Deeptalk.co.id – Seiring dengan perkembangan zaman, banyak hal yang terjadi di muka bumi ini. Mulai dari perkembangan teknologi, perkembangan ilmu pengetahuan, bertambahnya populasi manusia, perubahan gaya hidup, sampai kepada perubahan-perubahan yang terjadi pada lingkungan dan alam sekitar.
Tidak bisa kita pungkiri bahwa sebagian besar perubahan yang terjadi itu mengarah kepada hal-hal positif. Meski demikian, kita juga tidak bisa menutup mata dari dampak negatif dari perubahan tersebut. Salah satu yang mendapatkan dampak negatif adalah alam.
Menipisnya lapisan ozon, hutan yang semakin mengecil, bahkan es di kutub selatan dan kutub utara yang mulai mencair, merupakan sebagian kecil dan banyaknya kerusakan alam yang terjadi saat ini. Kerusakan tersebut tentu juga akan berdampak kepada kualitas hidup yang tidak sehat untuk kita, dan generasi-generasi sebelumnya. Maka tidak heran jika hal ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi sebagian besar masyarakat.
Kekhawatiran akibat perubahan alam ini pada dasarnya merupakan hal yang normal. Namun jika kekhawatiran tersebut sudah sangat berlebihan, maka bisa berdampak pada kesehatan mental seseorang. Rasa khawatir berlebihan akan perubahan alam dan lingkungan ini dikenal dengan istilah eco anxiety.
Lalu, seperti apa sebenarnya eco anxiety itu? Dan apa yang menyebabkan hal tersebut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai eco anxiety. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah kesehatan mental, maka segera konsultasikan dengan psikolog atau psikiater terdekat. Hal tersebut akan membantu kamu untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai eco anxiety.
Pengertian Eco Anxiety

American Psychiatric Association (APA) menyatakan bahwa, eco anxiety merupakan sebuah ketakutan kronis atau jangka panjang akibat masalah yang terjadi pada alam. Dengan demikian, eco anxiety adalah respon seseorang terhadap perubahan yang terjadi pada alam dan lingkungan kita. Selain dikenal dengan istilah eco anxiety, di Indonesia sendiri kondisi serupa lebih dikenal dengan istilah kecemasan lingkungan.
Walaupun dalam penamaannya terdapat kata anxiety atau kecemasan, namun pada dasarnya eco anxiety tidak termasuk dalam kategori gangguan mental. Dimana, eco anxiety tidak tercantum dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition (DSM-5), yang merupakan buku pedoman bagi psikolog dan psikiater di seluruh dunia untuk melakukan diagnosis gangguan mental.
Walaupun tidak termasuk dalam kategori gangguan mental, bukan berarti kita boleh menganggap remeh kondisi eco anxiety. Pasalnya, tidak sedikit orang-orang dengan eco anxiety merasakan ketidak berdayaan, bahkan sampai mempengaruhi aktivitas sehari-hari.
Baca juga : Berlebihan Membantu Orang Lain Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental
Penyebab Eco Anxiety

Kondisi alam yang semakin memburuk bisa menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami eco anxiety. Selain itu, kondisi eco anxiety ini juga bisa dipicu oleh beberapa situasi, seperti:
Menjadi korban bencana alam
Orang-orang yang berhasil selamat dari bencana alam akan cenderung lebih memperhatikan kondisi alam disekitarnya. Hal ini sekilas tampak positif. Namun disisi lain, kepedulian terhadap alam terlalu besar sampai menimbulkan kecemasan berlebih atau eco anxiety. Mereka merasa takut jika kerusakan alam yang terjadi bisa mengulang kejadian traumatis yang pernah mereka alami.
Tinggal dilingkungan yang pernah terdampak akibat perubahan alam
Lokasi-lokasi yang pernah terdampak oleh perubahan alam umumnya akan segera mendapatkan renovasi dan perbaikan yang signifikan. Hal tersebut membuat tempat itu bisa ditinggali kembali. Sayangnya, beberapa orang masih menyimpan rasa khawatir jika sewaktu-waktu bencana itu datang kembali. Maka tidak heran jika kondisi semacam itu mengakibatkan eco anxiety di beberapa masyarakat.
Banyaknya informasi seputar bencana alam
Kemudahan kita dalam mengakses informasi memang sangat berdampak bagi kehidupan sehari-hari. tidak hanya memberikan dampak positif, namun juga dengan dampak negatif. Misalnya dengan terlalu banyak mendengar berita seputar bencana alam. Hal ini akan membuat rasa khawatir akan meningkat, dan bisa mengarah pada kondisi eco anxiety.
Gejala Eco Anxiety

Pada dasarnya setiap penderita eco anxiety bisa menunjukan gejala dan tingkat keparahan gejala yang berbeda-beda. Meski demikian, kebanyakan dari mereka akan menunjukan beberapa gejala yang serupa dengan gangguan kecemasan pada umumnya.
Adapun gejala yang umum dialami oleh penderita eco anxiety bisa berupa kecemasan berlebih akibat perubahan alam, trauma, depresi, gangguan stress pasca trauma, penyalahgunaan obat-obatan, kurang tidur, kesulitan mengontrol emosi, perasaan tidak berdaya, dan gejala kecemasan lainnya. Gejala-gejala tersebut dialami akibat perubahan alam, atau pernah mengalami dampak dari perubahan alam.
Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala eco anxiety, maka segera konsultasikan dengan psikolog atau psikiater. Pasalnya, walaupun tidak termasuk dalam kategori gangguan mental, namun kondisi tersebut tetap harus mendapatkan penanganan. Terutama jika sudah mengarah kepada gangguan mental, atau mempengaruhi kualitas hidup seseorang.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Savior Complex : Perilaku Membantu Orang Lain Secara Berlebihan
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



