Deeptalk.co.id – Gagal merupakan hal yang wajar dialami oleh siapa saja. Selain itu, kegagalan juga bisa menjadi media untuk kita berbenah diri kedepannya. Maka dari itu, kegagalan sepatutnya bukan hal yang perlu kita khawatirkan. Lagi pula tidak ada satupun orang yang sempurna di dunia ini. Maka gagal bukan sebuah kesalahan.
Namun sayangnya, kegagalan memang sering kali tidak menyenangkan. Terutama bagi orang-orang yang sudah berusaha semaksimal mungkin. Bahkan beberapa orang memiliki ketakutan yang sangat besar akan ketidaksempurnaan dirinya. Kondisi semacam itu dikenal dengan istilah atelophobia.
Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi atelophobia, artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang hal tersebut. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai atelophobia.
Pengertian Atelophobia

Atelophobia merupakan salah satu gangguan fobia. Fobia sendiri adalah gangguan mental yang ditandai dengan adanya rasa takut yang berlebihan dan tidak rasional terhadap suatu objek atau situasi tertentu. Penderita atelophobia memiliki rasa takut yang berlebihan terhadap ketidaksempurnaan.
Penderita atelophobia cenderung memiliki standar yang sangat tinggi, bahkan cenderung tidak realistis terhadap dirinya sendiri. Mereka menginginkan dirinya dengan versi yang sangat sempurna, sampai susah untuk diterapkan. Hal inilah yang membuat mereka selalu dihantui sebuah keharusan untuk menjadi sosok yang sempurna.
Tingginya standar kesempurnaan yang mereka miliki, sering kali membuat penderita atelophobia mengalami kesulitan. Terlebih lagi mereka bisa merasa stress, cemas, atau khawatir jika mereka tidak bisa mencapai kesempurnaan yang diharapkan. Obsesi akan kesempurnaan ini pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan mental dan berpotensi menghambat aktivitas sosial.
Baca juga : Macam-Macam Fobia Unik yang Berhubungan Dengan Cinta
Penyebab Atelophobia

Sayangnya hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti dari kondisi atelophobia itu sendiri. Meski demikian, diperkirakan kondisi ini bisa dipicu oleh beberapa faktor, yaitu:
Genetik
Salah satu kondisi yang dapat menimbulkan atelophobia adalah genetik. Dalam hal ini, seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat atelophobia atau fobia lainnya, maka bisa berpotensi mengalami kondisi serupa. Meski demikian, hal ini tidak selalu terjadi.
Lingkungan
Selain genetik, faktor lingkungan juga berperan penting dalam pembentukan atelophobia di dalam diri seseorang. Hidup di lingkungan yang selalu menuntut akan kesempurnaan, akan membuat seseorang takut dengan kegagalan. Hal ini juga membuat orang tersebut memiliki standar tinggi untuk dirinya, dan pada akhirnya bisa berada dalam kondisi atelophobia.
Kebiasaan perfeksionis
Perfeksionis tentu sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Istilah yang satu itu diberikan untuk menggambarkan sikap seseorang yang selalu menginginkan kesempurnaan. Memiliki kebiasaan perfeksionis mungkin sekilas terdengar baik. Pasalnya, mereka adalah sosok yang pekerja keras demi untuk mencapai standar mereka. Sayangnya, kondisi ini terkadang berlebihan dan membuat mereka takut akan kegagalan. Dari situlah kondisi atelophobia akhirnya bisa terbentuk.
Trauma
Kondisi lain yang bisa memicu atelophobia adalah adanya kejadian traumatis di masa lampau. Tidak bisa dipungkiri bahwa kejadian traumatis memang sedikit banyak mempengaruhi kondisi mental seseorang. Dalam hal ini, seseorang yang pernah mengalami kejadian traumatis seperti menjadi korban perundungan, mendapatkan ejekan, dan lain sebagainya, bisa memicu atelophobia.
Konflik emosional
Beberapa orang mungkin memiliki konflik batin yang tidak terselesaikan. Pada akhirnya hal tersebut hanya tersimpan di dalam diri dan menjadi sampah yang masuk dalam alam bawah sadar. Tanpa kita sadari, hal-hal semacam ini cukup mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Salah satunya bisa berdampak pada kondisi atelophobia.
Terlalu sensitif
Setiap orang tentu memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda-beda. Namun pada orang-orang yang terlalu sensitif, kondisi ini justru bisa memicu atelophobia. Salah satu dampak sensitif yang terlalu tinggi adalah menjadi mudah insecure atau tidak percaya diri. Hal-hal semacam inilah yang pada akhirnya memicu atelophobia.
Tidak memiliki manajemen emosi yang baik
Seseorang yang tidak memiliki manajemen emosi yang baik juga bisa berpotensi mengalami atelophobia. Orang dengan manajemen emosi yang tidak baik akan mudah mengalami emosi-emosi negatif, dan sulit untuk keluar dari emosi tersebut. Hal ini membuat seseorang menjadi pribadi yang mudah marah atau sedih, walau karena hal-hal sepele. Seperti yang kita ketahui, terselimuti dalam emosi negatif akan mudah membuat kita terserang berbagai masalah kesehatan mental. Salah satunya kondisi atelophobia itu sendiri.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai kondisi atelophobia. Dapat disimpulkan bahwa atelophobia adalah kondisi dimana seseorang memiliki rasa takut jika tidak menjadi sempurna. Jika kondisi ini dirasa cukup mengganggu, dan menghambat aktivitas sehari-hari, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : 86% Gen Z Cemas Saat Memilih Makanan! Lakukan Tips Berikut Untuk Menghindarinya
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



