Semua artikel
Seksual

Voyeurisme : Kecenderungan Mengintip Untuk Kepuasan Seksual

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Tentu saja setiap orang memiliki cara yang beragam untuk dapat memenuhi hasrat seksual mereka. Sayangnya terdapat beberapa cara yang dianggap tidak lazim dan meresahkan orang lain. Salah satu caranya adalah dengan mengintip orang lain. Kondisi semacam ini biasa dikenal dengan istilah voyeurisme.

Voyeurisme merupakan salah satu penyimpangan seksual yang dipandang sebagai perilaku tidak senonoh dan merugikan orang lain yang menjadi korbannya. Karena itulah kita perlu waspada dan memahami seperti apa kondisi voyeurisme tersebut.

Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai kondisi voyeurisme. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi yang sama dengan apa yang dipaparkan dalam artikel ini, maka melakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater adalah langkah yang tepat. Dengan demikian, kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat terhadap kondisi yang dialami.

Berikut pembahasannya:

Pengertian Voyeurisme

Kondisi voyeurisme pada dasarnya merupakan salah satu bagian dari penyimpangan seksual. Dalam istilah medis, kondisi voyeurisme dikenal dengan sebutan skopofilia. Penderita voyeurisme mengalami dorongan seksual untuk secara diam-diam mengintip orang yang dengan lawan jenis berbeda atau sama (tergantung pada orientasi seksualnya) yang sedang telanjang, menanggalkan pakaian atau melakukan kegiatan seksual. Kegiatan tersebut dilakukan tidak hanya sebagai bentuk kesenangan saja, namun juga untuk memenuhi hasrat seksual mereka.

Berbeda dengan kondisi normal pada umumnya, saat mengintip orang yang menjadi orientasi seksualnya, penderita voyeurisme sama sekali tidak menginginkan atau mengupayakan untuk melakukan tindakan seksual dengan orang tersebut. Mereka justru akan puas dengan sekedar mengintip, atau melakukan masturbasi.

Jika kamu merasa penderita voyeurisme akan puas dengan menonton film porno. Hal tersebut adalah pemikiran yang salah. Pada dasarnya orang yang berperan dalam film porno secara sadar bahwa mereka akan dipertontonkan, dan ini bukanlah keinginan seorang voyeurisme. Selain itu, penderita voyeurisme juga tidak merasa terangsang jika melihat orang lain secara sukarela telanjang di depan mereka, mereka lebih suka hal tersebut didapatkan melalui proses mengintip secara diam-diam.

Penyebab Voyeurisme

Kondisi voyeurisme bisa dialami oleh laki-laki maupun perempuan. Meski demikian, laki-laki lebih beresiko mengalami kondisi tersebut. Selain itu, kondisi ini bisa dikategorikan ke dalam tindakan kriminal karena sudah mengganggu kenyamanan orang lain.

Sayangnya penyebab pasti dari kondisi voyeurisme ini belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, beberapa ahli beranggapan bahwa beberapa faktor dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami voyeurisme. Berikut faktor-faktor yang dimaksud:

Penyalahgunaan narkoba dan mengkonsumsi alkohol berlebihan

Seperti yang diketahui bahwa mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dan penyalahgunaan narkoba dapat membuat seseorang kehilangan kesadaran dan melakukan tindakan-tindakan diluar kehendak mereka. Hal inilah yang memungkinkan orang tersebut untuk mengintip orang lain secara diam-diam atau dalam artikel ini kita kenal dengan istilah voyeurisme.

Baca juga : Perbedaan Hiperseks dan Libido Tinggi

Memiliki pengalaman traumatis

Tidak bisa dipungkiri bahwa adanya pengalaman traumatis akan sedikit banyak mempengaruhi kondisi kesehatan mental seseorang. Salah satu yang menjadi penyebabnya adalah kondisi voyeurisme. Dimana orang yang memiliki pengalaman traumatis seperti menjadi pernah korban pelecehan atau pemerkosaan akan beresiko mengalami voyeurisme.

Hiperseks

Kondisi hiperseks akan membuat penderitanya kesulitan untuk mengontrol hasrat seks mereka. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengintip orang lain dan melakukan orgasme. Dengan demikian, seorang hanya hiperseks akan beresiko mengalami voyeurisme.

Gejala  Voyeurisme

Dalam dunia medis, kondisi voyeurisme ini masuk dalam kategori gangguan mental, lebih tepatnya menjadi bagian dari gangguan parafilia atau gangguan seksual. Untuk dapat memastikan seseorang mengalami gangguan voyeurisme, tentu perlu dilakukan serangkaian pemeriksaan oleh Psikolog atau Psikiater. Meski demikian, kamu bisa melihat beberapa gejala berikut untuk memutuskan akan berkonsultasi atau tidak. Berikut beberapa gejala dari kondisi voyeurisme:

·         Adanya peningkatan gairah seksual untuk melakukan aksi mengintip orang yang sedang telanjang atau berhubungan seks, dimana kondisi tersebut berlangsung setidaknya selama 6 bulan.

·         Adanya dorongan dan fantasi seksual yang membuat penderita mengalami gangguan baik secara klinis, sosial, pekerjaan, dan lain sebagainya.

·         Memiliki usia minimal 18 tahun.

Jika kamu atau orang disekitar menunjukkan beberapa gejala di atas, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater. Dengan demikian, kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Karena kondisi voyeurisme cukup mengganggu kenyamanan orang lain, dan dapat membuat diri terlibat dalam kasus kriminal, maka setiap penderita voyeurisme sudah sebaiknya mendapatkan pertolongan tepat sesegera mungkin. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir gejala dan menghambat pertumbuhan gejala dari kondisi voyeurisme tersebut.

Seperti itulah pembahasan seputar voyeurisme atau kecenderungan mengintip untuk kepuasan seksual. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Ini Dia Dampak dan Penanganan Hiperseksual

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Voyeurisme : Kecenderungan Mengintip Untuk Kepuasan Seksual — DeepTalk