Deeptalk.co.id – Menjaga ketenangan emosional bukan hal yang mudah bagi sebagian orang. Terlebih lagi dalam mengasuh anak. Itu dia salah satu alasan mengapa menjadi orang tua bukan tugas yang mudah.
Banyak sekali metode pola asuh yang beredar di masyarakat. Salah satu yang cukup populer adalah mindful parenting, yaitu pola asuh yang menitikberatkan pada upaya mindfulness. Mindfulness sendiri memiliki arti kesabaran. Jika dijabarkan lebih lengkap, mindfulness adalah salah satu metode meditasi untuk melatih fokus terhadap apa yang terjadi disekitar, dan menerima emosi secara terbuka.
Mindful parenting adalah salah satu metode pola asuh yang memiliki ciri khas dimana orang tua memberikan perhatian secara penuh terhadap apa yang sedang terjadi saat ini, tanpa adanya penghakiman. Jenis parenting yang satu ini dianggap mampu meningkatkan kelekatan antara orang tua dan anak. Selain itu, jika dijalankan dengan benar mindful parenting bisa berdampak baik untuk perkembangan emosional anak, dan kesejahteraan emosional orang tua.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang bentuk-bentuk mindful parenting. Namun sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu membutuhkan bantuan dalam menjalankan mindful parenting, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog.
Bentuk-Bentuk Mindful Parenting

Pada tahun 2014, Bögels dan Restifo mengemukakan pendapat mereka mengenai bentuk-bentuk mindful parenting. Menurut mereka, mindful parenting terdiri dari 5 komponen utama, yaitu:
Listening with full attention (mendengarkan dengan penuh perhatian)
Seperti halnya mindfulnessi pada umumnya, mindful parenting juga menekankan diri untuk hadir secara penuh pada apa yang terjadi pada saat ini. Artinya dalam mendidik anak, orang yang menerapkan teknik mindful parenting perlu untuk mendengarkan dengan penuh perhatian saat sedang berhadapan dengan anak. Bukan malah raganya ada di depan anak, namun pikiran dan hatinya justru ada pada pekerjaan atau lainnya. Contohnya, saat anak bercerita orang tua perlu mendengarkan dengan penuh perhatian, tana bermain handphone atau menonton tv.
Baca juga: Dampak Penerapan Mindful Parenting
Emotional awareness of self and child (kesadaran emosi diri dan anak)
Uniknya, mindful parenting ini tidak sekedar bersabar diri dan memendam emosi negatif mereka. Justru, mindful parenting mengajarkan orang tua untuk sadar akan emosi diri, dan emosi anak. Namun, orang tua juga perlu belajar untuk mengendalikan emosi tersebut agar tidak bereaksi berlebihan. Contohnya, saat anak selalu menolak untuk makan, orang tua tidak langsung marah. Melainkan memahami penyebab emosi anak dan emosi diri.
Self regulation in the parenting relationship (pengaturan diri dalam respon)
Selain mengenali emosi diri dan anak, mindful parenting juga mengajarkan orang tua untuk mengatur respon terhadap emosi yang dirasakan sendiri dan didapatkan dari anak. Mengatur respon dalam hal ini bukan berarti mengabaikan emosi negatif yang dirasakan. Melainkan mengalihkan emosi negatif itu menjadi respon yang positif. Contohnya, saat anak mulai menghamburkan mainnya, orang tua tidak langsung memarahi anak. Melainkan mencoba menenangkan diri, dan mulai memberikan pengertian kepada anak.
Nonjudgmental acceptance of self and child (tidak menghakimi dalam interaksi dengan anak)
Terkadang orang tua merasa lebih senior, dan dengan mudah menghakimi setiap perbuatan anak. Padahal orang tua tentu pernah berbuat salah juga. Bagusnya, penerapan mindful parenting akan mengajarkan orang tua untuk tidak mudah menghakimi anak. Contohnya, orang tua menghindari memberi label negatif terhadap anak. Misalnya melabeli “anak nakal” atau “anak bodoh”, melainkan lebih fokus pada konteks dan perilaku anak.
Compassion for self and child (belas kasih terhadap diri dan anak)
Penerapan mindful parenting juga mengajarkan kepada orang tua bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Termasuk tidak ada yang sempurna sebagai anak, dan tidak ada yang sempurna sebagai orang tua. Maka dari itu, penerapan mindful parenting juga berarti memberikan belas kasih terhadap diri dan anak. Contohnya, tidak menyalahkan anak saat gagal dalam ujian, dan tidak juga menyalahkan diri karena tidak bisa mendidik anak. Melainkan, tetap memberikan dukungan terhadap anak, dan terus mengembangkan diri untuk menjadi orang tua yang lebih baik.
Itu dia penjelasan tentang bentuk-bentuk mindful parenting. Penerapan mindful parenting memang bukan hal yang mudah. Namun perlu diingat bahwa penerapan mindful parenting ini membantu orang tua dan anak untuk menjadi lebih baik.
Dalam beberapa kasus, penerapan mindful parenting memang membutuhkan bantuan dari profesional. Tujuannya agar mindful parenting tidak justru mendatangkan stress atau masalah-masalah baru bagi orang tua maupun anak. Terutama bagi orang tua yang belum terbiasa menerapkan teknik mindfulness dalam kehidupan sehari-hari.
Jika kamu membutuhkan bantuan profesional dalam penerapan mindful parenting, cobalah untuk mengunjungi web deeptalk.co.id. Kamu bisa berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Mindful Parenting: Membangun Hubungan Emosional yang Sehat antara Orang Tua dan Anak
Sumber:
Bögels, S. M., & Restifo, K. (2014). Mindful Parenting: A Guide for Mental Health Practitioners. Springer. ISBN: 9781461474069.
Duncan, L. G., Coatsworth, J. D., & Greenberg, M. T. (2009). A model of mindful parenting: Implications for parent–child relationships and prevention research.
Clinical Child and Family Psychology Review, 12(3), 255–270. https://doi.org/10.1007/s10567-009-0046-3.
Kabat-Zinn, J., & Kabat-Zinn, M. (1997). Everyday Blessings: The Inner Work of Mindful Parenting. Hachette Books. ISBN: 9780786883145.
Singh, N. N., Lancioni, G. E., Winton, A. S. W., Singh, J., Curtis, W. J., Wahler, R. G., & Sabaawi, M. (2006). Mindful parenting decreases aggression, noncompliance, and self-injury in children with autism. Journal of Emotional and Behavioral Disorders, 14(3), 169–177. https://doi.org/10.1177/10634266060140030401.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Developament by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



