Deeptalk.co.id – Ketika merasakan stres atau pikiran yang tertekan, setiap orang pasti akan berusaha untuk mengatasinya akibat perasaan tidak nyaman yang ditimbulkan. Selain itu juga, stres yang mengganggu aktivitas juga perlu untuk dihilangkan. Oleh karenanya, dalam mengatasi stres ini kita mengenalnya dengan istilah coping mechanism. Namun, beberapa orang masih belum mengetahui apa coping mechanism yang dimilikinya.
Coping mechanism didefinisikan sebagai strategi yang digunakan oleh manusia untuk menghadapi stres atau trauma untuk membantu dalam mengatur perasaan sakit atau emosi yang sulit. Mekanisme ini terbukti mampu membantu seseorang menyesuaikan diri dengan peristiwa yang membuat stres sambil membantu mereka mempertahankan kesejahteraan emosionalnya.

Coping Mechanisme Dilakukan Secara Sadar
Dalam menangani stres, mekanisme koping dilakukan dengan penuh kesadaran. Ketika seseorang mengalami perasaan tertekan, mekanisme ini akan berusaha untuk membantu dalam mengatasi problem tersebut. Maka dari itu, beberapa coping skills bisa dibentuk atau dijadikan sebagai sebuah kebiasaan. Seperti ketika ingin mencapai hidup yang lebih baik demi mengatasi stres yang dirasakan sehari-hari, seseorang akan memutuskan untuk meninggalkan kebiasaan buruknya.
Sebagian besar orang pun mengembangkan kebiasaan tertentu yang akan mereka jadikan sebagai coping mechanism atau pelampiasan stres. Untuk megalahkan stres, penting untuk mengetahui mekanisme koping yang pas agar dapat menghadapi stres secara langsung.
Setelah itu, Anda bisa menyadari penyebab stres Anda, apakah itu respon terhadap suatu tantangan. Atau mungkin pilihan yang Anda buat tidak sejalan dengan kehendak atau keinginan terdalam Anda. Hal ini kemudian memungkinkan Anda untuk bisa mengatasi masalah secara langsung, alih-alih hanya membiarkannya memburuk dengan menghindari akar permasalahannya.
Baca juga: Menyembuhkan Luka Trauma dengan Self Healing
Coping Mechanism atau Kecanduan?
Paul Huljich dalam artikelnya di PsychologyToday mengemukakan bahwa ada kemungkinan bahwa coping mechanism bisa menjadi sebuah bentuk kecanduan.
Sama halnya dengan penjelasan sebelumnya, dimana coping mechanism bisa menjadi sebuah kebiasaan ketika stres menyerang, mekanisme ini memiliki kualitas yang membuat ketagihan. Seseorang kemudian bisa merasakan suatu keterpaksaan terhadapnya, dan juga bisa mengalami tingkat kesulitan tertentu saat ingin menolaknya.
Manusia cenderung menggunakan coping mechanism sebagai pengalih perhatian, penopang yang diandalkan sebagai cara menghindari stres. Hingga hal tersebut bukan lagi menjadi pilihan yang bisa kita buat, melainkan menjadi kebiasaan tak sadar yang sering mencegah kita dalam menghadapi stres secara langsung. Tentunya ini bisa menjadi berbahaya untuk kesejahteraan diri.
Kecanduan ini dapat terjadi dalam beragam bentuk, baik yang dapat disadari maupun tidak. Beberapa yang jelas berbahaya yakni seperti ketergantungan alkohol, obat-obatan, atau pola makan tidak jelas hingga berujung pada kelainan makan (eating disorder).
Bahkan, kebiasaan yang kita jadikan sebagai coping mechanism ketika stres juga bisa memberikan rasa candu. Seperti menonton TV, berolahraga berlebihan, bersosialisasi hingga bekerja secara berlebihan tanpa lelah (workaholic).
Meskipun kebiasaan adiktif tersebut tidak akan langsung memperlihatkan dampak yang bersifat merusak, namun pada tingkat tertentu hal ini dapat mengganggu Anda. Baik dari waktu yang terganggu, menyedot perhatian atau fokus Anda, hingga mencegah Anda untuk hidup normal sepenuhnya. Atau mungkin kebiasaan sebelumnya yang dianggap menyenangkan pun bisa hilang efek kegembiraannya karena berubah menjadi sumber obsesi yang terus menerus perlu dipuaskan.
Kecanduan ini terbentuk secara bertahap dari waktu ke waktu. Orang yang telah merasa kecanduan secara serius pun mungkin tidak merasakannya karena itu mereka anggap sebagai reaksi terhadap tingkat stres. Sehingga untuk menghindarinya, mereka harus meninjau kembali hidup mereka sebelumnya dan meninjaunya dengan cermat sehingga bisa menyimpulkan dengan yakin bahwa mereka telah kecanduan.
Untuk mengetahui apakah Anda benar-benar kecanduan dengan kebiasaan coping mechanism Anda sendiri, Anda bisa mulai melakukan langkah-langkah dibawah ini :
– Mulailah dengan mengamati di mana dan bagaimana Anda menghabiskan waktu.
– Pertimbangkan aktivitas yang Anda lakukan saat Anda stres atau tidak nyaman.
– Tanyakan diri Anda apakah cara Anda terlibat dalam aktivitas ini memiliki pola kecanduan atau kebiasaan
– Tanyakan juga apakah Anda membiarkan perilaku merusak mengendalikan hidup Anda.
Jika Anda menemukan aktivitas atau pola psikologis tertentu yang merusak atau terasa lebih “adiktif” atau seperti “pelepasan” daripada yang menyenangkan, jadikan tujuan Anda untuk secara bertahap membebaskan diri dari kecanduan ini. Pola mental dan emosional yang memiliki kualitas adiktif sama pentingnya untuk diatasi, meskipun mungkin lebih sulit untuk dikenali sendiri.
Hal ini juga menjadi peran kunci bagi orang luar yang objektif dan bijaksana. Bisa dari teman tepercaya, anggota keluarga, dokter, atau terapis. Atau juga seseorang yang peduli dan tidak memihak dapat membantu mengungkap kecenderungan psikologis yang merusak sehingga dapat ditangani. Sampai kita menyadari kecanduan kita, kita adalah budaknya, dan kita akan terus menyabotase diri kita sendiri dan kemajuan kita.
Baca juga: Perbedaan Coping Mechanism dengan Defense Mechanism
Sumber:
Huljich, P. (2019, August 15). Identifying Coping Mechanisms. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/mind-wellness-awareness/201209/identifying-coping-mechanisms
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



