Deeptalk.co.id – Bisa jadi diantara kita terdapat orang-orang yang pernah melalui pengalaman tidak menyenangkan di masa kecil. Bahkan pengalaman tersebut menjadi luka mendalam, dan masih berbekas hingga dewasa. Jika demikian, bisa jadi orang tersebut mengalami kondisi yang dikenal dengan istilah childhood trauma.
Walaupun childhood trauma dialami saat seseorang berada di usia kanak-kanak, namun hal ini ternyata memberikan dampak yang tidak disadari pada usia dewasa. Lantas, seperti apa sebenarnya childhood trauma itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai childhood trauma.
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera konsultasi dan periksakan lebih lanjut kepada psikolog atau psikiater. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai childhood trauma.
Pengertian Childhood Trauma

Seperti namanya, childhood trauma adalah trauma atau kejadian tidak menyenangkan yang dialami pada masa kanak-kanak. Kejadian tidak menyenangkan tersebut bisa sangat beragam. Mulai dari peristiwa memalukan, menakutkan, perasaan kesepian, pelecehan, dan masih banyak lagi.
Pengalaman tidak menyenangkan yang cukup menyakitkan, terutama jika hal tersebut berlangsung berulang kali dan dalam jangka waktu lama, tentu akan berdampak pada trauma psikologi. Trauma psikologi yang terjadi pada masa kanak-kanak atau childhood trauma ini akan berdampak besar pada masa yang akan datang. Terutama jika kondisi tersebut tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Childhood trauma akan semakin buruk jika dialami pada usia yang sangat dini, misalnya pada usia 0 sampai 6 tahun. Umumnya pada usia tersebut, trauma yang dialami akan melibatkan orang tua atau pengasuh. Seperti yang kita ketahui bahwa di usia tersebut akan belum memasuki lingkungan sosial, selain keluarga dan pengasuhnya. Mirisnya, usia tersebut merupakan masa perkembangan yang terjadi cukup cepat. Sehingga, masalah-masalah yang ditimbulkan di usia tersebut akan sangat memberikan dampak di kemudian hari.
Baca juga : Terapi EMDR Untuk Mengatasi Trauma Psikologi
Penyebab Childhood Trauma

Sebanarnya cukup banyak kondisi-kondisi yang pada akhirnya dapat menyebabkan seseorang mengalami childhood trauma. Adapun beberapa kondisi diantaranya adalah sebagai berikut:
Penganiayaan emosional
Tidak sedikit anak yang mengalami penganiayaan emosional berujung pada kondisi childhood trauma. Bagaimana tidak, mendapatkan penganiayaan emosional tentu akan sangat menyakitkan secara mental. Bentuk penganiayaan emosional sendiri cukup beragam, mulai dari mendapatkan kata-kata kasar, perundungan dari saudara atau teman-teman, ejekan, dan masih banyak lagi.
Penganiayaan fisik
Selain penganiayaan emosional, penganiayaan fisik juga bisa berujung pada childhood trauma. Berbeda dengan penganiayaan emosional yang cenderung bersifat verbal, penganiayaan fisik justru akan menyakitkan secara fisik. Bentuk penganiayaan fisik bisa berupa pukulan, tendangan, benturan benda tumpul, sayatan benda tajam, dan masih banyak lagi.
Pelecehan seksual
Penyebab lainnya bisa akibat pelecehan seksual. Seperti yang kita ketahui, pelecehan seksual terhadap orang dewasa saja bisa menyebabkan trauma mendalam. Dengan demikian, jika hal ini dialami oleh anak-anak, tentu trauma akan lebih membekas.
Orang tua dengan penyalahgunaan obat-obatan
Peran orang tua dalam perkembangan anak tentu sangat dibutuhkan. Lantas bagaimana dengan orang tua yang tidak bisa memaksimalkan perannya. Misalnya orang tua dengan penyalahgunaan obat-obatan. Hal tersebut bisa menimbulkan kehilangan kesadaran, sehingga bisa melakukan hal-hal yang mengakibatkan childhood trauma pada anak.
Perpisahan orang tua
Tidak sedikit anak yang menjadi korban perpisahan orang tua. Anak pada dasarnya membutuhkan kasih sayang dari ayah dan ibunya. Namun dengan adanya perpisahan orang tua, maka mereka bisa saja minim dalam mendapatkan kasih sayang, dan berdampak pada childhood trauma.
Kekerasan terhadap ibu
Pada usia anak, kita akan memiliki kelekatan yang erat dengan sosok ibu. Hal ini tidak jarang membuat anak memahami perasaan sang ibu. Dengan demikian, ibu yang mendapatkan kekerasan, terlebih lagi jika disaksikan oleh anak, maka bisa menimbulkan childhood trauma pada anak.
Penelantaran anak
Banyak hal-hal yang perlu dilakukan untuk memastikan anak melalui sesi perkembangannya. Sayangnya, anak yang ditelantarkan tidak mendapatkan hal tersebut. pada akhirnya kondisinya bisa berujung pada childhood trauma.
Bencana alam, peperangan, atau kecelakaan
Beberapa kejadian tidak menyenangkan yang dialami pada masa kanak-kanak, seperti bencana alam, peperangan, atau kecelakaan juga bisa menimbulkan kondisi childhood trauma. Seperti yang kita ketahui bahwa kejadian semacam itu akan meninggalkan luka pada sebagian besar orang, terlebih lagi pada anak-anak.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai childhood trauma dan kondisi-kondisi yang melatarbelakangi seseorang dengan kondisi childhood trauma. Kondisi yang satu ini bisa berdampak pada salah satu gangguan mental yang kita kenal dengan istilah gangguan stress pasca trauma atau PTSD.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Adiksi NAPZA dan Dampaknya Terhadap Psikologis Manusia
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



