyebabkan perfeksionisme pada urutan kelahiran lainnya. Tapi cukup sulit untuk menghindari keduanya.

Baca juga: Faktor-Faktor yang Melatarbelakangi Monday Blues

 

Sumber:

Does Birth Order Affect Personality? (2022, November 23). Parents. https://www.parents.com/baby/development/sibling-issues/how-birth-order-shapes-personality/

5 Things About Birth Order and Perfectionism You May Not Know. (2020, March 6). Live a More Intuitive Life With Dream Interpretation. https://carynwrites.com/5-things-birth-order-perfectionism/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

First Born Syndrome dan Sifat Perfeksionisme Pada Anak Sulung, Berbahaya Kah? — DeepTalk