Deeptalk.co.id – Hidup di era digital rasanya sangat sulit untuk tidak menjadi FOMO. Banyaknya informasi yang kita konsumsi setiap harinya menjadi dorongan untuk terus update akan trend-trend terbaru. Namun, disisi lain kita juga tahu bahwa menjadi FOMO bisa mendatangkan berbagai masalah untuk diri sendiri. Lantas, apakah kita bisa untuk tidak FOMO di era digital ini?
Tahukah kamu bahwa untuk menjalani hidup tanpa FOMO adalah hal yang bisa dilakukan. Saat ini sedang ramai diperbicangkan tentang JOMO yang bisa membantu orang-orang terhindari dari FOMO. Lantas, seperti apa JOMO itu? Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai JOMO.
Namun sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami gejala gangguan mental. Segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Pengertian JOMO

JOMO adalah singkatan dari Joy of Missing Out. Mungkin sekilas tampak mirip dengan FOMO, namun nyatanya JOMO justru bisa membuat hidup kita jauh lebih baik. JOMO adalah perasaan lega atau bahagia saat seseorang bisa memutuskan untuk tidak mengikuti trend, atau melewatkan hal-hal yang tidak penting atau tidak menyenangkan bagi diri sendiri.
Dari pengertian JOMO kita bisa melihat bagaimana JOMO dan FOMO adalah dua hal yang saling bertolak belakang. Jika FOMO (Fear of Missing Out) berhubungan dengan rasa takut atau cemas akan ketinggalan trend, JOMO (Joy of Missing Out) justru berhubungan dengan kelegaan atau kebahagiaan karena bisa meninggalkan trend.
Orang yang menerapkan JOMO dalam kehidupannya cenderung tidak begitu tertarik dengan trend yang ada. Mereka akan lebih fokus dengan kegiatan atau aktivitas yang bisa meningkatkan nilai dirinya. Maka tidak heran jika JOMO tidak hanya menghindarkan seseorang dari FOMO, namun juga bisa meningkatkan kualitas dirinya.
Baca juga: FOMO vs JOMO: Mengenal Perbedaan dan Dampaknya pada Kesehatan Mental
Manfaat JOMO

JOMO pada dasarnya merupakan hal yang perlu kita upayakan di era digital ini. Pasalnya, JOMO mampu memberikan berbagai manfaat untuk diri sendiri. Berikut beberapa manfaat menerapkan JOMO dalam kehidupan kita:
Meningkatkan kualitas hidup
Dengan mengembangkan JOMO dalam kehidupan kita. Secara tidak langsung kita juga bisa meningkatkan kualitas hidup yang dimiliki. Bagaimana tidak, JOMO membantu seseorang untuk fokus terhadap kegiatan yang lebih bermanfaat, dibandingkan dengan hal-hal yang sedang trending. Waktu untuk bermain sosial media bisa dihabiskan dengan melakukan upgrade diri untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi.
Mengurangi resiko stress dan kecemasan
JOMO juga bisa membantu untuk mengurangi resiko stress dan kecemasan. Pasalnya, orang-orang yang menerapkan JOMO dalam hidupnya cenderung memperhatikan apa yang membuatnya merasa senang dan bahagia. Seperti pengertian dari JOMO sendiri yang berhubungan dengan kelegaan dan kebahagiaan. Dengan demikian, saat seseorang merasa bahagia, maka mereka akan mengurangi resiko stress dan juga kecemasan.
Meningkatkan rasa bahagia
Dari pengertian JOMO saja kita sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa hal tersebut bisa meningkatkan kebahagiaan seseorang. Bagaimana tidak, JOMO lebih fokus dengan kegiatan yang membuat bahagia, dibandingkan mengikuti trend yang ada.
Membantu mengembangkan prioritas
JOMO juga bisa membantu mengembangkan prioritas dengan fokus terhadap hal-hal yang menyenangkan. Artinya, dengan menerapkan JOMO kita jadi tahu kegiatan apa yang bisa membuat kita senang, dan menjadikannya prioritas. Tidak serta-merta melakukan segala jenis kegiatan demi mengikuti trend.
Cara Mengembangkan JOMO

Setelah mengetahui banyaknya manfaat yang didapatkan dari JOMO, kita tentu merasa perlu untuk mengembangkan kemampuan yang satu ini. Untuk itu, berikut beberapa cara yang bisa kamu coba untuk mengembangkan JOMO:
Menentukan prioritas
Cara pertama mengembangkan JOMO bisa dengan menentukan prioritas. Kamu tentu tahu apa yang perlu dan tidak perlu dilakukan, serta apa yang urgent dan tidak urgen untuk dilakukan. Cobalah membuat skala prioritas dari kedua hal tersebut. Saat kamu tahu apa yang menjadi prioritasmu, kamu tidak akan terpengaruh dengan trend yang ada.
Fokus terhadap hal-hal positif
Cara kedua mengembangkan JOMO bisa dengan fokus terhadap hal-hal positif. Tidak semua trend perlu kita tinggalkan untuk bisa menjadi JOMO. Kamu harus pandai memilah trend mana yang bisa menimbulkan dampak positif untuk diri dan lingkungan sekitar.
Jangan terlalu serius
Cara ketiga mengembangan JOMO bisa dengan menjadi tidak terlalu serius. Maksudnya, cobalah untuk tidak terlalu serius menanggapi sesuatu. Seperti yang kita ketahui banyak sekali permasalahan yang kita jumpai di sosial media. Kamu harus paham bahwa tidak semua hal perlu kamu tanggapi secara serius. Terutama untuk hal-hal yang tidak penting, atau bahkan bisa merugikan diri sendiri.
Itu dia penjelasan singkat mengenai JOMO, manfaat, dan cara mengembangkan JOMO. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Dampak Positif dan Negatif FOMO Bagi Gen Z
Sumber:
Psychology Today. (2020). The Joy of Missing Out (JOMO).
Verywell Mind. (2020). What Is JOMO?
MindTools. (n.d.). JOMO (Joy of Missing Out).
Journal of Positive Psychology. (2018). The Joy of Missing Out: A Conceptual Framework.
Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking. (2017). JOMO and Social Media Use.
Computers in Human Behavior. (2016). JOMO and Online Behavior.
Kircaburun, K., & Griffiths, M. D. (2018). Problematic social media use and JOMO in young adults. Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, 21(10), 661-666.
Best, P., Manktelow, K., & Taylor, B. (2016). Online risk and resilience in adolescence: A study of the relationship between JOMO, social media use, and online risk-taking. Computers in Human Behavior, 55, 102-110.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



