Deeptalk.co.id – Saat ini bekerja merupakan suatu keharusan. Selain sebagai penunjang hidup, bekerja juga dianggap sebagai media produktif yang paling baik. Banyak orang yang bahkan menghabiskan sebagian besar hidup mereka untuk bekerja. Buka sekedar untuk mendapatkan penghasilan, namun juga sebagai rutinitas yang tidak bisa ditinggalkan.
Memiliki pekerjaan lebih dari satu bahkan dianggap normal di era ini. Sayangnya hal ini justru tidak jarang membuat seseorang menjadi overworking. Overworking atau kelebihan kerja ini disebabkan oleh banyaknya tuntutan-tuntutan eksternal mengenai kesuksesan, produktivitas, pencapaian, dan masih banyak lagi.
Tahukah kamu bahwa overworking justru bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental seseorang. Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai dampak negatif dari overworking. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami overworking dan beberapa kondisi mental seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut beberapa dampak negatif overworking bagi kesehatan mental:
Berpotensi Besar Mengalami Burnout
Burnout adalah kondisi mental yang sangat akrab dengan overworking. Burnout sendiri merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kelelahan baik secara fisik maupun mental akibat bekerja. Kondisi ini bahkan lebih parah dari stress pada umumnya. Dimana pada kondisi burnout seseorang akan mengalami kehilangan motivasi, hasrat dalam bekerja, bahkan kepuasan dalam bekerja.
Bekerja terlalu banyak atau overworking akan sangat memungkinkan menjadikan seseorang mengalami burnout. Terlebih lagi jika mereka kurang istirahat dan tidak ditunjang dengan olahraga dan pola makan yang sehat.
Adapun gejala yang dialami saat seseorang mengalami burnout adalah sebagai berikut:
Selalu merasa lelah
Burnout dan kelelahan merupakan suatu kesatuan, dengan demikian rasa lelah bisa dikatakan sebagai ciri utama dari burnout. Tidak hanya kelelahan secara fisik, namun juga kelelahan secara mental.
Perasaan tidak berguna
Walaupun sudah mengerjakan dan mengupayakan banyak hal dalam pekerjaan mereka, kondisi burnout justru membuat mereka merasa tidak berguna. Mereka akan tetap merasa puas akan pencapaiannya.
Depresi
Kondisi burnout juga tidak jarang membuat seseorang dalam keadaan depresi. Depresi sendiri merupakan kondisi mental yang ditandai dengan perasaan sedih mendalam hingga membuat penderitanya kehilangan minat akan aktivitas sehari-hari.
Membenci pekerjaan
Walaupun mengerjakan banyak hal dan terkesan pekerja keras, overworking yang berdampak pada kondisi burnout ini justru membuat penderitanya membenci pekerjaan mereka.
Baca juga :
Penurunan Kualitas Sosial
Overworking membuat seseorang menghabiskan banyak waktu dengan pekerjaan mereka. Bekerja terus menerus tidak hanya membuat pelakunya kehilangan waktu untuk istirahat. Kondisi ini juga membuat pelaku kehilangan moment-moment penting dengan orang tercinta. Maka tidak heran jika overworking justru membuat kualitas sosial seseorang memburuk.
Hubungan dengan teman, sahabat, keluarga, dan orang-orang terdekat akan semakin merenggang. Hal ini disebabkan oleh kurangnya waktu yang digunakan dengan orang-orang tersebut. Tidak hanya itu, overworking juga membuat kita untuk melakukan sosialisasi dengan tetangga. Padahal merekalah yang nantinya akan membantu jika kita mengalami musibah di rumah.
Penurunan kualitas sosial tidak hanya membuat kita jauh dengan orang lain. Kondisi ini juga bisa membuat seseorang mengalami kesepian yang berujung pada depresi atau kondisi kesehatan mental lainnya.
Penurunan Produktivitas dan Kreativitas
Jika kamu berpikir overworking akan membuat kamu jauh lebih produktif, maka itu adalah pikiran yang salah. Pasalnya overworking justru bisa membuat seseorang mengalami penurunan produktivitas.
Seperti yang dibahas pada poin pertama bahwa overworking bisa membuat seseorang mengalami kelelahan baik secara mental maupun fisik. Maka tidak menuntut kemungkinan jika overworking akan membuat seseorang tertimpa penyakit fisik maupun mental. Hal inilah yang nantinya akan mengganggu produktivitas orang tersebut kedepannya.
Mungkin di awal orang tersebut akan mengerjakan banyak hal dan dalam jangka waktu yang lama. Namun manusia tetap manusia yang membutuhkan istirahat untuk memulihkan kembali tenaganya. Maka bekerja berlebihan akan membuat seseorang membutuhkan waktu istirahat yang berlebihan pula.
Selain mengalami penurunan produktivitas, overworking juga bisa membuat seseorang mengalami penurunan kreativitas. Overworking akan membuat seseorang kelelahan, termasuk kelelahan dalam berpikir. Saat seseorang mengalami kelelahan berpikir, maka kreativitasnya juga akan menurun. Hal ini juga termasuk dalam kemampuan berpikir mereka.
Penurunan produktivitas sama halnya dengan lingkaran setan. Saat kita mengalami kelelahan berlebih akibat overworking, maka kita membutuhkan waktu istirahat yang lebih lama. Dampaknya kita akan mengalami penurunan produktivitas. Setelah lama beristirahat, kita seakan mengalami keharusan untuk bekerja lebih yang kembali lagi dengan kondisi overworking. Kondisi tersebut akan terus berulang bagaikan lingkaran setan.
Itu dia dampka overworking bagi kondisi mental seseorang. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga :
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



