Semua artikel
Keluarga

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Mental Pada Anak?

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Cukup banyak orang tua yang sadar betapa pentingnya kesehatan fisik anak. Sayangnya, masih sedikit orang tua yang memberikan fokus mereka terhadap kesehatan mental anak. Pada dasarnya, anak yang mengalami gangguan kesehatan mental dapat mengganggu kesehatan fisik anak. Begitu juga sebaliknya, anak yang mengalami gangguan kesehatan fisik dapat mengganggu kesehatan mental. Hal ini dikarenakan keduanya memiliki hubungan yang cukup erat.

Gangguan kesehatan mental sering kali tidak mendapatkan perhatian karena tidak terlihat secara kasat mata. Namun jika hal ini terus tidak mendapatkan perhatian orang tua, anak dapat mengalami penurunan perkembangan kemampuannya. Dengan demikian, sudah sepantasnya orang tua untuk memberikan fokus pada kesehatan fisik dan mental pada anak.

Anak yang memiliki mental yang baik dan sehat cenderung jauh dari stress. Walaupun stress yang dialami oleh anak tidak serumit yang dialami orang dewasa, namun kapasitas manajemen stress anak juga belum sebaik orang dewasa. Untuk itu, anak yang tidak merasa stress akan mampu beradaptasi dengan baik pada lingkungannya, memiliki semangat untuk bermain dan belajar, serta mampu menyerap segala informasi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak.

Dengan pemaparan sederhana di atas, orang tua tentu paham betapa pentingnya memperhatikan dan memastikan anak sehat secara fisik dan mental. Hal ini tentu tidak hanya menjadi tugas orang tau, namun juga orang dewasa yang ada di sekitar anak. Seperti guru, kakek, nenek, dan lain sebagainya.

Menjaga kesehatan mental anak tidak sesederhana yang dipikirkan. Pasalnya, diperlukan kepekaan orang tua terhadap setiap tingkah laku anak. Hal ini dikarenakan mental yang terganggu tidak akan tampak jika tidak dilakukan observasi dan pengamatan yang lebih mendalam. Berikut beberapa cara untuk menjaga kesehatan mental pada anak:

Menciptakan Suasana yang Aman Bagi Anak

Anak yang merasa aman akan terhindar dari perasaan takut dan khawatir terhadap keselamatan mereka. Umumnya anak akan merasa aman saat berada di dekat orang tua, ada berada dalam lingkungan yang sudah cukup familiar bagi mereka, seperti di dalam rumah.

Suasana aman bagi anak tidak hanya sekedar dimana mereka berada, namun juga bagaimana mereka mendapatkan perhatian yang cukup, kasih sayang, dihargai, dan diberikan kepercayaan. Tindakan-tindakan semacam itu akan membuat anak merasa aman terhadap kondisi mereka.

Tidak hanya dengan orang tua, anak juga perlu diajarkan untuk mendapatkan kenyamanan mereka saat berada dengan orang lain. Misalnya saat bermain dengan teman, belajar di sekolah, atau lingkungan sosial lainnya. Dengan demikian selain merasa aman, anak juga mampu bersosialisasi dengan lingkungan di luar rumah.

Baca juga: Mengenal Gangguan Kepribadian Narsistik

Hindari Kejadian Traumatis Pada Anak

Kejadian traumatis yang terjadi pada anak dapat mengganggu kesehatan mental anak. Jika hal tersebut tidak mendapatkan penanganan yang tepat, maka dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan mental. Istilah mencegah dari pada mengobati menjadi sangat berarti dalam kasus ini. Pasalnya, mengobati anak yang mengalami gangguan mental tidak semudah yang dipikirkan.

Anak memiliki manajemen emosi yang tidak sebaik orang dewasa. Untuk itu, anak perlu mendapatkan perhatian lebih.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Yessy Nur Endah Sary menyatakan bahwa anak usia dini yang orang tuanya bercerai telah mengalami gangguan mental emosional saat masih tinggal bersama dengan orang tua mereka. Dengan demikian, kejadian-kejadian traumatis semacam ini perlu dihindari dari kehidupan anak.

Biarkan Anak Berekspresi Sesuai Emosi yang Dirasakan

Anak dengan kondisi mental yang baik akan mampu berekspresi sesuai dengan emosi yang mereka rasakan. Misalnya, mereka akan tertawa jika merasa bahagiah, atau menangis saat merasa sedih. Hal ini yang sering menjadi salah paham bagi orang tua.

Meliat anak ceria memang suatu kebahagiaan bagi orang tua, namun anak yang menangis bukan suatu kesalahan. Biarkan anak merasakan emosi dan mengekspresikan sesuai dengan apa yang mereka rasakan. Dengan demikian, anak akan belajar mengelolah dan mengekspresikan apa yang mereka rasakan dengan baik.

Kenali Ciri-Ciri Gangguan Mental Pada Anak

Anak memang akan mempelajari banyak hal dari orang tua. Namun hal ini bukan berarti orang tua telah mengetahui segalanya dan tidak perlu memperdalam pengetahuan. Dengan demikian, menjadi orang tua bukan batasan untuk berhenti belajar.

Salah satu yang tidak kalah penting untuk menjadi informasi bagi orang tua adalah mengenali ciri-ciri gangguan mental pada anak. Jika orang tua mengetahui hal tersebut, maka tinggal meningkatkan kepekaan terhadap anak. Dengan demikian, jika orang tua menemukan sesuatu yang mengganjal, maka dapat diberikan penanganan yang tepat sedini mungkin. Orang tua juga bisa mengkonsultasikan perkembangan anak dengan psikolog atau orang-orang yang ahli dibidangnya.

Setelah mengethaui cara menjaga kesehatan mental pada anak, sudah waktunya untuk para orang tua mempraktekkan beberapa poin di atas. Semoga artikel ini dapat membantu.

Baca juga: Pengaruh Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Remaja

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Mental Pada Anak? — DeepTalk