Semua artikel
Internet

Percaya Diri Tapi Salah: Efek Dunning-Kruger di Era Media Sosial dan Informasi Cepat

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Kemunculan internet membuat segala bentuk komunikasi menjadi sangat mudah. Penyebaran informasi juga cukup pesat. Mungkin itu akan menjadi hal baik jika informasi yang tersebar juga baik. Lain cerita jika informasi yang tersebar adalah hoax atau ketidakbenaran.

Sayangnya, sebuah fenomena psikologi yang dikenal dengan istilah dunning kruger effect menciptakan penyebaran hoax yang luar biasa di media sosial. Maka dari itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang dunning kruger effect dalam media sosial.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami gejala gangguan mental. Cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pengertian Dunning Kruger Effect dalam Media Sosial

Gadis, Wanita, Perempuan, Jahe, Merah

Dunning kruger effect merupakan bias kognitif, dimana individu dengan kemampuan minim merasa lebih superior, sedangkan orang dengan kemampuan tinggi meragukan kemampuannya. Fenomena dunning kruger effect ini juga terjadi di banyak tempat, salah satu yang paling masif tersebar di media sosial.

Kondisi dunning kruger effect mampu membuat penyebaran hoax di media sosial semakin pesat. Pasalnya, individu dengan dunning kruger effect yang merasa dirinya memiliki pengetahuan atau kemampuan lebih, akan dengan percaya diri menyampaikan pendapatnya. Padahal, kebenaran dari pendapat tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan. Pada akhirnya bisa berujung pada hoax atau penyebaran informasi yang tidak benar.

Sebagai contoh, individu tanpa latar belakang medis menyebarkan informasi terkait kesehatan di media sosial. Individu tersebut menyampaikannya dengan penuh percaya diri, padahal yang disampaikan merupakan kesalahan. Kemudahan penyebaran informasi di media sosial membuat informasi itu sulit untuk dihentikan. Pada akhirnya menjadi hoax yang cukup besat, dan fatal jika dipercaya banyak orang.

Baca juga: Dunning-Kruger dalam Pendidikan: Tantangan Guru dalam Menghadapi Siswa yang Merasa Sudah Tahu Segalanya

Dampak Dunning Kruger Effect di Media Sosial

Teknologi, Smartphone, Telepon

Berikut beberapa dampak dunning kruger effect di media sosial:

Penyebaran misinformasi

Media sosial memang menjadi media penyebaran informasi yang sangat pesat. Sayangnya, orang-orang yang dalam kondisi dunning kruger effect sering membagikan informasi yang keliru atau tidak tepat. Misalnya tentang politik, kesehatan, maupun iso sosial yang tidak pasti kebenarannya. Penyampaian informasi yang dengan sangat percaya diri membuat orang-orang mudah percaya akan hoax tersebut.

Polarisasi opini publik

Keyakinan berlebih terhadap suatu pengetahuan bisa memicu debat yang tidak berdasarkan fakta. Pada akhirnya hal tersebut bisa menjadi polarisasi opini publik. Dimana hal ini cukup masif dilakukan oleh orang-orang dengan dunning kruger effect di media sosial.

Erosi kepercayaan kepada para ahli

Individu dengan keterampilan dan pengetahuan yang tidak memadai ini menyampaikan informasi dengan sangat meyakinkan di media sosial. Saat orang-orang semacam ini merajalela, maka otoritas ilmiah dan akademik akan semakin melemah.

Pengambilan keputusan pribadi yang salah

Penyebaran informasi yang salah di media sosial akibat ulah orang-orang dengan dunning kruger effect ini. Membuat banyak orang mengambil keputusan yang salah, karena didasarkan dari informasi yang salah. Misalnya mengenai isu kesehatan, ekonomi, atau pengambilan keputusan dalam bidang lainnya.

Baca juga: Efek Dunning-Kruger di Tempat Kerja: Mengapa yang Paling Percaya Diri Tidak Selalu yang Paling Kompeten

Cara Mengatasi dan Mengurangi Dampak Dunning Kruger Effect di Media Sosial

Iphone, Tangan, Gadis, Smartphone

Berikut beberapa cara untuk mengatasi dan mengurangi dampak dunning kruger Effect di media sosial:

Edukasi literasi digital dan media

Cara pertama yang bisa dilakukan bisa dengan mengkaji kembali segala bentuk informasi yang didapatkan dari media sosial. Ajarkan kepada para pengguna bagaimana cara yang tepat untuk menganalisis kebenaran dari sebuah informasi.

Mengedepankan sumber-sumber terpercaya

Alih-alih mempercayai informasi dari sumber yang tidak kompeten. Cobalah untuk mendapatkan sumber informasi yang terpercaya. Misalnya dari para ahli, atau dari konten-konten berbasis data dan ilmiah.

Meningkatkan kesadaran diri

Mulailah untuk menjadi penggerak perubahan dengan meningkatkan kesadaran diri. Belajar untuk mengetahui batas kemampuan. Dengan begitu kamu tidak akan mudah menyebarkan informasi yang tidak dikuasai, atau tidak diketahui kebenarannya.

Peran influencer positif

Tidak bisa dipungkiri bahwa para influencer di media sosial memang banyak didengarkan suaranya. Maka dari itu, kita bisa mendesak para influencer untuk mempromosikan skeptisisme sehat dan verifikasi fakta sebelum menyebarkannya di media sosial.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai dunning kruger effect, dan dampak yang ditimbulkan di media sosial. Pada dasarnya penggunaan media sosial yang tepat bisa menjadi sumber informasi yang tiada batas. Namun kita harus menahan diri untuk tidak menyebarkan informasi di luar kemampuan kita.

Jika kamu mengalami dunning kruger effect, dan kesulitan untuk membenahinya. Cobalah untuk mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Ketika Percaya Diri Tidak Selalu Tanda Kompetensi: Memahami Dunning-Kruger Effect dalam Kehidupan Sehari-hari

 

Sumber:

Kruger, J., & Dunning, D. (1999). Unskilled and unaware of it: How difficulties in recognizing one’s own incompetence lead to inflated self-assessments. Journal of Personality and Social Psychology, 77(6), 1121–1134. https://doi.org/10.1037/0022-3514.77.6.1121
Rozenblit, L., & Keil, F. (2002). The misunderstood limits of folk science: An illusion of explanatory depth. Cognitive Science, 26(5), 521–562. https://doi.org/10.1207/s15516709cog2605_1
Pennycook, G., & Rand, D. G. (2019). The Implied Truth Effect: Attaching Warnings to a Subset of Fake News Stories Increases Perceived Accuracy of Stories Without Warnings. Management Science, 66(11), 4944–4957.
Chou, W. Y. S., Oh, A., & Klein, W. M. P. (2018). Addressing Health-Related Misinformation on Social Media. JAMA, 320(23), 2417–2418. https://doi.org/10.1001/jama.2018.16865
Friggeri, A., Adamic, L. A., Eckles, D., & Cheng, J. (2014). Rumor Cascades. Proceedings of the 8th International AAAI Conference on Weblogs and Social Media.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Percaya Diri Tapi Salah: Efek Dunning-Kruger di Era Media Sosial dan Informasi Cepat — DeepTalk