Deeptalk.co.id – Membahas mengenai kasus pelecehan seksual memang selalu berfokus kepada korban-korban yang dirugikan. Bagaimana tidak, para korban pelecehan seksual tidak hanya mengalami sakit secara fisik dan mental, mereka juga bisa mengalami trauma mendalam dan berdampak pada masa depannya. Untuk itu, korban pelecehan seksual selalu menjadi topik utama dalam pembahasan mengenai pelecehan seksual.
Banyak sekali pembahasan mengenai dampak yang dialami oleh korban pelecehan seksual. Lantas bagaimana kita menyikapi mereka yang telah terlanjur menjadi korban? Kita tidak bisa mengulang waktu untuk menghentikan kejadian buruk tersebut, dan disisi lain kita juga tidak bisa menyalahkan korban dalam kasus ini. Bagaimana bisa korban yang justru mendapatkan hujatan atas sakit yang mereka alami sendiri?
Untuk itu, artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana cara yang bijak dalam menghadapi korban pelecehan seksual. Perlu diketahui bahwa hal ini tidak akan mudah baik bagi korban maupun orang-orang terdekat korban. Maka dari itu diperlukan cara-cara yang bijak agar tidak memperburuk kondisi korban dan orang-orang sekitarnya.
Sebelum kita masuk dalam topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis atau rujukan utama dalam penanganan masalah kesehatan mental. Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah kesehatan mental atau timbulnya perilaku menyimpang, maka segera konsultasikan dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Self diagnosis merupakan langkah yang sangat tidak dianjurkan. Selain dapat memperbesar kesalahan diagnosis dan penangananya, self diagnosis juga berpotensi menimbulkan kecemasan berlebih akibat overdiagnosis.
Kembali lagi kepada topik pembahasan utamanya. Berikut beberapa cara yang dapat kamu lakukan jika berhadapan dengan korban pelecehan seksual:
Tunjukan Empati dan Kepedulian Terhadap Korban

Mungkin kamu pernah melihat berita tentang pelecehan seksual, dan bagaimana mereka dihujat karena dianggap pantas mendapatkan perlakuan keji tersebut. Hal tersebut tentu merupakan cara yang sangat tidak bijak dalam menghadapi korban pelecehan seksual.
Tidak sedikit orang menyalahkan cara berpakaian, penampilan, cara berinteraksi, atau hal-hal lainnya yang dilakukan oleh para korban. Pada kenyataannya bahkan lebih banyak korban-korban tersebut yang justru berpakaian tertutup, bertindak sopan, dan bahkan anak kecil yang notabenenya masih polos akan hal-hal yang bisa memicu pelecehan seksual terjadi. Lantas apakah masih pantas jika kita menyalahkan korban?
Untuk itu, cobalah sedikit menaikan empati yang kita miliki. Tunjukan kepedulian kita terhadap korban, alih-alih mencari kesalahan mereka. Dengan adanya empati, kita bisa merasakan betapa sakitnya menjadi mereka dan tahu bagaimana cara yang baik dalam memperlakukan mereka.
Peduli terhadap korban pelecehan seksual artinya belajar memahami apa yang mereka rasakan. Menampung segala kesedihan dengan sekedar mendengarkan keluh kesah mereka akan sangat membantu menenangkan hari mereka. Langkah sederhana semacam ini akan sedikit membangkitkan rasa percaya diri dan menyadari keberadaan orang-orang baik di sekitarnya.
Memberikan Rasa Aman

Menghadapi korban pelecehan seksual memang bukan hal yang mudah. Mereka bisa saja merasa takut pada waktu dan kondisi tertentu. Misalnya saat berhadap dengan lawan jenis, berada pada lokasi kejadian pelecehan seksual, dan hal-hal lain yang bisa memicu ingatannya akan kejadian buruk tersebut.
Sebagai orang yang menghadapi korban pelecehan seksual, ada baiknya kita menghadirkan kembali rasa aman dalam diri mereka. Misalnya dengan menjamin kerahasiaan mereka. Hal ini cukup penting karena tidak sedikit masyarakat yang menganggap korban pelecehan seksual sebagai sebuah aib.
Baca juga : Mengenal Ciri-Ciri Self Loathing
Melaporkan Kasus yang Dialami Oleh Korban

Beberapa korban tidak memiliki kemampuan dalam menangani kasus yang sedang mereka hadapi. Selain karena kurangnya pengetahuan mengenai alur pelaporan, beberapa dari mereka juga merasa takut untuk mulai mengungkap kasus tersebut. Untuk itu, kita sebisa mungkin membantu mereka dalam proses pelaporan kasus pelecehan seksual yang dialami.
Pelaporan kasus pelecehan seksual merupakan hal yang cukup penting. Selain dapat menghadirkan rasa aman bagi korban, hal ini juga bisa memperkecil kemungkinan lahirnya korban-korban pelecehan seksual lainnya.
Membantu Pemeriksaan Fisik dan Mental

Penting bagi korban pelecehan seksual untuk mendapatkan pemeriksaan baik secara fisik maupun mental. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan-gangguan yang mungkin saja dirasakan di kemudian hari.
Pemeriksaan fisik bisa dilakukan dengan mengunjungi dokter atau rumah sakit terdekat. Sedangkan pemeriksaan mental bisa dilakukan oleh psikiater atau psikolog yang tentunya memiliki kualifikasi dalam bidang tersebut.
Perlu diketahui bahwa pelecehan seksual bisa menimbulkan berbagai macam gangguan mental. Misalnya gangguan kecemasan, depresi, gangguan stress pasca trauma, dan masih banyak lagi. Satu hal yang paling diantisipasi dalam kasus ini adalah kemungkinan korban pelecehan menjadi pelaku pelecehan di kemudian hari sebagai bentuk pembalasan. Untuk itu, sangat penting bagi korban mendapatkan pertolongan secara medis.
Itu dia beberapa cara yang bisa dilakukan jika kita menghadapi korban pelecehan seksual. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Self Loathing : Membenci Diri Sendiri
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



