Semua artikel
Gangguan Kecemasan

Anak Tidak Ingin Berpisah Dengan Orang Tua? Waspada Separation Anxiety Disorder

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Anak-anak terutama di usia balita memang cenderung memiliki kelekatan yang kuat dengan orang tua atau pengasuhnya. Anak cenderung menangis atau menunjukkan ketidaksukaannya jika orang tua hendak meninggalkannya. Walaupun kondisi ini terbilang wajar, namun orang tua perlu waspada jika hal ini terjadi berlebihan. Bisa jadi itu gejala dari separation anxiety disorder.

Untuk lebih jelasnya, artikel ini akan secara khusus membahas mengenai separation anxiety disorder. Namun perlu diperhatikan bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan untuk melakukan self diagnosis.

Jika pembaca menemukan beberapa kesamaan gejala antara apa yang ada dalam artikel ini dengan kondisi anak, sebaiknya segera konsultasikan kondisi tersebut dengan para ahli seperti Psikolog atau Psikiater. Dari konsultasi tersebut barulah akan diberikan diagnosis dan juga penanganan yang tepat untuk anak.

Pengertian Separation Anxiety Disorder

Separation anxiety disorder merupakan salah satu gangguan kecemasan pada anak yang ditandai dengan perasaan sedih saat berpisah dengan orang tuanya walau hanya sebentar. Kondisi ini umumnya dialami oleh bayi dan juga balita. Meski demikian, kondisi ini bisa saja terjadi pada anak diatas usia 5 tahun.

Saat usia tiga tahun anak umumnya sudah mulai memperluas lingkup sosialnya. Setidaknya anak sudah bisa berpisah dengan orang tuanya dan membangun interaksi dengan teman-teman seusianya. Misalnya saat anak berada di playground, anak sudah bisa berbaur dengan anak-anak lain dan bermain bersama.

Sayangnya kondisi tersebut tidak berlaku bagi anak dengan separation anxiety disorder. Anak dengan kondisi mental ini cenderung tidak bisa berpisah dengan orang tuanya dan akan menangis atau merengek jika hendak berpisah dengan orang tua.

Anak dengan separation anxiety disorder akan mengalami kendala untuk mulai memasuki dunia pendidikan karena tidak mampu berpisah dengan orang tuanya. Dalam beberapa kasus, anak bahkan mengalami serangan panik saat berpisah dengan orang tua. Dengan demikian, kondisi ini tentu bukanlah kondisi yang bisa dibiarkan begitu saja.

Penyebab Separation Anxiety Disorder

Terdapat beberapa faktor yang akhirnya menyebabkan anak mengalami separation anxiety disorder, yaitu:

Perubahan lingkungan

Kemampuan adaptasi yang dimiliki anak tidak sehebat remaja dan orang dewasa. Anak cenderung membutuhkan waktu untuk akhirnya bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya. Perubahan drastis yang dialami anak bisa mengakibatkan anak mengalami separation anxiety disorder. Perubahan ini bisa berupa pindah rumah, pindah sekolah, dan perubahan suasana serta lingkungan lainnya.

Stress akibat kondisi tertentu

Dunia anak adalah dunia bermain, namun bukan berarti anak tidak bisa mengalami stress. Anak bahkan lebih rentan mengalami stress dibandingkan dengan orang dewasa. Pasalnya anak belum memiliki manajemen stress yang baik. Stress akibat kondisi tertentu juga dapat membuat anak mengalami separation anxiety disorder. Kondisi ini bisa berupa perceraian orang tua, meninggalnya orang yang disayang, dan kondisi menyedihkan lainnya.

Baca juga : Dampak dan Tips Menangani Trauma Psikologis

Orang tua yang overprotektif

Setiap orang tua tentu memiliki cara yang berbeda-beda untuk menunjukkan rasa cinta dan kasih mereka kepada anak-anaknya. Sayangnya, beberapa metode parenting dipercaya tidak cukup baik untuk kesehatan mental anak.

Contohnya sikap orang tua yang overprotektif dapat membuat anak mengalami separation anxiety disorder. Hal ini dikarenakan anak yang terbiasa berada di bawah pengawasan orang tua, dan akhirnya tidak ingin terlepas darinya.

Gejala Separation Anxiety Disorder

Mengetahui apakah anak mengalami separation anxiety disorder atau tidak terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Pasalnya beberapa tindakan anak dirasa cukup wajar bagi usia mereka. Untuk itu, orang tua perlu mengetahui gejala yang ditunjukkan oleh anak dengan separation anxiety disorder berikut:

Rewel berlebihan

Anak atau bayi yang rewel mungkin suatu hal yang biasa, namun jika hal ini berlangsung secara berlebihan tentu perlu mendapatkan perhatian. Dalam kondisi ini, anak cenderung terlihat gelisah dan tidak tenang saat ditinggalkan oleh orang tuanya walau hanya sebentar.

Cemas dan khawatir berlebih

Gejala yang satu ini bisa dilihat dari ekspresi ataupun respon fisik anak. Anak cenderung menunjukkan ketidaksukaan mereka jika digendong anak diajak bermain oleh orang lain. Kondisi ini bahkan bisa terjadi walau orang tua masih berada di dekatnya.

Menolak untuk berpisah

Anak dengan separation anxiety disorder akan melakukan segala cara agar tidak terpisah dari orang tuanya. Mereka akan menangis, bahkan mengalami serangan panik saat hendak berpisah dengan orang tuanya. Hal ini merupakan bentuk penolakan dari anak.

Gejala fisik

Selain beberapa gejala di atas, anak dengan separation anxiety disorder juga mengalami gejala fisik saat hendak ditinggalkan oleh orang tuanya. Gejala ini bisa berupa mual, sakit perut, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan lain sebagainya.

Seperti itulah penjelasan mengenai separation anxiety disorder. Jika kamu menemukan anak yang memiliki beberapa gejala di atas, sebaiknya segera kunjungi Psikolog atau Psikiater untuk mengkonsultasikan kondisi tersebut. Dari konsultasi itu barulah akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Kenali Ciri-Ciri Trauma Psikologis

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Anak Tidak Ingin Berpisah Dengan Orang Tua? Waspada Separation Anxiety Disorder — DeepTalk