Semua artikel
Internet

8 Tips Mengatasi FOMO Untuk Gen Z

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Kurang update atau kudet rasanya bagaikan sebuah aib bagi para gen z. Bagaimana tidak, para gen z hidup di era perkembangan teknologi yang sangat pesat. Artinya, informasi atau hal-hal trend bisa diketahui dengan sangat mudah. Bahkan dalam beberapa kondisi kita bisa mengetahui informasi terbaru tanpa perlu menghabiskan waktu untuk mencarinya.

Sayangnya, keinginan untuk bisa mendapatkan dan mengikuti trend-trend terbaru ini justru memberikan dampak negatif untuk diri sendiri. Dalam banyak kasus, para gen z bahkan merasa takut atau khawatir berlebih jika tidak bisa mengikuti trend atau ketinggalan trend terbaru. Kondisi semacam itu dikenal dengan istilah FOMO.

FOMO pada dasarnya tidak masuk dalam kategori gangguan mental. Meski demikian, FOMO bisa saja awal mula dari berbagai gangguan mental yang lebih serius. Selain itu, FOMO juga bisa memberikan dampak negatif untuk kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, FOMO bukanlah kondisi yang bisa dibiarkan begitu saja.

Artikel kali ini akan membahas seputar tips untuk mengatasi FOMO, khususnya untuk para gen z yang rentan mengalami FOMO. Namun sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa gejala gangguan mental. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapat diagnosa dan penanganan yang tepat.

Berikut 8 tips yang bisa para gen z coba untuk mengatasi FOMO:

1.      Batasi Penggunaan Sosial Media

Portrait of young woman with remote watching tv switching chanels on television sitting on floor nea

Tips pertama untuk mengatasi FOMO adalah dengan membatasi penggunaan sosial media. Tips yang satu ini mungkin cukup sulit bagi para gen z. Pasalnya, kebanyakan dari mereka sudah sangat terikat dengan sosial media. Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa pengaruh sosial media bisa sangat memperparah FOMO.

Membatasi diri untuk menggunakan sosial media bisa dilakukan secara perlahan. Jika memang dibutuhkan, kamu bisa menggunakan aplikasi khusus yang membantu mengatur waktu penggunaan sosial media. Walaupun sedikit ribet, namun hal ini akan sangat membantu.

2.      Fokus Melakukan Aktivitas yang Disukai

Relaxed playful woman wearing t-shirt, shorts and socks having lazy morning, lying in bed, having breakfast

FOMO memang membuat kita melakukan banyak hal. Termasuk hal-hal yang sebenarnya tidak kita minati. Perilaku tersebut tentu dipicu oleh keinginan untuk selalu update. Untuk itu, coba pahami dirimu. Ketahui apa sebenarnya aktivitas yang kamu sukai. Lalu, lakukan aktivitas tersebut, dan nikmati setiap waktunya.

Kamu pasti memiliki setidaknya satu aktivitas yang membuatmu merasa senang. Misalnya merasa nyaman saat membaca buku, mendengarkan musik, berolahraga, dan lain sebagainya. Dengan fokus terhadap apa yang kamu sukai. Kamu tidak perlu lagi FOMO dengan trend-trend terbaru.

3.      Membuat Skala Prioritas

Cute young woman having lazy morning with tablet, lying in bed and reading novel

Tips ketiga untuk mengatasi FOMO adalah dengan membuat skala prioritas. Skala prioritas akan membantu kamu menentukan mana yang perlu kamu lakukan saat ini, dan mana kegiatan yang bisa menunggu. Skala prioritas ini tentunya hanya kamu yang bisa menyusunnya. Pasalnya, prioritas setiap orang tentu berbeda-beda. Namun, kamu bisa menyusunnya berdasarkan aktivitas yang paling penting atau paling urgent.

Baca juga: Bagaimana FOMO Mempengaruhi Gen Z?

4.      Berlatih Mindfulness

Indian businessman goes home for dinner.

Tips keempat untuk mengatasi FOMO adalah dengan berlatih mindfulness. Mindfulness adalah kesadaran dari waktu ke waktu, tanpa menghakimi pikiran dan perasaan diri sendiri maupun orang lain. Mindfulness juga dikenal sebagai suatu upaya untuk menjaga kesehatan mental. Upaya tersebut juga bisa mengatasi FOMO pada gen z.

5.      Membuat Batasan

Serious woman speaking by mobile phone in office.

Tips kelima untuk mengatasi FOMO adalah dengan membuat batasan yang jelas untuk diri sendiri. Kamu harusnya tahu apa yang perlu dan tidak perlu untuk dilakukan. Termasuk kegiatan apa yang menguntungkan dan merugikan dirimu serta orang sekitar. Buatlah batasan dari hal-hal tersebut. Dengan begitu, kamu tidak perlu mengikuti trend yang bisa merugikan dirimu dan orang sekitar.

6.      Mendapatkan Dukungan

The guys drink beer in the pub, a friend does not allow you to get behind the wheel.

Tips keenam untuk mengatasi FOMO adalah dengan mendapatkan dukungan. Dukungan dari orang terdekat bisa meningkatkan kemauan untuk melakukan sesuatu. Termasuk untuk mengatasi FOMO. Dukungan ini bisa kamu dapatkan dari orang terdekat, seperti teman, pasangan, maupun keluarga. Namun jika kamu tidak mendapatkan dukungan dari mereka, kamu bisa mendapatkan dukungan dari profesional seperti psikolog atau psikiater. Kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id untuk bertemu dengan para profesional di bidang kesehatan mental.

7.      Berlatih Gratitude

Indian man in black suit by the window in a modern building

Tips ketujuh untuk mengatasi FOMO adalah dengan berlatih gratitude. Gratitude atau rasa bersyukur adalah sikap terimakasih terhadap segala sesuatu yang dimiliki. Gratitude bisa membantu kita meningkatkan kesadaran atas apa yang kita miliki.

8.      Ambil Waktu untuk Beristirahat

Businesswoman taking a coffee break and using smartphone in office

Tips kedelapan untuk mengatasi FOMO adalah dengan mengambil waktu untuk sekedar beristirahat. Cobalah untuk tidak perlu melakukan apapun, termasuk untuk mencari tahu trend terbaru saat ini. Biarkan dirimu menjadi lebih rileks menjalani setiap detik dalam hidupmu.

Itu dia 8 tips yang bisa kamu coba untuk mengatasi FOMO. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Jenis-Jenis Trauma yang Umum Dialami Gen Z

 

Sumber:

American Psychological Association. (2020). FOMO (Fear of Missing Out).

Psychology Today. (2020). The Fear of Missing Out (FOMO).

Verywell Mind. (2020). What Is FOMO?

MindTools. (n.d.). FOMO (Fear of Missing Out).

Journal of Adolescent Health. (2019). FOMO and Social Media Use Among Adolescents.

Journal of Youth and Adolescence. (2018). FOMO and Mental Health in Young Adults.

Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking. (2017). FOMO and Social Media Addiction.

Computers in Human Behavior. (2016). FOMO and Social Media Use.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait