Deeptalk.co.id – Beberapa diantara kita mungkin tidak asing lagi dengan istilah PTSD atau gangguan stress pasca trauma. Seperti namanya, PTSD merupakan gangguan mental yang dialami setelah seseorang melalui kejadian traumatis tertentu. Meski demikian, tidak semua orang yang mengalami pengalaman traumatis juga mengalami PTSD. Hal tersebut kembali lagi dengan kondisi mental masing-masing orang, dan faktor-faktor eksternal lainnya.
PTSD merupakan kondisi mental yang bisa menyerang siapa saja, baik itu anak-anak, maupun orang dewasa. Bahkan tidak sedikit kasus PTSD pada masa kanak-kanak yang terus terbawa hingga usia dewasa. Kondisi semacam itu akan besar kemungkinannya jika penderita tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Beberapa penderita PTSD merasa seakan dirinya baik-baik saja. Hal inilah yang terkadang membuat mereka tidak memiliki inisiatif untuk mendapatkan pertolongan profesional. Maka dari itu, terkadang orang terdekat perlu berkontribusi dalam hal tersebut.
Tahukah kamu bahwa PTSD sendiri terbagi atas 6 tipe yang akan kita bahas lebih detail dalam artikel ini. Namun sebelum kita masuk pada topik utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu dan orang terdekat mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Berikut 6 tipe PTSD:
Respon Stress Normal

Tipe PTSD pertama adalah respon stress normal. Pada dasarnya, respon stress normal merupakan kondisi yang dialami sebelum memasuki tahap PTSD. Artinya, respon stress normal memang bisa saja berkembang menjadi PTSD, namun belum tentu juga akan menjadi PTSD.
Respon stress normal merupakan kondisi umum yang dialami seseorang saat mengalami kejadian traumatis. Setiap orang juga bisa menunjukan gejala yang berbeda-beda. Kondisi yang satu ini bisa diatasi dengan dukungan dari orang-orang terdekat. Jika memang dirasa perlu, mendapatkan pertolongan dari profesional juga akan sangat membantu. Saat respon stress normal tidak berkembang menjadi PTSD, maka penderita bisa pulih dalam waktu beberapa minggu saja.
Gangguan Stress Akut

Tipe PTSD kedua adalah gangguan stress akut atau dikenal juga dengan istilah acute stress disorder (ASD). Gangguan stress akut adalah kondisi psikologis yang dialami setelah kejadian traumatis. Gejala umum yang ditunjukan berupa sikap menghindar dan kecemasan. Terutama akan hal-hal yang berhubungan dengan kejadian traumatis.
Gangguan stress akut ini umumnya muncul antara 3 hari hingga satu bulan setelah kejadian traumatis berlangsung. Penderita gangguan stress akut perlu mendapatkan pertolongan profesional agar tidak mengembangkan gejala yang dialami. Jenis penanganan yang umumnya didapatkan adalah terapi perilaku kognitif atau CBT.
Uncomplicated PTSD

Tipe PTSD ketiga adalah uncomplicated PTSD. Uncomplicated PTSD termasuk tipe PTSD yang mudah untuk ditangani. Kondisi tersebut juga paling sering dijumpai pada orang-orang yang mengalami kejadian traumatis.
Uncomplicated PTSD atau PTSD tidak rumit ini umumnya memiliki gejala berupa mimpi buruk terkait kejadian traumatis, mengingat kembali kejadian traumatis yang pernah dialami, mengalami suasana hati yang tidak stabil, dan terganggunya hubungan sosial.
Baca juga: Anak Mudah Tantrum? Waspada Disruptive Mood Dysregulation Disorder
PTSD Kompleks

Tipe PTSD keempat adalah PTSD kompleks atau complex PTSD. PTSD kompleks ini merupakan kebalikan dari jenis PTSD sebelumnya, yaitu uncomplicated PTSD. Artinya, tipe PTSD yang satu ini bisa dikatakan lebih serius dan bisa bertahan jauh lebih lama.
PTSD kompleks umumnya dialami saat seseorang melalui beberapa kejadian traumatis (tidak hanya satu kejadian traumatis). Penderita PTSD kompleks mengalami gejala berupa kesulitan mengendalikan emosi, timbulnya rasa tidak berharga dan keputusasaan, merasa orang lain tidak mengerti dengan kondisi mereka, mengisolasi diri dari lingkungan sekitar, hingga timbulnya keinginan untuk bunuh diri.
PTSD Komorbid

Tipe PTSD kelima adalah PTSD komorbit, yaitu kondisi dimana seseorang mengalami kejadian traumatis, dan tidak hanya mengalami satu masalah kesehatan mental. Artinya, penderita PTSD komorbit mengalami beberapa masalah kesehatan mental yang mengganggu dirinya. Kondisi yang satu ini sebenarnya cukup umum bagi penderita PTSD.
Penderita PTSD komorbit perlu mendapatkan penanganan profesional. Jenis penanganan cukup beragam, mulai dari psikoterapi hingga mengkonsumsi obat-obatan. Dalam kasus ini, mengkonsumsi obat-obatan harus sesuai dengan anjuran dokter. Pasalnya, kondisi bisa semakin memburuk jika mengkonsumsi obat dengan dosis yang salah.
PTSD Disosiatif

Tipe PTSD keenam adalah PTSD disosiatif, yaitu gangguan mental akibat kejadian traumatis yang menimbulkan gejala pelepasan emosional dan gejala gangguan disosiatif. Penderita PTSD disosiatif umumnya akan menunjukan gejala berupa kilas balik disosiatif dan amnesia disosiatif. Selain itu, penderita PTSD disosiatif juga akan menunjukan gejala PTSD yang lebih parah dari jenis PTSD lainnya.
Itu dia penjelasan mengenai 6 tipe PTSD. Jika kamu atau orang terdekat mengalami salah satu diantaranya, jangan ragu untuk mendapatkan pertolongan profesional. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Dampak Psikologis Menjadi Seorang Perfeksionis
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



