Semua artikel
Gangguan Suasana Hati

Mengenal Klasifikasi Depresi dan Gejalanya

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Kamu tentu tidak asing lagi dengan istilah depresi. Istilah depresi memang sedang hangat dibahas akhir-akhir ini. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan membuat kita tidak hanya fokus akan kesehatan fisik, melainkan juga terhadap kesehatan mental. Salah satu jenis gangguan mental yang cukup sering menjadi pembahasan ada depresi, yang merupakan bagian dari gangguan suasana hati atau mood disorder.

Banyak pembahasan mengenai depresi tentu tidak tanpa alasan. Pada kenyataannya banyak orang yang terdiagnosa mengalami depresi. Hal tersebut cukup signifikan ditemui pada gen z, yaitu generasi yang lahir pada rentan tahun 1997 hingga 2012. Sebenarnya tidak mengherankan jika mengingat banyaknya tekanan, dan tingginya persaingan diantara mereka. Maka dari itu, depresi menjadi topik pembahasan hangat, dan memang perlu untuk diketahui oleh khalayak ramai.

Jika selama ini kamu hanya mengenal depresi sebagai suatu gangguan mental, kamu perlu tahu bahwa depresi sendiri memiliki klasifikasi berdasarkan gejala dan tingkat keparahannya. Maka dari itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai klasifikasi dan gejala apa saja yang dialami pada setiap klasifikasi dari depresi itu sendiri.

Berikut beberapa klasifikasi depresi yang perlu kita ketahui:

Depresi Mayor (Major Depressive Disorder / MDD)

Woman laying in bed with coffee cup side view

Kalsifikasi pertama adalah depresi mayor atau major depressive disorder. Depresi mayor merupakan kondisi depresi yang ditandai dengan timbulnya gejala depresi yang signifikan dan berkepanjangan. Adapun gejala pada penderita depresi mayor adalah sebagai berikut:

·         Mengalami penurunan suasana hati seperti sedih, hampa, dan putus asa yang berlangsung selama 2 minggu atau lebih.

·         Kehilangan minat akan aktivitas sehari-hari, bahkan terhadap hal yang diminati sebelumnya.

·         Mengalami gangguan tidur, seperti insomnia, atau hipersomnia.

·         Mengalami penurunan sistem imun.

·         Kesulitan dalam berkonsentrasi dan mengambil keputusan.

·         Timbulnya pikiran-pikiran akan kematian, atau bunuh diri.

Gejala-gejala di atas tentunya dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari, dan juga fungsi sosial penderitanya. Selain gejala di atas, penderita depresi mayor juga umumnya mengalami perasaan bersalah atau tidak berharga, kesulitan untuk mengontrol emosi, hilangnya minat akan aktivitas seks, dan perubahan pola makan.

Baca juga: Depresi Rentan Dialami Gen Z. Kenali Gejalanya!

Depresi Ringan (Mild Depressive Disorder)

Non explicit image of child abuse

Seperti namanya, depresi ringan atau mild depressive disorder merupakan jenis depresi dengan gejala yang lebih ringan dari depresi mayor. Meski demikian, bukan berarti kondisi ini bisa dibiarkan begitu saja. Dalam beberapa kasus, depresi ringan bahkan bisa berkembang menjadi depresi mayor jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut beberapa gejala depresi ringan:

·         Mengalami penurunan suasana hati seperti sedih, hampa, dan putus asa yang berlangsung selama 2 minggu atau lebih.

·         Kehilangan minat akan aktivitas sehari-hari, bahkan terhadap hal yang diminati sebelumnya.

·         Mengalami dua atau lebih gejala berikut:

o   Perubahan berat badan, atau nafsu makan.

o   Insomnia atau hipersomnia.

o   Kegugupan atau kelemahan.

o   Kesulitan berkonsentrasi, atau mengambil keputusan.

o   Timbulnya pikiran akan kematian atau bunuh diri.

Secara sekilas gejala depresi ringan memang mirip dengan depresi mayor. Namun perbedaannya bisa dilihat dari intensitas gejala yang lebih ringan, tidak terlalu mempengaruhi aktivitas sehari-hari dan fungsi sosial, serta mengalami kurang dari 5 gejala.

Depresi Berat (Severe Depressive Disorder)

Non explicit image of child abuse

Seperti namanya, depresi berat merupakan kondisi depresi dengan gejala yang sangat parah. Orang dengan penderita depresi berat cenderung mengalami masalah dalam fungsi sosial yang sangat signifikan, pekerjaan atau hubungan, dan cenderung diiringi dengan gejala psikotik atau kecemasan.

Untuk gejala pada penderita depresi berat pada umumnya hampir sama dengan klasifikasi depresi sebelumnya. Hanya saja dengan tingkat yang lebih parah, dan intensitas yang lebih sering. Penderita depresi berat juga cenderung lebih sering memunculkan pikiran bunuh diri dibandingkan klasifikasi depresi sebelumnya.

Depresi Persisten (Persistent Depressive Disorder / Dysthymia)

Portrait of woman looking away while standing against wall

Klasifikasi depresi selanjutnya adalah depresi persiten, atau persistent depressive disorder, atau lebih dikenal dengan istilah dysthymia. Depresi persisten bisa dikatakan sebagai depresi jangka panjang. Berbeda dengan klasifikasi depresi lainnya, depresi persisten berlangsung selama 2 tahun atau lebih pada orang dewasa, dan 1 tahun atau lebih pada anak-anak dan remaja.

Untuk gejala yang dialami oleh penderita depresi persisten pada umumnya sama dengan klasifikasi depresi lainnya. Kondisi ini juga cukup mempengaruhi aktivitas sehari-hari dan juga fungsi sosial penderitanya. Namun, penderita depresi persisten tidak mengalami episode depresi mayor yang signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa depresi persisten berlangsung jangka panjang, namun dengan tingkat keparahan gejala yang lebih ringan.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai klasifikasi depresi. Jika kamu mengalami beberapa kondisi seperti yang dijelaskan di atas, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penangan yang tepat.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Gen Z Perlu Waspada Terhadap Gangguan Suasana Hati Ini!

 

Sumber:

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.). Arlington, VA: American Psychiatric Publishing.

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (5th ed.).

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal Klasifikasi Depresi dan Gejalanya — DeepTalk