Deeptalk.co.id – Mungkin pernyataan ini terdengar klise bagi Anda. Dimana seseorang ada yang mengatakan dirinya terkena sindrom anak pertama atau anak tengah dan lain sebagainya. Atau mungkin Anda juga pernah menebak-nebak kepribadian Anda yang kemudian dikaitkan dengan urutan kelahiran Anda di keluarga. Seperti misal kecenderungan memerintah yang kemungkinan akibat Anda adalah anak pertama, dan lain-lain.
Ide atau gagasan tersebut pertama kali dikemukakan oleh seorang psikoterapis Austria pada abad ke-20, Alfred Adler. Dia mengusulkan bahwa posisi urutan kelahiran di mana seorang anak dilahirkan secara signifikan dapat memengaruhi kepribadia dan hasil kehidupan mereka. Termasuk kesuksesan karir dan pendidikannya.
Menurut teori Adlerian ini, anak-anak walaupun tumbuh dalam satu keluarga yang sama, namun mereka dapat memiliki pengalaman yang berbeda. Adler mengatakan bahwa urutan kelahiran seseorang dan jumlah saudara yang dimilikinya secara signifikan juga memengaruhi potensi dan kepribadian seseorang.
Ia juga mengklaim bahwa “urutan kelahiran psikologis” atau posisi yang Anda rasakan dalam keluarga Anda lebih penting daripada urutan kelahiran numerik, yang terkadang berbeda. Misal, seorang anak tengah yang mungkin bisa mengambil tanggung jawab sebagai anak sulung jika saudara tertua secara kronologis dinonaktifkan.
Teori urutan kelahiran Adler ini mungkin yang sering dikenal ketika membahas kepribadian akibat urutan kelahiran seseorang. Namun, teori ini bukanlah satu-satunya teori perkembangan kepribadian yang bisa dijadikan rujukan. Ada banyak studi penelitian lain yang telah dilakukan apakah teori urutan kelahiran Adler memiliki manfaat ilmiah.
Penelitian Lain Mengenai Urutan Kelahiran Terhadap Kepribadian Seseorang

Salah satu penelitian pada tahun 2010 membahas lebih lanjut mengenai teori urutan kelahiran. Studi ini mencoba menganalisa 200 studi tentang urutan kelahiran yang menemukan bahwa banyak ciri kepribadian yang dikaitkan dengan urutan kelahiran ke tingkat yang signifikan secara statistik. Namun, peneliti dari studi ini mengakui bahwa mereka tidak memasukkan studi apap pun dengan hasil yang tidak signifikan dalam ulasan.
Meskipun demikian, ada analisis terbaru lainnya dari studi ini dimana mereka telah menemukan bahwa urutan kelahiran mungkin memiliki beberapa efek pada perkembangan anak. Meskipun efeknya tidak sebesar yang diklaim oleh teori urutan kelahiran Adlerian.
Seperti salah satunya pada tinjauan analisis di tahun 2015, yang menemukan bahwa anak sulung memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan anak-anak di posisi urutan kelahiran lainnya. Akan tetapi, peneliti tidak menemukan perbedaan antara anak sulung dan lainnya dalam hal sifat kepribadian yang lebih luas, seperti ektraversi, kestabilan emosi atau imajinasi.
Sedang penelitian lain di tahun yang sama terhadap siswa sekolah menengah di Amerika Serikat justru menemukan hasil yang sebaliknya. Peneliti tidak menemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara urutan kelahiran dan kecerdasan atau sifat kepribadian.
Ada juga studi lain yang dilakukan pada tahun 2018 yang mendukung temuan Adler yang memungkinkan sesuai dalam hal ciri-ciri kepribadian anak sulung. Mereka menemukan bahwa anak sulung lebih cenderung untuk menjadi pemimpin dan memiliki ciri kepribadian seperti ketekunan dan kestabilan emosi. Meskipun demikian, tinjauan 1992 yang menemukan hal serupa terkait ciri-ciri kepribadian anak sulung, menyebutkan bahwa penelitian pada teori urutan kelahiran memiliki banyak kekurangan dan keterbatasan.
Baca juga: Overthinking, Apa Bahayanya dan Mengapa Perlu Dihindari?
Urutan Kelahiran Tidak Selalu Memengaruhi Kepribadian

Meskipun telah banyak penelitian yang mendukung atau mengungkapkan adanya hubungan antara urutan kelahiran seseorang dapat memengaruhi kepribadian, ada pula diantara penelitian lain yang berlawanan. Seperti dua studi independen pada tahun 2015 yang tidak menemukan hubungan antara urutan kelahiran dengan sifat lima besar (sebagai ukuran kepribadian dasar penelitian psikologis, diantaranya extraversion (atau, extroversion), keramahan, keterbukaan, kesadaran, dan neurotisme).
Salah satu dari kedua penelitian tersebut menyanggah efek urutan kelahiran pada kepribadian, namun satu lainnya menemukan hubungan yang kredibel antara anak sulung dan kecerdasan yang lebih tinggi. Sebagaimana diukur dengan tes IQ, dengan hubungan yang peneliti gambarkan sebagai “sangat kecil” dan sebagai “tidak pernah membuat perbedaan dalam hidup”.
Mungkin juga sulit untuk menggoyahkan keyakinan bahwa urutan di mana seseorang dilahirkan dapat membentuk mereka dengan cara yang esensial dan universal. Pun jika hanya karena beberapa pengalaman tampak begitu mendasar bagi umat manusia sehingga melampaui keadaan individu.
Apalagi teori Adler ini sudah memengaruhi kehidupan peradaban hingga saat ini. Sehingga membentuk stereotip yang berangkat dari teori tersebut, dan telah meresap dalam kesadaran budaya sekarang selama lebih dari 100 tahun.
Akan sangat mungkin posisi dalam urutan kelahiran atau antar saudara kandung dapat membentuk kepribadian. Tetapi tidak setiap keluarga membentuk seorang anak dengan cara yang sama. Dengan kata lain, mungkin ada pengaruh, tetapi bukanlah yang sistematis.
Baca juga: Strategi Mengekspresikan Emosi dan Perasaan dengan Cara yang Sehat
Sumber:
Does Birth Order Impact Personality? (2023). Psych Central. https://psychcentral.com/blog/birth-order-and-personality
Swaddle, T., Goecker, L., Rakshit, D., Walker, G. F., & Matta, A. (2019, November 21). Why the Myth That Birth Order Shapes Personality Just Won’t Die. The Swaddle. https://theswaddle.com/birth-order-and-personality/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



