Semua artikel
Sindrom Psikologi

Cegah Post Power Syndrome Sebelum Memasuki Usia Pensiun

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Apakah kamu pernah mendengar istilah post power syndrome? Jika belum, maka artikel ini sangat cocok untuk kamu. Post power syndrome sendiri merupakan masalah mental yang memang dialami oleh para lansia. Meski demikian, jangan menunggu usia lansia untuk mengenal kondisi yang satu ini. Pasalnya, post power syndrome harus dicegah jauh sebelum kita memasuki usia lansia.

Lansia sendiri merupakan orang-orang dengan usia 65 tahun ke atas. Artinya, pada usia tersebut seseorang sudah memasuki masa pensiun. Dimana mereka akan kehilangan produktivitas, mata pencaharian utamanya, relasi, jabatan, dan lain sebagainya. Tidak jarang pada kondisi tersebut seseorang mengalami berbagai masalah kesehatan mental, termasuk post power syndrome.

Post power syndrome adalah kondisi dimana seorang lansia terus membandingkan kemampuannya di masa produktif, dengan masa sekarang. Dimana hal tersebut bisa memicu rasa rendah diri, tidak berdaya, pesimis, kehilangan semangat hidup, bahkan tidak jarang menimbulkan pikiran untuk bunuh diri.

Tidak semua lansia mengalami post power syndrome. Orang-orang yang sudah mempersiapkan diri dari jauh hari akan sangat kecil kemungkinan mengalami post power syndrome tersebut. Maka dari itu, artikel kali ini akan membahas mengenai cara mencegah post power syndrome sejak dini.

Sebelum kita masuk pada topik utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk menjadi patokan utama dalam penanganan post power syndrome. Akan lebih bijak jika kamu langsung berkonsultasi dengan para ahli, yaitu psikolog atau psikiater.

Komplikasi Post Power Syndrome

Senior friends spending time together

Sebagai gambaran, kamu perlu tahu mengenai komplikasi apa saja yang bisa kamu alami jika kamu tidak mempersiapkan diri menghadapi masa pensiun. Post power syndrome mungkin terdengar sederhana, namun pada kenyataannya cukup banyak komplikasi yang bisa dialami akibat kondisi tersebut. Maka dari itu, berikut beberapa komplikasi post power syndrome:

Demensia

Komplikasi pertama yang sangat mungkin dialami oleh penderita post power syndrome adalah demensia. Demensia sendiri memang sangat akrab dengan para lansia. Walaupun bisa dialami oleh berbagai jenjang usia, namun demensia paling sering dijumpai pada lansia.

Post power syndrome yang tidak mendapatkan penanganan tepat akan sangat mungkin berkembang menjadi demensia. Penderita akan mulai kehilangan beberapa memorinya, sulit menemukan kalimat yang tepat dalam berkomunikasi, tidak tahu arah jalan pulang, linglung, dan masih banyak lagi.

Depresi

Komplikasi kedua yang mungkin dialami oleh penderita post power syndrome adalah depresi. Bagaimana tidak, post power syndrome menyerang semangat hidup, harga diri, dan lain sebagainya. Tanpa kehadiran itu semua dalam hidup, seseorang akan mengalami kesedihan mendalam dan berujung pada kondisi depresi.

Beberapa penyakit fisik

Selain masalah kesehatan mental di atas, post power syndrome juga bisa mempengaruhi kondisi fisik penderitanya. Adapun komplikasi post power syndrome yang bisa dialami adalah obesitas, penyakit jantung, dan juga diabetes. Selain itu, hilangnya semangat hidup juga membuat penderita post power syndrome menolak berbagai jenis perawatan medis. Dimana hal tersebut bisa semakin memperparah kondisinya.

Itu dia beberapa komplikasi post power syndrome. Tentu masih ada komplikasi lainnya, misalnya kecanduan alkohol, berbagai jenis gangguan kecemasan, kecenderungan mengisolasi diri, hingga pikiran bahkan tindakan percobaan bunuh diri.

Baca juga: Mengenal Gejala Post Power Syndrome Pada Lansia

Cara Mencegah Post Power Syndrome Sejak Dini

Senior friends spending time together

Setelah memiliki bayangan mengenai berbagai komplikasi yang bisa dialami akibat post power syndrome, tentu akan lebih baik untuk terhindar dari kondisi tersebut. Untuk itu, berikut beberapa cara mencegah post power syndrome sejak dini:

·         Mengurangi aktivitas secara bertahan, sebelum akhirnya memasuki masa pensiun. Dengan langkah ini kamu menghadapi masa pensiun tidak dengan perubahan yang terlalu signifikan. Artinya, tubuhmu sudah membiasakan diri jauh sebelum kamu pensiun.

·         Mulai pikirkan apa yang akan kamu lakukan untuk mengisi waktu luang di hari pensiun. Misalnya bergabung dengan komunitas tertentu, memiliki usaha kecil-kecilan di rumah, atau mengembangkan hobi yang belum sempat kamu kerjakan.

·         Pastikan kamu memiliki asuransi kesehatan sebelum pensiun. Hal ini penting untuk membantu kondisi finansial di masa tua. Pasalnya, masa lansia kondisi fisik tidak prima lagi. Bisa jadi kamu membutuhkan lebih banyak uang untuk perawatan kesehatan. Dengan asuransi, kamu tidak perlu khawatir akan hal tersebut.

·         Membuat jadwal kegiatan untuk masa pensiun. Misalnya kamu ingin mengunjungi tempat-tempat yang belum sempat kamu kunjungi, kamu ingin mencoba kegiatan baru, atau sejenisnya. Dengan begitu, saat masa pensiun tiba kamu tidak merasa kebingungan. Tentunya, pastikan kamu memiliki budget yang cukup akan semua itu.

·         Menciptakan passive income. Hal yang satu ini tidak kalah penting. Pasalnya, masa pensiun membuat kamu kehilangan sumber penghasilan utamamu. Untuk itu, pastikan kamu memiliki passive income sebelum masa pensiun tiba.

Itu dia penjelasan mengenai komplikasi post power syndrome, dan cara mencegah post power syndrome sejak dini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Post Power Syndrome Kondisi Mental yang Mengancam Kesejahteraan Hidup Lansia

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Cegah Post Power Syndrome Sebelum Memasuki Usia Pensiun — DeepTalk