Deeptalk.co.id – Hidup di era digital membuat remaja masa kini memiliki kelekatan tersendiri dengan teknologi dan internet. Hal yang biasa bagi mereka untuk mengaplikasikan media sosial. Selain itu, terdapat banyak sekali media sosial yang bisa diakses, mulai dari TikTok, Instagram, Facebook, dan lain sebagainya.
Saat artikel ini ditulis remaja merupakan mereka yang masuk dalam kategori gen z. Dimana gen z merupakan generasi yang tumbuh di era perkembangan teknologi yang sangat pesat. Maka tidak heran jika banyak gen z yang sudah terpapar media sosial bahkan sejak mereka kecil.
Paparan media sosial pada remaja ini tentu memberikan dampak yang cukup beragam. Artikel kali ini akan secara khusus membahas hal tersebut. Namun sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami masalah kesehatan mental. Cobalah untuk berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan psikologis dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Perkembangan teknologi memang mendatangkan dampak positif bagi umat manusia. Hal yang sama juga berlaku untuk media sosial pada remaja. Namun, tidak semua dampak dari paparan media sosial itu positif. Berikut beberapa dampak paparan media sosial yang perlu kita ketahui:
Dampak Positif Media Sosial Pada Remaja

Sebagaimana media sosial diciptakan, tentulah untuk memberikan dampak positif bagi para penggunanya. Jika dimanfaatkan dengan sangat baik, media sosial akan mendatangkan banyak sekali dampak positif, khususnya bagi para remaja. Berikut beberapa dampak positif paparan media sosial pada remaja:
Meningkatkan koneksi
Seperti yang kita ketahui, penggunaan media sosial memungkinkan para remaja untuk terkoneksi dengan banyak sekali orang. Bahkan akan sangat mungkin untuk mereka terkoneksi dengan orang di belahan dunia lain. Artinya, dengan media sosial remaja bisa membangun pertemanan yang lebih luas dan belajar banyak dari teman-teman yang beragam itu,
Sumber informasi yang luas
Media sosial tidak hanya dimanfaatkan untuk membangun koneksi dengan banyak orang, melainkan juga untuk mendapatkan informasi. Banyak sekali jenis informasi yang bisa didapatkan dengan mengakses media sosial, misalnya tutorial belajar, webinar, konten inspiratif, dan lain sebagainya. Segala informasi itu bisa dijadikan media pembelajaran yang tentunya sangat mudah untuk diakses.
Meningkatkan kreativitas dan ekspresi diri
Dengan penggunaan media sosial yang tepat, para remaja tidak hanya mendapatkan informasi dan relasi, namun juga bisa mengembangkan kreativitas dan juga sebagai media untuk mengekspresikan diri. Para remaja bisa dengan bebas membagikan skill yang dimiliki, misalnya dengan bernyanyi, membuat video pendek, gambar, tulisan menarik, dan lain sebagainya. Upaya tersebut juga bisa mendorong inovasi dalam berbagai bidang.
Baca juga: Ramadan dan Kesehatan Mental: Cara Mengatasi Stres dan Kelelahan Saat Berpuasa
Dampak Negatif Media Sosial Pada Remaja

Terlepas dari segala manfaat dan dampak positif dari paparan media sosial pada remaja, tidak bisa dipungkiri bahwa media sosial juga bisa mendatangkan dampak negatif. Penggunaan media sosial yang tidak bijak dan berlebihan bisa memberikan pengaruh buruk bagi para remaja. Berikut beberapa dampak negatif paparan media sosial pada remaja:
Meningkatkan resiko kecemasan dan depresi
Banyak sekali hal-hal di media sosial yang bisa meningkatkan resiko kecemasan dan depresi bagi remaja. Misalnya saja tentang standar kecantikan yang tidak realistis, dimana hal tersebut bisa menurunkan rasa percaya diri yang bisa berujung pada depresi. Selain itu, FOMO atau fear of missing out yang bisa membuat remaja merasa tertinggal dan tidak cukup baik dibandingkan dengan orang lain. Satu hal yang cukup sering terjadi di media sosial juga adalah cyberbulyling atau perundungan secara online. Cyberbullying sendiri bisa memicu kecemasan, stress, depresi, dan gangguan mental lainnya.
Gangguan tidur dan ketidak stabilan emosi
Paparan media sosial akan mengganggu ritme tidur remaja. Terutama jika penggunaan sosial media dilakukan sebelum tidur. Remaja akan sangat mungkin mengalami insomnia. Perlu diingat bahwa remaja perlu bangun di pagi hari untuk bersekolah. Akhirnya, remaja hanya memiliki waktu tidur yang cukup singkat. Jika demikian, hal tersebut juga bisa mempengaruhi ketidakstabilan emosi, dan kurangnya konsentrasi saat belajar di sekolah.
Menurunnya interaksi sosial di dunia nyata
Memang benar kalau media sosial memungkinkan remaja berinteraksi dengan orang yang jauh sekalipun. Namun, disatu sisi interaksi di media sosial itu justru terkadang membuat minim interaksi di dunia nyata. Walaupun sama-sama interaksi, namun hal ini akan mempengaruhi bagaimana cara remaja untuk berinteraksi secara langsung. Selain itu, keterampilan sosial juga akan berkurang. Tentunya tidak akan baik jika mengingat manusia yang merupakan makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dalam kehidupannya.
Itu dia sedikit penjelasan dampak paparan media sosial pada remaja. Pada dasarnya media sosial diciptakan untuk mempermudah komunikasi, namun tentu dengan penggunaan yang bijak. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau mengunjungi web deeptalk.co.id. Semoga artikel ini bermanfaat.
Baca juga: Overthinking dan Anxiety: Teknik Mindfulness untuk Gen Z agar Bisa Lebih Tenang
Sumber:
Chassiakos, Y. L., Radesky, J., Christakis, D., Moreno, M. A., & Cross, C. (2016). "Children and Adolescents and Digital Media." Pediatrics, 138(5), e20162593.
Twenge, J. M. (2017). iGen: Why Today’s Super-Connected Kids Are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy–and Completely Unprepared for Adulthood. Simon & Schuster.
Rideout, V., & Fox, S. (2018). "Digital Health Practices, Social Media Use, and Mental Well-Being Among Teens and Young Adults in the U.S." Common Sense Media Report.
Orben, A., Dienlin, T., & Przybylski, A. K. (2019). "Social Media’s Enduring Effect on Adolescent Life Satisfaction." Proceedings of the National Academy of Sciences, 116(21), 10226–10228.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



