Semua artikel
Sindrom Psikologi

Duck Syndrome : Terlihat Tenang Dalam Kepanikan

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Istilah duck syndrome memang terdengar cukup unik dan menggemaskan. Namun sayangnya, duck syndrome tidak untuk menggambarkan kondisi yang menggemaskan. Melainkan untuk kondisi orang-orang yang terlihat tenang di luar, namun menyimpan kepanikan di dalam dirinya.

Untuk mengenal kondisi duck syndrome, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai hal tersebut. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis.

Jika kamu atau orang sekitar mengalami kondisi yang sama seperti apa yang dijelaskan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut pembahasan mengenai duck syndrome.

Pengertian Duck Syndrome

Duck syndrome merupakan kondisi dimana seseorang terlihat tenang dan seakan baik-baik saja, namun pada kenyataannya mereka sedang dalam keadaan tertekan atau mengalami kepanikan untuk mencapai tujuan hidupnya. Kondisi semacam itu seakan seperti seekor bebek yang terlihat seakan berenang dengan tenang untuk mencapai tujuannya, namun di bawah air mereka sebenarnya sedang berupaya semaksimal mungkin. Karena itulah kondisi semacam ini mendapatkan julukan duck syndrome.

Duck syndrome umumnya dialami oleh remaja yang masih dalam status bersekolah atau kuliah, dan juga orang-orang dengan usia dewasa awal yang baru memulai karirnya di dunia kerja. Beberapa orang mungkin akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai pekerjaan impian atau universitas yang diharapkan, namun mereka tidak ingin terlihat begitu berupaya. Dari situlah sindrom yang satu ini mulai dialami.

Sayangnya, duck syndrome ini justru akan membuat seseorang merasa kewalahan dalam menjalani hidupnya. Disatu sisi mereka harus berupaya semaksimal mungkin, namun disisi lain mereka tidak ingin terlihat berusaha dan akhirnya tidak mendapatkan dukungan dari lingkungannya. Tidak heran jika akhirnya kondisi ini memicu berbagai masalah kesehatan baik fisik maupun mental.

Penyebab Duck Syndrome

Kondisi duck syndrome ini biasanya menyerang orang-orang dengan usia produktif, dimana mereka mengalami tekanan tertentu untuk bisa mencapai tujuan mereka. Dengan demikian, penyebab utama dari kondisi duck syndrome ini adalah adanya tekanan yang dialami. Selain itu, terdapat beberapa faktor yang juga bisa memicu kondisi duck syndrome, yaitu:

Tuntutan akademik

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa kondisi duck syndrome ini bisa menyerang remaja yang masih dalam proses pendidikan. Selain itu, banyak sekali tuntutan akademik yang terkadang diluar kemampuan seseorang. Hal inilah yang akhirnya juga bisa memicu kondisi duck syndrome tersebut.

Baca juga : Kenali Dampak Dari Hustle Culture dan Cara Menghindarinya

Harapan orang tua

Setiap orang tua tentu berharap anaknya memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dibandingkan dirinya. Sayangnya tidak sedikit orang tua yang memahami kemampuan anaknya, dan akhirnya menetapkan harapan di luar kemampuan sang anak. hal inilah yang akhirnya juga dapat memicu kondisi duck syndrome.

Kurangnya self esteem

Self esteem adalah cara seseorang menghargai, mencintai, dan memandang dirinya sendiri. Pada dasarnya, self esteem akan berguna untuk membantu seseorang mencapai kesuksesannya. Sayangnya, orang-orang yang memiliki self esteem rendah justru bisa memicu kondisi duck syndrome.

Gejala Duck Syndrome

Sebenarnya kondisi duck syndrome ini belum masuk dalam kategori gangguan mental yang diakui secara tertulis. Hal ini menyebabkan kurangnya pemahaman dan penggalian lebih dalam mengenai kondisi duck syndrome. Meski demikian, orang-orang yang mengalami duck syndrome dan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari tetap perlu mendapatkan pertolongan secara profesional.

Seperti pada pengertian duck syndrome, gejala utama dari kondisi ini adalah perawakan yang tampak tenang, namun memiliki kegelisahan tersendiri di dalam benaknya. Sayangnya banyak orang yang tidak menyadari hal ini karena dianggap bukan sesuatu yang berbahaya. Untuk itu, perlu kita ketahui gejala lain dari duck syndrome berikut:

·         Penderita cenderung merasa lelah dalam menghadapi situasi yang harus dilalui. Walaupun sebenarnya mereka tidak menampakkan rasa lelah tersebut.

·         Mengalami banyak pikiran yang berputar di kepala, dan membuat penderita kesulitan untuk merasa tenang.

·         Terkadang timbul perasaan bersalah karena selalu membandingkan pencapaian orang lain dengan apa yang telah didapatkan.

·         Mencari pelampiasan stress dengan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan atau menggunakan obat-obatan terlarang.

·         Mengalami gangguan tidur, seperti kesulitan untuk tertidur, mimpi buruk, atau memiliki tidur yang tidak berkualitas.

·         Mengalami beberapa gejala fisik seperti mudah lelah, sering merasa lemas, hingga mengalami ketegangan otot.

·         Selalu merasa grogi untuk hal-hal kecil sekalipun.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai kondisi duck syndrome. Sekali lagi, walaupun duck syndrome belum termasuk dalam gangguan mental secara tertulis, namun bukan berarti kondisi ini bisa dibiarkan begitu saja. Untuk itu, jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala yang sudah dipaparkan di atas, maka segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesegera mungkin.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Hustle Culture : Budaya Gila Kerja

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Duck Syndrome : Terlihat Tenang Dalam Kepanikan — DeepTalk