Semua artikel
Pikiran

Waspada Komplikasi Maladaptive Daydreaming Disorder

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Pada dasarnya melamun memang merupakan aktivitas yang normal-normal saja, dan cukup umum dilakukan oleh sebagian besar dari kita. Dalam beberapa kondisi, melamun memang cukup menyenangkan. Terutama saat kamu sedang menunggu, atau tidak tahu hendak berbuat apa. Ada saja imajinasi-imajinasi random yang menemani kamu melewati waktu-waktu kosong tersebut.

Walaupun melamun memang aktivitas yang normal, namun seperti yang diketahui bahwa apapun yang berlebihan tentu tidak baik untuk diri sendiri atau orang sekitar. Hal tersebut juga berlaku untuk konteks melamun yang berlebihan. Berlebihan dalam melamun bisa membuat kamu berada dalam sebuah kondisi yang dikenal dengan istilah maladaptive daydreaming disorder.

Jika dilihat dari istilah maladaptive daydreaming disorder, kita tentu sudah mendapatkan pandangan bahwa kondisi tersebut adalah sebuah gangguan. Meski memiliki nama disorder atau gangguan, namun kondisi maladaptive daydreaming disorder tidak termasuk dalam kategori gangguan mental berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition (DSM-5). DSM-5 sendiri merupakan sebuah buku pedoman diagnosis gangguan psikologis yang digunakan oleh Psikolog dan Psikiater di seluruh dunia.

Walaupun tidak tercantum dalam DSM-5 sebagai salah satu gangguan mental, namun pada kenyataannya kondisi yang dialami oleh penderita maladaptive daydreaming disorder cukup mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Bahkan dalam beberapa kasus, kondisi maladaptive daydreaming disorder bisa berkomplikasi dengan beberapa masalah kesehatan mental lainnya. Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai komplikasi dari kondisi maladaptive daydreaming disorder.

Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami gejala gangguan kesehatan mental, atau timbulnya perilaku abnormal, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Maladaptive daydreaming disorder sendiri merupakan sebuah kondisi dimana seseorang melakukan perilaku melamun maladaptif, dan cenderung membuat penderitanya tenggelam dalam imajinasi mereka sendiri.

Berbeda dengan perilaku melamun pada umumnya, melamun pada penderita maladaptive daydreaming disorder akan membuat mereka menghabiskan banyak waktu. Kondisi tersebut tidak jarang membuat mereka lupa atau tidak sempat melakukan kewajiban atau aktivitas yang seharusnya mereka lakukan.

Maka dari itu, kondisi maladaptive daydreaming disorder cukup mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Seperti yang sudah kami paparkan juga, kondisi maladaptive daydreaming disorder memiliki beberapa komplikasi dengan masalah kesehatan mental. Untuk itu, berikut beberapa komplikasi yang sering dialami oleh penderita maladaptive daydreaming disorder:

Baca juga : Maladaptive Daydreaming Disorder : Tenggelam Dalam Imajinasi

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

Komplikasi gangguan mental dari kondisi maladaptive daydreaming disorder yang pertama adalah ADHD (attention deficit hyperactivity disorder), yang merupakan gangguan pemusatan pikiran akibat perkembangan saraf yang terganggu.

Penderita ADHD sendiri umumnya adalah anak-anak, meski demikian, tidak sedikit anak dengan ADHD membawa kondisi tersebut hingga usia dewasa. Penderita ADHD mengalami masalah dalam memusatkan pikiran mereka terhadap satu hal, kesulitan mengendalikan emosi, hingga menjadi terlalu aktif. Dalam beberapa kasus, kondisi ADHD ini juga diiringi dengan maladaptive daydreaming disorder, yang membuat penderitanya terabaikan dengan dunia nyata dan fokus kepada imajinasi mereka.

Depresi

Komplikasi gangguan berikutnya dari kondisi maladaptive daydreaming disorder ini adalah depresi. Depresi sendiri merupakan gangguan mental yang tidak asing lagi ditelinga kita. Penderita depresi biasanya ditandai dengan perasaan sedih mendalam, hingga membuat mereka kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari.

Kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari yang dialami oleh penderita depresi ini sering kali membuat mereka terjebak dalam lamunan yang cukup panjang. Tidak jarang mereka juga menciptakan imajinasi-imajinasi sesuai dengan harapan mereka. Maka dari itu, kondisi depresi ini cukup erat kaitannya dengan maladaptive daydreaming disorder.

Gangguan Kecemasan

Komplikasi gangguan mental dari kondisi maladaptive daydreaming disorder berikutnya adalah gangguan kecemasan atau anxiety disorder. Seperti namanya, gangguan kecemasan sendiri merupakan salah satu gangguan mental yang ditandai dengan perasaan cemas atau khawatir berlebih terhadap sebuah kondisi atau objek tertentu.

Kondisi yang dialami oleh penderita gangguan kecemasan ini juga cukup berkaitan dengan kondisi maladaptive daydreaming disorder. Orang yang mengalami kecemasan berlebih akan cenderung mencari hal yang membuat mereka merasa nyaman dan terlepas dari kecemasan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan melamun, membayangkan sesuatu yang indah. Sayangnya jika hal tersebut terus berlangsung, maka tidak menuntut kemungkinan akan mengarah pada kondisi maladaptive daydreaming disorder.

Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Komplikasi gangguan mental lain dari kondisi maladaptive daydreaming disorder adalah obsessive compulsive disorder atau OCD. OCD sendiri merupakan bagian dari gangguan kecemasan yang juga tidak asing ditelinga kita. Kondisi OCD ditandai dengan adanya pikiran obsesif yang tidak terkendali, hingga mendorong penderitanya untuk melakukan perilaku kompulsif (berulang).

Itu dia beberapa komplikasi dari kondisi maladaptive daydreaming disorder. Untuk itu penting bagi kita mengantisipasi kondisi tersebut. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Mental Block

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Waspada Komplikasi Maladaptive Daydreaming Disorder — DeepTalk