Deeptalk.co.id – Rasanya setiap orang sudah cukup asing dengan istilah pedofilia. Bagaimana tidak, keberadaan penderita pedofilia menjadi salah satu kekhawatiran tertinggi bagi orang tua. Khususnya para orang tua yang memiliki anak di bawah umur. Pasalnya, penderita pedofilia menargetkan anak-anak di bawah umur sebagai target seksual mereka. Sedangkan dilain sisi, anak-anak di bawah umur belum siap secara fisik dan mental untuk mendapatkan perlakuan seksual. Terlebih lagi dengan kekerasan seksual yang tentu akan merusak masa depan anak.
Pedofilia sendiri merupakan salah satu gangguan mental, lebih tepatnya gangguan atau kelainan seksual. Dimana penderita pedofilia memiliki ketertarikan secara seksual terhadap anak-anak di bawah umur. Ketertarikan yang mereka miliki ini membuat mereka sampai kepada tahap melakukan aktivitas seksual terhadap anak di bawah umur. Bahkan tidak sedikit yang melakukan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.
Pedofilia memang umumnya dialami oleh pria. Meski demikian, wanita juga tidak menuntut kemungkinan mengalami pedofilia. Seperti yang sudah dibahas bahwa pedofilia ini merupakan gangguan mental. Untuk itu, penderita pedofilia perlu mendapatkan penanganan serius dari orang-orang yang kompeten di bidangnya. Misalnya penanganan dari psikolog, psikiater, atau orang yang sudah memiliki sertifikasi di bidang tersebut.
Sebagai orang tua dan orang dewasa, sudah sepantasnya kita membekali pengetahuan mengenai pedofilia itu sendiri. Selain sebagai metode untuk menjauhkan anak-anak dari penderita pedofilia, mengenal pedofilia juga bisa membuat kita lebih bijak dalam menghadapi para penderita dan korban-korban pedofilia. Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai penyebab seseorang mengalami kondisi pedofilia.
Sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Self diagnosis merupakan upaya yang sangat tidak dianjurkan. Selain dapat menyebabkan kesalahan penanganan pada penderita, langkah tersebut juga justru dapat menimbulkan kecemasan berlebih akibat kesalahan diagnosis yang dilakukan. Untuk dapat memastikan seseorang mengalami kondisi pedofilia atau gangguan mental lainnya, diperlukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dari psikolog atau psikiater.
Sayangnya hingga saat ini memang belum kita ketahui penyebab pasti yang membuat seseorang mengalami kondisi pedofilia. Meski demikian, timbulnya kondisi ini memang dipercaya dipicu oleh beberapa kondisi, seperti:
Pernah Menjadi Korban Pedofilia

Tidak sedikit para pelaku pedofilia yang juga merupakan korban pedofilia di masa kecilnya. Hal inilah yang sangat dikhawatirkan bagi orang-orang terdekat korban. Pasalnya, kondisi pedofilia ini bagaikan lingkaran setan. Seorang pelaku pedofilia bisa menciptakan pelaku-pelaku pedofilia lain di masa depan dengan menjadikan mereka sebagai korban. Setelah itu, korban-korban itu akan menciptakan pelaku-pelaku pedofilia lainnya di masa depan. Hal ini akan terus berkembang jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Sayangnya menjadi korban pedofilia masih dianggap aib bagi keluarga. Hal ini tidak jarang membuat keluarga menyimpan rapat kondisi anak yang mengalami pedofilia, dan tidak mendapatkan penanganan secara profesional dari orang-orang yang ahli di bidangnya. Tanpa disadari hal itu bisa menimbulkan pengalaman traumatis dan mengganggu kehidupan anak di masa yang akan datang. Salah satunya anak akan menjadi pelaku pedofilia.
Baca juga : Kenali Cara Mengatasi Putus Asa Sebelum Mengganggu Kesehatan Mental
Mengalami Kelainan Pada Otak

Beberapa ahli percaya bahwa kondisi pedofilia disebabkan oleh adanya kelainan pada perkembangan saraf yang dimiliki. Hal ini didasarkan oleh adanya perbedaan struktur otak pada penderita pedofilia dengan orang yang tidak mengalami pedofilia. Dimana penderita pedofilia mengalami perbedaan pada bagian frontocortical, jumlah materi abu-abu, unilateral, bilateral lobus frontal dan lobus temporal dan cerebellar.
Perbedaan struktur otak pada penderita pedofilia ini juga cukup mirip dengan yang dialami oleh orang dengan gangguan obsesi kompulsif, kecanduan, dan gangguan kepribadian antisosial. Umumnya kelainan pada otak ini sudah dialami sejak bayi atau bahkan di dalam kandungan. Meski demikian, dalam beberapa factor hal ini juga terjadi setelah seseorang mengalami kejadian traumatis di awal kehidupan.
Rendahnya Tingkat Kecerdasan yang Dimiliki

Selain pernah menjadi korban pedofilia dan mengalami kelainan pada otak, kondisi pendofilia juga bisa dipicu oleh rendahnya tingkat kecerdasan yang dimiliki. Pasalnya, kebanyakan pelaku pedofilia adalah orang-orang dengan kecerdasan di bawah rata-rata. Bahkan beberapa orang beranggapan bahwa semakin rendah kecerdasan seseorang, maka akan semakin berpotensi mereka mengalami kondisi pedofilia.
Mengalami Masalah Tumbuh Kembang

Kondisi pedofilia juga bisa dialami oleh orang-orang yang mengalami masalah tumbuh kembang. Seperti yang kita ketahui bahwa tumbuh kembang manusia terjadi secara intens saat usia kanak-kanak. Dengan demikian, hal ini menjadi tugas dan tanggung jawab setiap orang tua untuk memastikan anaknya melewati proses tumbuh kembang dengan baik.
Sayangnya tidak semua anak beruntung dan bisa mendapatkan hal tersebut. Hal inilah yang akhirnya memicu kondisi pedofilia. Beberapa teori menyatakan bahwa penderita pedofilia mengalami masalah perkembangan psikososial sejak kecil. Hal ini biasanya dipicu oleh stress dan trauma di masa kecil.
Itu dia penjelasan mengenai penyebab pedofilia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Dampak Overworking Bagi Kesehatan Mental
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



