Deeptalk.co.id – Blushing atau pipi memerah merupakan salah satu respon tubuh saat seseorang merasa malu. Meski demikian, tidak semua orang akan mengalami blushing saat sedang malu. Walaupun pada dasarnya tidak ada yang salah dengan kondisi pipi memerah karena malu, namun beberapa orang justru merasa tidak nyaman akan hal tersebut. Uniknya, kondisi tersebut bahkan bisa menimbulkan rasa takut atau yang dikenal dengan istilah erythrophobia.
Erythrophobia adalah salah satu jenis fobia. Fobia sendiri adalah gangguan mental yang ditandai dengan adanya rasa takut berlebih terhadap objek atau situasi tertentu. Lalu, seperti apa erythrophobia itu? Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai kondisi tersebut.
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, segera konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai erythrophobia.
Pengertian Erythrophobia

Istilah erythrophobia berasal dari dua kata dari Bahasa Yunani, yaitu “erythros” yang artinya merah, dan “phobos” yang artinya ketakutan. Erythrophobia sendiri adalah kondisi dimana seseorang merasakan ketakutan berlebih ketika pipinya memerah karena malu.
Kondisi yang satu ini cukup mempengaruhi aktivitas sosial seseorang. Pasalnya, penderita erythrophobia akan mengalami kecemasan ketika mereka berhadapan dengan situasi yang memungkinkan pipinya memerah karena malu. Selain itu, penderita erythrophobia juga memang mudah mengalami blushing saat merasa malu.
Kondisi yang dialami oleh penderita erythrophobia memang sekilas tidak begitu mengganggu. Sayangnya, hal ini justru menimbulkan perasaan tidak nyaman bagi penderitanya. Selain itu, rasa takut yang miliki oleh penderita erythrophobia ini sering kali membuat mereka justru terkesan menjengkelkan atau tidak menyenangkan. Pasalnya, mereka akan mengeluarkan respon yang tidak sesuai dengan kondisi demi untuk menghindari blushing.
Dampaknya, penderita erythrophobia justru cenderung menarik diri dari lingkungan sosialnya. Walaupun mereka berada di lingkungan sosial, mereka akan menjaga semaksimal mungkin untuk tidak blushing, dan kondisi ini cukup tidak nyaman.
Penderita erythrophobia juga melakukan berbagai cara agar pipinya tidak kelihatan saat blushing. Hal ini dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan memanjangkan rambut, memakai topi dengan pinggiran lebar, menggunakan syal untuk menutupi wajah, dan lain berbagai aksesoris lainnya yang bisa menutupi wajahnya.
Baca juga : Trypanophobia : Rasa Takut Berlebihan Terhadap Jarum Suntik
Penyebab Erythrophobia

Pada dasarnya, erythrophobia merupakan bagian dari fobia sosial. Pasalnya kondisi ini berhubungan dengan rasa takut terhadap respon sosial akan kondisi pribadi. Sayangnya, penyebab utama dari kondisi erythrophobia belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, kondisi ini diperkirakan bisa dipicu oleh beberapa faktor, misalnya:
Genetik
Faktor genetik memang menjadi salah satu faktor yang cukup mempengaruhi kondisi mental dan fisik seseorang. Hal yang sama berlaku pada kondisi erythrophobia. Dalam hal ini, seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan erythrophobia atau fobia lainnya, akan beresiko lebih besar mengalami kondisi erythrophobia.
Pola asuh orang tua
Selain faktor genetik, pola asuh orang tua juga cukup mempengaruhi kondisi mental anak. Beberapa teknik pola asuh memang bisa menimbulkan berbagai masalah untuk kehidupan anak di masa depan. Misalnya pola asuh orang tua dengan memberikan tekanan yang begitu besar terhadap anak yang bisa memicu kondisi erythrophobia dikemudian hari.
Masalah harga diri
Harga diri berfungsi untuk membantu seseorang dalam beradaptasi dan bersosialisasi. Dengan demikian salah satu faktor yang bisa memicu kondisi erythrophobia adalah adanya masalah harga diri individu. Seseorang dengan harga diri yang rendah, atau tidak percaya diri, cenderung lebih beresiko mengalami kondisi erythrophobia.
Gangguan sistem saraf simpatis
Faktor lain yang dapat memicu kondisi erythrophobia adalah adanya gangguan pada sistem saraf simpatis. Sistem saraf simpatis inilah yang bertanggung jawab dalam memerahkan wajah, dan mengontrol keringat. Dengan demikian, gangguan pada sistem saraf simpatis bisa memicu blushing yang lebih parah. Uniknya, blushing sebenarnya merupakan respon tubuh saat stress meningkat, sebagai sinyal perlawanan dan menakuti lawan.
Trauma
Penyebab lainnya adalah trauma. Trauma memang menjadi salah satu penyebab utama dalam kasus fobia. Trauma yang bisa memicu kondisi erythrophobia bisa berupa perundungan atau ejekan dari orang lain. Misalnya saat seseorang mendapat celaan atau ejekan saat sedang mengalami blushing. Maka kondisi tersebut bisa memicu kondisi erythrophobia, terutama jika hal tersebut terjadi pada usia anak dan remaja.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai erythrophobia. Jika kamu mengalami kondisi serupa, maka jangan ragu untuk meminta bantuan dari para profesional. Dengan begitu, kamu akan mengetahui kondisi dan penanganan yang tepat. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Hemophobia : Rasa Takut Berlebihan Terhadap Darah
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



