Deeptalk.co.id – Mengalami kejadian traumatis tentu akan sangat mengganggu kondisi fisik maupun mental seseorang. Pengalaman traumatis tidak hanya bisa dialami oleh orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Bahkan, bisa jadi pengalaman traumatis pada anak justru memberikan dampak yang lebih besar di kemudian hari. Khususnya dampak terhadap kondisi kesehatan mental sang anak. Maka dari itu, orang yang pernah mengalami kejadian traumatis sangat perlu mendapatkan bantuan secara profesional dari psikolog ataupun psikiater.
Kejadian traumatis yang dialami pada masa kanak-kanak biasa dikenal dengan istilah childhood trauma atau trauma masa kecil. Penyebab dari childhood trauma itu sendiri cukup beragam. Meski demikian, secara umum hal tersebut disebabkan oleh kekerasan, pelecehan, atau pengalaman mengancam nyawa yang berlangsung pada masa kanak-kanak.
Seperti namanya, childhood trauma memang merupakan trauma yang terjadi pada masa kecil. Meski demikian, dampak yang dialami justru bisa terbawa hingga usia dewasa. Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai dampak childhood trauma yang muncul pada usia dewasa.
Sebelum kita masuk pada pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut dampak yang bisa dirasakan seseorang jika childhood trauma yang dialami tidak diatasi dengan baik sesegera mungkin:
Mengalami Gangguan Stress Pasca Trauma (PTSD)

Dampak yang paling umum dialami pada penderita childhood trauma adalah gangguan stress pasca trauma atau PTSD. PTSD sendiri merupakan salah satu gangguan mental yang sudah tercatat dalam DSM-5 selaku buku panduan diagnosis gangguan psikologi.
Pada dasarnya PTSD ini bisa saja dialami sejak masa kanak-kanak, dan terbawa hingga usia dewasa. Childhood trauma sendiri bisa berujung pada kondisi PTSD jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat sedini mungkin. Selain itu, pengaruh lain seperti kekuatan mental, faktor eksternal, waktu mengalami childhood trauma, dan lain sebagainya juga turut serta memperbesar kemungkinan kondisi PTSD terjadi.
Tidak Memiliki Manajemen Emosi yang Baik

Dampak lain yang dialami oleh penderita childhood trauma adalah kesulitan dalam mengelola emosi yang dimiliki. Masa kanak-kanak merupakan masa dimana seseorang mengalami banyak sekali perkembangan baik secara mental maupun fisik. Salah satunya adalah perkembangan emosi. Anak akan mempelajari berbagai macam emosi, termasuk cara mengekspresi, dan mengelolanya dengan baik.
Sayangnya, anak-anak yang mengalami childhood trauma tidak cenderung terganggu dalam perkembangan emosinya. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan anak di usia dewasa menjadi tidak memiliki manajemen emosi yang baik. Dampaknya, penderita akan mudah marah, tidak bisa mengontrol emosi negatif, tidak mampu menyalurkan secara positif emosi yang dimiliki, dan masalah-masalah manajemen emosi lainnya.
Baca juga : Childhood Trauma : Trauma Masa Kecil yang Berdampak Hingga Dewasa
Masalah Pada Kinerja Otak

Seseorang yang tumbuh dengan kondisi childhood trauma yang tidak teratasi juga beresiko mengalami masalah dalam kinerja otak mereka. Otak merupakan organ tubuh yang berperan penting dalam mengontrol seluruh kerja tubuh. Dengan demikian, masalah kinerja pada otak tentu akan memberikan dampak lain terhadap kinerja tubuh.
Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 oleh Suzuki menemukan bahwa, anak berusia 6-12 tahun yang mengalami kejadian traumatis akan menimbulkan stress yang berat. Kondisi tersebut akan berdampak kepada kortisol yang melemah. Hormon kortisol sendiri berperan dalam mempersiapkan individu dalam merespon ancaman.
Terganggunya hormon kortisol akan membuat seseorang tidak bisa merespon ancaman eksternal dengan baik. Pada akhirnya, penderita akan terganggu fokus dan konsentrasinya saat berada pada situasi-situasi tertentu. Hal ini tentu akan memberikan berbagai dampak dalam kehidupan, misalnya di dunia pendidikan, pekerjaan, maupun lingkungan sosial lainnya.
Masalah Sosial

Seseorang dengan kondisi childhood trauma yang tidak teratasi dengan baik juga cenderung akan menarik diri dari lingkungan sosialnya. Rasa takut mendalam akibat kejadian traumatis pada masa kanak-kanak membuat mereka meningkatkan kewaspadaan mereka. Sayangnya dalam beberapa kasus hal ini terbawa sampai usia dewasa.
Walaupun beberapa penderita bisa tetap menjalani kehidupan sosial. Namun umumnya mereka tidak memiliki hubungan sosial yang baik dengan orang disekitarnya. Misalnya mereka hanya kerja atau melakukan aktivitas sosial lainnya secukupnya, dan menghindari interaksi dengan orang lain. Sebagai manusia yang notabenenya adalah makhluk sosial, hal ini tentu tidak selayaknya terjadi.
Selain itu, penderita childhood trauma juga cenderung mengalami kesulitan untuk beradaptasi di lingkungan baru. Hal ini tentu akan mengganggu pada orang dewasa. Misalnya saat baru memasuki dunia kerja, pindah rumah, dan kegiatan lain yang membutuhkan adaptasi.
Itu dia beberapa dampak childhood trauma yang dialami saat seseorang berada pada usia dewasa. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Terapi EMDR Untuk Mengatasi Trauma Psikologi
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



