Deeptalk.co.id – Saat mendengar istilah star syndrome, sebagian besar orang akan mengarahkan pikirannya kepada artis-artis pendatang baru, atau orang-orang yang baru viral di sosial media. Tentu saja hal itu tidak mengherankan mengingat star syndrome sendiri merupakan kondisi dimana seseorang merasa diri paling hebat, paling terkenal, paling berpengaruh, dan lain sebagainya, walau pada kenyataannya tidak sehebat itu. Kondisi semacam itu memang cukup sering dialami oleh orang-orang yang baru naik daun, atau mendapatkan popularitas yang instan.
Kondisi star syndrome ini memiliki banyak kesamaan dengan gangguan kepribadian narsistik. Justru, orang-orang yang mengalami star syndrome bisa mengembangkan kondisi tersebut menjadi gangguan kepribadian narsistik. Karena itulah penting bagi kita memahami dimana tempat kita dan tidak berlebihan dalam menilai diri sendiri.
Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi star syndrome, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai dampak dan cara mengatasi kondisi star syndrome. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis, dan juga tidak untuk dijadikan landasan utama dalam penanganan kondisi star syndrome.
Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah dengan kesehatan mental, segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai dampak dan cara mengatasi kondisi star syndrome.
Dampak Star Syndrome

Perkembangan teknologi memang membuat kita mudah untuk mencapai sesuatu, termasuk popularitas. Tidak sedikit orang yang mendadak terkenal karena satu atau dua unggahan konten di sosial media. Sayangnya, satu atau dua konten tersebut tidak menjamin kehebatan seseorang. Hal inilah yang seringkali memicu seseorang mengalami star syndrome.
Namun sayangnya, kondisi star syndrome ini memiliki cukup banyak dampak negatif untuk diri sendiri dan lingkungan. Untuk itu, berikut beberapa dampak negatif dari star syndrome:
Masalah dalam hubungan sosial
Orang-orang yang mengalami star syndrome cenderung memiliki sifat dan sikap yang sombong, angkuh, dan meremehkan orang lain. Hal-hal secama itu akan membuat mereka bermasalah dalam hubungan sosialnya. Banyak orang yang akhirnya menceritakan mereka di belakang, bahkan terang-terangan menyampaikan ketidaksukaan mereka kepada penderita star syndrome.
Depresi dan kecemasan berlebih
Penderita star syndrome seakan memiliki keharusan untuk tampil sempurna di depan orang lain. Tidak jarang mereka akhirnya melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak mereka senangi. Misalnya dengan berpakaian terbuka, padahal mereka tidak nyaman dengan pakaian seperti itu. Tindakan-tindakan semacam ini jika terus berlangsung, maka akan mendatangkan berbagai masalah psikologis seperti stress, kecemasan berlebih, bahkan depresi.
Baca juga : Trikotilomania : Kebiasaan Mencabut Rambut
Mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan alkohol berlebihan
Stress bahkan depresi yang dialami oleh penderita star syndrome sering kali membuat mereka mengalihkan hal tersebut dengan obat-obatan terlarang atau mengkonsumsi alkohol secara berlebihan. Selain itu, mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang juga bisa menjadi pertanda bahwa mereka sudah mencapai kehidupan yang lebih tinggi untuk mendapatkan perhatian dari banyak orang.
Pikiran untuk bunuh diri
Penderita star syndrome tidak jarang mendapatkan berbagai macam ujaran kebencian yang bisa saja membuat mereka stress dan berniat untuk menyerah dalam kehidupannya. Hal inilah yang akhirnya bisa memicu pikiran-pikiran untuk bunuh diri.
Cara Mengatasi Star Syndrome

Seperti yang sudah dipaparkan di atas bahwa kondisi star syndrome ini memiliki banyak sekali dampak baik terhadap kehidupan sosial, bahkan kemungkinan komplikasi gangguan mental lainnya. Untuk itu penting bagi kita memberikan perhatian lebih kepada kondisi yang satu ini.
Langkah awal yang bisa dilakukan saat kamu atau orang terdekat menunjukkan gejala dari star syndrome adalah segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Dari diagnosis itu baru akan ditentukan penanganan apa yang bisa diberikan.
Perlu diketahui bahwa setiap penderita star syndrome bisa jadi menunjukkan gejala dan tingkat keparahan gejala yang berbeda-beda. Dengan demikian, penanganan setiap penderita juga bisa berbeda-beda. Karena itulah salah satu alasan mengapa diagnosis psikologis yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang ahli dibidangnya.
Meski demikian, penderita star syndrome umumnya mendapatkan penanganan sebagai berikut:
Obat-obatan
Walaupun belum ditemukan obat yang bisa mengatasi kondisi star syndrome, namun obat-obatan yang diberikan bisa disesuaikan dengan gejala yang dimunculkan. Misalnya dengan memberikan antidepresan untuk menstabilkan suasana hati, atau antipsikosis jika gejala sudah sampai ke tahap halusinasi.
Psikoterapi
Selain obat-obatan, penanganan juga bisa diberikan dengan cara psikoterapi. Jenis psikoterapi yang diberikan juga bisa bermacam-macam, misalnya terapi perilaku kognitif yang akan membantu merekonstruksi pola pikir dan perilaku penderita.
Terlepas dari kedua penanganan di atas, support dan dukungan dari orang-orang terdekat juga tidak kalah penting untuk menunjang kondisi penderita star syndrome.
Itu dia penjelasan singkat mengenai dampak dan cara mengatasi star syndrome. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Star Syndrome : Merasa Diri Paling Sempurna
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



