Deeptalk.co.id – Quarter life crisis atau krisis yang terjadi pada usia seperempat abad karena banyak dialami seseorang saat berusia 20-an hingga 30-an. Krisis ini kerap kali disertai dengan perasaan bingung dengan tujuan hidup yang dipilih sehingga menyebabkan stres, kecemasan bahkan depresi. Oleh karena itu, mereka yang mengalami quarter life crisis bahkan merasa perlu untuk menemui terapis atau ahli psikologi untuk mengatasinya.
Krisis seperempat abad ini merupakan hal yang normal dan wajar jika dialami seseorang. Sehingga, apakah perlu untuk kita menemui terapis saat mengalami quarter life crisis? Dalam artikel kali ini kami akan membahas lebih lanjut akan pertanyaan tersebut.
Validasi Quater Life Crisis

Walaupun isu quarter life crisis banyak dibicarakan oleh banyak kalangan, nyatanya fenomena ini masih sering diremehkan. Tentu quarter life crisis menjadi hal yang populer dikalangan usia 20 hingga 30-an tahun karena banyak yang mengalaminya di saat usia tersebut. Banyak yang berpikir bahwa usia tersebut adalah tahap terbaik dalam fase kehidupan sehingga quarter life crisis dianggap tidak seberat itu.
Masa tersebut digambarkan sebagai momen transisi manusia menuju tahap dewasa muda. Mereka bisa melakukan semua yang mereka inginkan sehingga menjadi masa hidup yang menyenangkan. Oleh para ahli psikologi, quarter life crisis didefinisikan sebagai periode yang signifikan, meskipun tidak semua mengalaminya, namun ini normal jika terjadi pada seseorang di saat seperempat abad usianya.
Seseorang bisa mengalami krisis di seperempat abad usianya dikarenakan pada tahap ini mereka akan dihadapkan pada banyak pilihan dan perubahan hampir di setiap aspek kehidupannya. Setelah lulus dari perguruan tinggi misal, mungkin mereka akan menghadapi banjir transisi kehidupan hingga kemudian menciptakan masalah baru yang belum pernah dihadapi sebelumnya.
Semua permasalahan tersebut dapat menimbulkan tekanan dan perasaan cemas, takut, ketidakstabilan hingga krisis eksistensial “Siapakah saya?”. Terlalu banyak pilihan dan keputusan yang harus diambil demi masa depan tentu menakutkan bagi seseorang.
Orang-orang di tahap kehidupan ini mudah terjebak dalam membandingkan diri mereka dengan teman sebaya. Terlebih dengan adanya media sosial yang kerap digunakan sebagai ajang pamer dan adu pencapaian. Orang cenderung memposting pesan dan foto yang hanya mendokumentasikan pengalaman terbaik mereka, yang tidak diterjemahkan dalam kisah kehidupan yang realistis.
Ini dapat membuat manusia berusia seperempat abad mempertanyakan diri mereka sendiri, baik keputusan yang telah mereka buat hingga kemampuan yang telah mereka miliki. Membandingkan diri dengan orang lain menjadi rentan dilakukan ketika menghadapi quarter life crisis akibat krisis identitas yang sering dipertanyakan dan diragukan oleh diri sendiri.
Baca juga: Strategi Meningkatkan Kebahagiaan Melalui Resiliensi
Bantuan Terapis Dalam Menghadapi Quarter Life Crisis

Tentu tidak semua orang saat berusia 20-an akan mengalami quarter life crisis ini. Akan tetapi potensi yang ada untuk beragam transisi kehidupan ini mengarah pada krisis jika orang di awal kedewasaan tidak memiliki keterampilan dalam mengatasi. Serta dukungan dalam menghadapi segala perubahan dengan cara yang sehat.
Dengan semua pilihan dan transisi yang menyerang dengan cepat ketika menuju kedewasaan tahap awal secara berurutan, terapis atau konselor dapat membantu Anda. Salah satunya yang terpenting yakni dengan mengembangkan hubungan terapeutik yang kuat. Ini bersamaan dengan mengumpulkan dan berusaha memahami perspektif Anda sebanyak mungkin. Para terapis akan melakukan pendekatan dengan terbuka serta penuh perhatian untuk mengeksplorasi masalah lain yang mungkin tidak Anda sadari.
Para terapis akan melakukan penilaian di awal konseling. Ini dilakukan untuk membantu menentukan apakah Anda mungkin mengalami depresi klinis atau kecemasan. Lalu, terapis akan mendengarkan segala keluhan Anda dan mencoba dari mana permasalahan ini berasal.
Ketika sesi konseling, terapis akan sering mengeksplorasi pertanyaan eksistensial seperti, “Siapakah diri Anda?” atau “Apa yang ingin Anda lakukan dengan hidup Anda?”. Jawaban yang atas apa yang ingin Anda lakukan dalam hidup tidak harus terkait dengan pekerjaan yang sedang Anda lakukan. Akan lebih baik jika jawaban menggunakan perspektif holistik, dimana Anda akan diminta untuk memikirkan hal-hal dalam hidup yang membuat Anda bahagia, atau yang bermakna dan dapat membantu dalam memahami dunia.
Seorang dokter atau terapis yang terampil dapat membantu Anda mengatasi beberapa masalah inti dari apa yang Anda alami saat menghadapi quarter life crisis. Mereka juga membantu Anda menemukan jalan yang tepat untuk Anda. Catatan penting adalah bahwa menemukan jalan yang ‘benar’ tidak berarti Anda tidak akan membuat kesalahan, berubah pikiran, mengubah hal-hal saat Anda pergi, atau semacamnya. Artinya, Anda dapat menemukan awal jalur yang spesifik untuk Anda dan bukan jalan yang dipilih otang lain. Tentu jalan yang Anda pilih ini tidak dapat Anda ubah saat Anda memulai.
Baca juga: Mengatasi Procrastination Demi Meningkatkan Kesehatan Mental
Sumber:
Counseling Webmaster. (2022, July 14). Validating the quarter-life crisis – Counseling Today. Counseling Today. https://ct.counseling.org/2016/04/validating-the-quarter-life-crisis/
Counseling for Quarter-Life Crisis — The Counseling Hub. (2023). The Counseling Hub. https://thecounselinghub.com/quarterlife-crisis
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



